Mataredaksi.com, BOGOR – Como 1907 memastikan tempat di semifinal Coppa Italia 2025/2026 untuk pertama kalinya dalam 40 tahun setelah menyingkirkan Società Sportiva Calcio Napoli asuhan Antonio Conte melalui adu penalti 7–6, menyusul hasil imbang 1–1, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.
Laga perempat-final yang dimainkan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples ini menegangkan hingga babak kematian mendadak sebelum Stanislav Lobotka gagal menuntaskan tugasnya dari titik putih.
Kondisi Skuad dan Susunan Pemain
Napoli datang dengan kondisi pincang. Scott McTominay absen setelah laga kontroversial melawan Genoa CFC, sedangkan David Neres, Giovanni Di Lorenzo, André-Frank Zambo Anguissa, Billy Gilmour, dan Kevin De Bruyne masih cedera. Pelatih Antonio Conte menurunkan Elif Elmas di lini tengah, dan Giovane Santana mendapat start pertama. Vanja Milinković-Savić kembali menjaga gawang.
Como asuhan Cesc Fàbregas memanfaatkan jeda istirahat setelah laga Serie A mereka melawan AC Milan dijadwal ulang. Tim ini bermain imbang 0–0 melawan Napoli di liga pada November lalu dan kali ini tampil lebih berani sejak menit awal.
Babak Pertama
Jayden Addai langsung mengancam gawang Napoli dengan lob ambisius yang hanya mendarat di atas jaring. Jean Butez berlari keluar dari sarangnya dan menyapu bola saat Rasmus Højlund lolos dari jebakan offside. Napoli membalas tekanan, tetapi Juan Jesus memblok tembakan Álex Valle dengan sempurna setelah Valle melewati Pasquale Mazzocchi dan masuk ke kotak penalti.
Martin Baturina membuka skor dari titik putih setelah Ivan Smolčić dijatuhkan Matias Olivera di kotak penalti. Ia menempatkan bola ke sudut bawah gawang, di luar jangkauan Milinković-Savić, meski sebelumnya sempat gagal mengeksekusi penalti di beberapa kesempatan musim ini.
Napoli hampir mendapat keuntungan ketika Jacobo Ramón menjatuhkan Rasmus Højlund tepat di luar kotak penalti. Wasit meninjau insiden ini melalui Video Assistant Referee (VAR), tetapi tetap memberikan kartu kuning.
Babak Kedua dan Kontroversi
Napoli menyamakan skor hanya 60 detik setelah babak kedua dimulai. Antonio Vergara memanfaatkan bola dari lingkar tengah yang seharusnya mengarah ke Giovane Santana, melesat ke depan, dan menaklukkan Jean Butez dalam satu lawan satu.
Kontroversi muncul lagi ketika Ramón menjatuhkan Rasmus Højlund di tepi kotak penalti, nyaris mendapat kartu kedua. Fàbregas menenangkan rekan-rekannya, sementara Antonio Conte terlihat frustrasi di pinggir lapangan.
Stanislav Lobotka dan kawan-kawan menekan lebih agresif, tetapi Højlund menyundul tipis melebar dari umpan silang Sam Beukema. Nicolás Paz Martínez membersihkan sundulan Amir Rrahmani tepat di garis.
Como mendapat peluang lewat Anastasios Douvikas, tetapi ia gagal memaksimalkan tendangan bebas Lucas Da Cunha. Mërgim Vojvoda memaksa Milinković-Savić melakukan penyelamatan gemilang di tiang dekat. Waktu normal berakhir dengan skor tetap 1–1.
Adu Penalti
Como dan Napoli memasuki adu penalti. I Lariani datang dengan reputasi buruk dari titik putih, sedangkan Vanja Milinković-Savić dikenal sebagai kiper terbaik liga dalam situasi ini. Romelu Lukaku melepaskan tembakan melebar, sementara Baturina sukses menaklukkan kiper Napoli. Tendangan Máximo Perrone sempat ditepis.
Drama mencapai puncak di babak kematian mendadak. Bola hasil penalti Napoli sempat membentur mistar dan punggung Butez sebelum masuk. Ketegangan memuncak hingga Butez akhirnya menepis tendangan Lobotka, memastikan kemenangan 7–6 bagi klub milik Djarum Group ini.
Reaksi dan Semifinal
Para pemain Como merayakan kemenangan bersejarah dengan penuh emosi. Setelah 40 tahun menunggu, klub yang berasal dari Danau Como tersebut kembali ke semifinal dan akan menghadapi Inter Milan. Malam di Naples menjadi saksi bahwa kejutan masih hidup dalam sepak bola Italia. (MR-02)






