Gasperini Sebut AS Roma Tak Beruntung Kalah dari Udinese, Sambut Malen dan Zaragoza

Berikan Instruksi – Gian Piero Gasperini memberikan instruksi kepada pemain AS Roma saat menghadapi Udinese Calcio pada pekan ke-23 Serie A 2025/2026, di Bluenergy Stadium di Udine, Italia, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB. Gasperini menilai timnya tidak beruntung setelah kalah tipis 0-1 dari tuan rumah. (Sumber foto: Timothy Rogers/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai timnya tidak beruntung saat kalah tipis 0-1 dari Udinese Calcio pada laga pekan ke-23 Serie A Italia 2025/2026, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB.

Gol tunggal tuan rumah tercipta melalui tendangan bebas Jurgen Ekkelenkamp yang berbelok arah usai mengenai pagar hidup dan mengecoh kiper Mile Svilar di Bluenergy Stadium di Udine, Italia.

“Tidak pernah mudah bermain melawan Udinese”, ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia usai pertandingan. “Kami kurang presisi di sepertiga akhir. Beberapa sentimeter membuat perbedaan, dan gol yang kami kebobolan menunjukkan keberuntungan tidak berpihak kepada kami malam ini”.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Maduka-Okoye-save-1200x750.jpgGagalkan Peluang – Maduka Okoye kiper Udinese melakukan penyelamatan pada tembakan dari Donyell Malen penyera Roma selama pertandingan Serie A Italia, di Bluenergy Stadium di Udine, Italia, pada Selasa (3/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Timothy Rogers/Getty Images)

Performa Dinilai Tetap Positif

Meski pulang tanpa poin, Gasperini menilai performa Roma tidak sepenuhnya mengecewakan. Ia menyebut timnya tetap menunjukkan sikap kompetitif dan karakter kuat, terutama setelah menjalani rangkaian pertandingan dengan intensitas tinggi di berbagai ajang. “Kami pergi dengan kepala tegak dan dengan keinginan besar untuk terus meningkatkan diri”, katanya.

Roma sebenarnya memiliki dua peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu. Gol Bryan Cristante dianulir karena offside, sementara sepakan jarak dekat Gianluca Mancini hanya berujung penyelamatan gemilang dari kiper Udinese, Maduka Okoye, tepat di garis gawang.

Laga Ketat dan Minim Peluang

Menanggapi minimnya peluang bersih yang tercipta sepanjang laga, Gasperini menilai pertandingan berlangsung sangat tertutup. Menurutnya, rapatnya pertahanan Udinese membuat Roma kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Bryan-Cristante-goal.jpgGol Dianulir – Bryan Cristante gelandang AS Roma mencetak gol selama pertandingan Serie A melawan Udinese Calcio pada Selasa (3/2/2026), di Bluenergy Stadium di Udine, Italia. Namun gol dianulir wasit karena menganggap ada pelanggaran. (Sumber foto: Timothy Rogers/Getty Images)

“Ini pertandingan yang sulit bagi kedua tim. Mereka juga tidak banyak menciptakan peluang. Ketika ada lima atau enam pemain di dalam kotak penalti, tetap ada kesempatan, meski kami tidak mendapatkan hasil akhir yang kami inginkan”, ujarnya.

Evaluasi Bursa Transfer Januari

Di luar hasil pertandingan, Gasperini turut menyoroti aktivitas AS Roma di bursa transfer Januari. Giallorossi mendatangkan Donyell Malen, Robinio Vaz, serta Bryan Zaragoza dengan status pinjaman dari Bayern München, sementara Leon Bailey kembali ke Aston Villa sebelum masa peminjamannya berakhir.

“Pasar transfer sudah ditutup dan jelas tidak mudah untuk bergerak di bulan Januari”, kata Gasperini. “Kami mengalami banyak kesulitan sejak musim panas untuk mengisi beberapa peran yang kami butuhkan. Sekarang kami memiliki Malen dan Zaragoza, dan mereka pasti akan membantu tim”, lanjutnya.

Ia menjelaskan Roma juga memiliki sejumlah pemain muda yang diproyeksikan untuk jangka panjang. Namun, menurutnya, tuntutan klub saat ini berada pada level yang tinggi. “Mereka bagian dari masa depan, tetapi kami tidak bisa langsung menuntut mereka bersaing untuk ambisi sebesar ini”, ujarnya.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Udinese-Roma-Juan-Luca-Sacchi-1200x750.jpgProtes – (Sumber foto: Timothy Rogers/Getty Images)

Fokus Empat Besar dan Kondisi Skuad

Gasperini juga menekankan pentingnya kembalinya pemain inti yang masih menjalani pemulihan cedera. Ia menyebut Manu Koné dan Paulo Dybala sebagai figur kunci dalam skuad. “Mereka pemain penting. Tim ini tidak pernah menyerah dan selalu menunjukkan mental bertarung”, ucapnya.

Kekalahan dari Udinese membuat Roma turun ke posisi kelima klasemen sementara Serie A. Giallorossi kini tertinggal dua poin dari Juventus di peringkat keempat. Dalam tiga laga kompetitif terakhir, Roma hanya meraih dua hasil imbang, masing-masing melawan AC Milan di liga dan Panathinaikos di Liga Europa, sebelum kalah di Udine.

Menurut Gasperini, kondisi tersebut menuntut konsistensi yang lebih tinggi. Ia meminta para pemain tetap fokus pada proses dan tidak larut dalam kekecewaan. “Musim masih panjang. Kami harus terus bekerja, memperbaiki detail kecil, dan menjaga intensitas permainan”, sambungnya.

Gasperini menegaskan AS Roma masih memiliki target jelas di sisa musim. Ia menilai margin poin di papan atas belum terlalu jauh dan meminta timnya merespons kekalahan ini dengan performa yang lebih tajam pada laga berikutnya.

Ia juga menyinggung padatnya kalender pertandingan yang dinilai berdampak langsung pada kebugaran pemain. “Sekarang ada lebih banyak pertandingan dan lebih banyak turnamen. Hampir semua cedera terjadi saat pertandingan. Ketika Anda bermain lebih sering, risikonya juga lebih besar. Itu soal probabilitas statistik”, pungkas Gasperini. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *