Kebutuhan Daging Sapi Ramadan Berpotensi Naik 30 Persen

Ilustrasi – Aktivitas peternakan sapi di wilayah Subang, Jawa Barat, yang telah mengikuti program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jumat (6/2/2026). (Sumber foto: Dok. UPTD Peternakan Sapi)

Mataredaksi.com, SUBANG – Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) memproyeksikan peningkatan kebutuhan daging sapi nasional hingga 30 persen menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Lonjakan konsumsi itu seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner selama bulan puasa.

Meski permintaan meningkat, Gapuspindo memastikan ketersediaan daging sapi nasional tetap aman hingga Lebaran Idulfitri. Organisasi tersebut meminta masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara wajar.

Direktur Eksekutif Gapuspindo, Djoni Liano, menyatakan bahwa peternak lokal masih menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional. Produksi sapi dalam negeri saat ini memenuhi sekitar 40 hingga 70 persen kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Sapi lokal masih mendominasi pasokan. Daging impor dan sapi impor hanya berfungsi melengkapi ketika produksi lokal belum mencukupi”, kata Djoni saat ditemui di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peternakan Sapi Jalancagak, Subang, Minggu (8/2/2026).

Menjelang Ramadan, para pengusaha sapi potong meningkatkan aktivitas penggemukan ternak. Langkah tersebut mereka tempuh untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan puasa.

Menurut Djoni, strategi penggemukan itu justru menjaga stabilitas suplai daging sapi di pasar. Dengan pasokan yang terjaga, distribusi daging sapi tetap lancar hingga Idulfitri.

Untuk menahan laju kenaikan harga, pelaku usaha mendorong optimalisasi pasokan dari peternak lokal. Gapuspindo menilai pemerintah dapat berperan dengan menyampaikan informasi yang jelas dan konsisten kepada publik terkait kondisi stok dan distribusi.

Di sisi lain, Djoni menyoroti ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap produktivitas ternak. Para pengusaha sapi potong, kata dia, mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempercepat vaksinasi PMK menjelang Ramadan.

Upaya pengendalian penyakit ternak tersebut diyakini mampu menjaga keberlanjutan produksi sapi lokal sekaligus memastikan pasokan daging sapi tetap mencukupi pada periode konsumsi tinggi. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *