Mataredaksi.com, BOGOR – Crystal Palace akan menghadapi Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Premier 2025/2026 akhir pekan ini, tepatnya Minggu (22/2/2026) malam pukul 21.00 WIB, di Stadion Selhurst Park. Namun sorotan utama justru mengarah kepada Oliver Glasner yang menghadapi tekanan besar akibat performa tim yang terus menurun.
Pelatih asal Austria itu secara terbuka mengakui belum mampu mengangkat performa Crystal Palace. Ia bahkan menyebut dirinya belum cukup baik untuk menghentikan kemerosotan yang dialami The Eagles musim ini.
Tekanan Meningkat Jelang Akhir Musim
Manajemen Crystal Palace sebelumnya mengumumkan kepindahan Marc Guéhi ke Manchester City. Dalam konferensi pers yang sama, Glasner juga memastikan dirinya akan meninggalkan klub saat kontraknya berakhir pada akhir musim.
Namun hasil buruk mempercepat tekanan terhadapnya. Crystal Palace hanya meraih satu kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Rangkaian hasil itu memicu kekecewaan sebagian suporter.
Pada leg pertama babak play-off UEFA Conference League 2025/2026 melawan HŠK Zrinjski Mostar, Palace hanya mampu bermain imbang. Seusai pertandingan di Stadion Bijeli Brijeg, sejumlah pendukung tandang meneriakkan tuntutan agar Glasner mundur.
Gol Pembuka – Penyerang Crystal Palace, Ismaïla Sarr mencetak gol pembuka pada laga leg pertama babak play-off UEFA Conference League 2025/2026 melawan HŠK Zrinjski Mostar, di Stadion Bijeli Brijeg, Jumat (20/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CPFC)
Oliver Glasner menanggapi situasi tersebut dengan nada realistis. “Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan”, ujarnya dilansir Mataredaksi dari laman resmi klub, Sabtu (21/2/2026).
Pelatih kelahiran Salzburg, Austria, 51 tahun menegaskan bahwa dirinya tetap fokus mendukung para pemain dan mempersiapkan skuad menghadapi tim berjuluk The Wanderers.
Rekor Kandang Jadi Sorotan
Crystal Palace gagal memanfaatkan laga kandang dalam beberapa pekan terakhir. Tim ini belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan kandang terakhir Liga Premier, dengan tiga hasil imbang dan lima kekalahan.
Catatan tersebut menjadi rekor terburuk klub di kasta tertinggi sejak musim 1997-1998. Situasi ini membuat The Glaziers (julukan sebelumnya) turun ke posisi ke-13 klasemen. Jarak delapan poin dari zona degradasi belum sepenuhnya aman, terutama karena West Ham United mulai menunjukkan peningkatan performa.
Merayakan – Penyerang Crystal Palace, Ismaïla Sarr merayakan dengan rekan setimnya usai mencetak gol pada laga leg pertama babak play-off UEFA Conference League 2025/2026 melawan HŠK Zrinjski Mostar, di Stadion Bijeli Brijeg, Jumat (20/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CPFC)
Glasner Ambil Tanggung Jawab Penuh
Oliver Glasner tidak menyalahkan faktor eksternal. Ia secara tegas mengakui tanggung jawab atas kondisi tim. “Saya selalu realistis. Kami tidak berada dalam momen terbaik, dan saya bertanggung jawab atas semuanya”, katanya.
Ia mengakui belum mampu menggantikan peran pemain penting seperti Marc Guéhi, Eberechi Eze, dan Michael Olise yang meninggalkan klub. Ia juga mengakui belum berhasil membantu pemain baru beradaptasi dengan sistem permainan.
“Saat ini saya belum cukup baik untuk menggantikan pemain yang kami jual dan belum cukup baik mengintegrasikan pemain baru”, tegas Oliver Glasner.
Meski demikian, Glasner mengingatkan bahwa timnya sempat mencatat pencapaian positif, termasuk tampil di kompetisi Eropa dan meraih dua trofi dalam periode sebelumnya.
Kini laga melawan Wolves menjadi momentum penting bagi Crystal Palace. Glasner membutuhkan kemenangan untuk meredakan tekanan sekaligus membuktikan bahwa timnya masih mampu bersaing di Liga Premier musim ini. (MR-02)






