Mataredaksi.com, BANTEN – PT Pertamina Energy Terminal (PET) meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan instalasi strategis melalui apel terpadu di Lapangan Pakir LPG Terminal Tanjung Sekong, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, Pengamanan Obyek Vital Nasional (Pam Obvitnas), Pertamina International Shipping, serta berbagai fungsi internal Pertamina Group.
Pengamanan Energi Jadi Fokus Utama
Kolonel (Inf) Yoyok Pramudia memimpin apel mewakili Korem 064/Maulana Yusuf. Ia menyampaikan amanat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen (TNI) Kosasih, yang menegaskan bahwa pengamanan objek vital energi membutuhkan langkah responsif dan terukur. Ia menilai gangguan kecil saja bisa berdampak besar pada ketahanan energi nasional.

Karena itu, Kosasih meminta koordinasi antar-unsur terus diperkuat. Selain itu, ia menegaskan pentingnya evaluasi berkala untuk menghadapi ancaman fisik, sabotase, tindak kriminal, kecelakaan industri, hingga serangan berbasis teknologi.
PET Tegaskan Komitmen Keamanan dan Keandalan
Direktur Utama Pertamina Energy Terminal, Bayu Prostiyono, mengatakan apel ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar tertinggi dalam keselamatan dan keamanan operasi. Ia menegaskan bahwa tim PET harus siap menghadapi risiko di lapangan, terutama di area strategis seperti Terminal LPG Tanjung Sekong.
Menurut Bayu, sinergi antara Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), unit operasi, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lain penting untuk menjaga rantai pasok energi nasional tetap stabil. Karena itu, PET terus memperkuat kompetensi petugas, memperbarui sistem pengamanan, dan memastikan peralatan tetap siap digunakan.
Pengecekan Menyeluruh di Area Strategis
Selama apel, petugas memeriksa kesiapan personel, peralatan, serta prosedur mitigasi risiko. Selain itu, seluruh unit operasi PET mengikuti simulasi respons cepat untuk memastikan keandalan operasional.
Direktur Utama PET menilai kegiatan ini krusial untuk mendukung ketahanan energi nasional. Dengan peningkatan kesiapsiagaan, distribusi energi diharapkan tetap berjalan tanpa hambatan.
PT Pertamina Energy Terminal berada di bawah Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina Group dan bertanggung jawab atas pengelolaan terminal energi strategis seperti elpiji, BBM (Bahan Bakar Minyak), dan produk turunannya.
“Melalui apel ini, perusahaan ingin memastikan seluruh lini operasional mampu beradaptasi dengan dinamika tantangan keamanan dan tetap mendukung kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah”, ujar Bayu.
(MR-01)






