BRI Super League | Igor Tolic Puas: Persib Hajar Madura United 5-0

Konferensi Pers - Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic didampingi Beckham Putra (kanan) memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers usai kemenangan 5-0 atas Madura United pada laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (26/2/2026) malam WIB. Ia menilai keberhasilan tim lahir dari proses yang terstruktur dan kerja kolektif seluruh elemen. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BANDUNG – Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengaku sangat puas dengan kemenangan 5-0 atas Madura United. Ia menilai tim tampil efektif dalam memanfaatkan momentum, terutama di babak pertama.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers usai laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (26/2/2026) malam WIB.

Igor Tolic Puas dengan Momentum Gol Cepat

“Kami sangat senang dengan kemenangan ini. Pertandingan tidak berjalan mudah, tetapi di babak pertama kami mencetak gol pada waktu yang tepat. Itu memberi kami lebih banyak ruang untuk menyerang”, ujar Igor.

Memasuki babak kedua, Persib mengubah pendekatan. Igor menyebut timnya mencoba memaksimalkan ruang di belakang garis pertahanan lawan yang mulai tampil lebih menekan.

“Mereka sedikit lebih menekan di babak kedua. Namun setelah kami memasukkan tiga pemain segar, saya pikir pertandingan sudah selesai. Tinggal menunggu apakah hasilnya empat atau lima gol”, katanya.

Ia juga menyoroti keberhasilan tim menjaga clean sheet sebagai bagian penting dari kemenangan tersebut. “Saya senang karena kami tidak kebobolan dan tetap meraih kemenangan besar”.

Lini Depan Tajam, Semua Pemain Ikut Bertahan

Igor memuji performa lini depan dan lini tengah yang dinilainya tampil luar biasa. Ia menekankan pentingnya proses membangun serangan sejak dari belakang, termasuk peran penjaga gawang.

“Kami tidak terburu-buru. Ketika perlu mengubah tempo, kami ubah. Saat harus bermain lebih lambat, kami melambat. Lini tengah selalu membuka jalur umpan untuk mendukung lini depan”, jelasnya.

Menurutnya, kualitas peluang menentukan hasil akhir. Ketika lini depan menerima bola dalam situasi yang tepat, peluang besar pun tercipta dan berujung gol.

“Ini soal persiapan, menciptakan peluang, lalu eksekusi. Kadang Anda mencetak gol, kadang tidak. Yang penting, kami terus menciptakan banyak peluang”.

Igor juga menyinggung performa Uilliam Barros yang kembali mencetak gol. Ia menyebut kontribusi penyerang tidak hanya terlihat saat menyerang, tetapi juga ketika membantu bertahan.

“Dalam sepak bola, tidak ada hanya bek dan tidak ada hanya penyerang. Saat kami menguasai bola, semua pemain adalah penyerang. Saat kehilangan bola, semua pemain harus bertahan. Lini depan melakukan pressing, lini tengah memotong jalur umpan, dan lini belakang bersama kiper melindungi area penting”, tegasnya.

Ia berharap konsistensi tersebut bisa membawa Persib mempertahankan performa hingga akhir musim dan kembali meraih gelar.

Peran Bojan Hodak di Balik Layar

Igor menegaskan bahwa pelatih kepala Bojan Hodak tetap memegang peran sentral dalam keberhasilan tim, meski tidak mendampingi langsung di tepi lapangan.

“Pelatih sangat senang. Dialah yang mempersiapkan semuanya. Kami sebagai staf mengeksekusi rencana, mengadakan pertemuan, menyusun sesi latihan, dan menyepakati strategi bersama pemain”, ujarnya.

Ia menilai keberhasilan tim lahir dari proses yang terstruktur dan kerja kolektif seluruh elemen. “Kami tidak boleh puas hanya karena mencetak lima gol. Justru itu harus membuat kami semakin termotivasi. Para pemain ingin berkembang, ingin mencetak lebih banyak gol, ingin bertahan lebih baik. Mereka tidak puas dengan hal kecil, mereka ingin juara”, kata Igor.

Evaluasi Madura United

Sementara itu, pelatih Madura United, Carlos Pereira, mengakui timnya gagal menjalankan rencana permainan. “Pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Kami kebobolan terlalu cepat dan harus mengubah cara bermain, tetapi kami tidak bisa bereaksi seperti yang diharapkan, terutama di babak pertama”, ujarnya.

Pada babak kedua, Madura United mencoba bermain lebih terbuka dan meningkatkan penguasaan bola. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. “Kami bermain melawan tim besar. Sekarang kami harus fokus pada pertandingan kandang berikutnya melawan Malut”, katanya. (MR-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *