Fàbregas Ungkap Pesan Kunci untuk Como Sebelum Adu Penalti Lawan Napoli

Meluapkan Emosi – Kiper Como 1907, Jean Butez, merayakan dengan penuh luapan kegembiraan bersama rekan setimnya usai mencatat penyelamatan penentu dalam adu penalti melawan SSC Napoli pada perempat final Coppa Italia 2025/2026 di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membawa I Lariani ke semifinal untuk pertama kalinya dalam empat dekade dan akan menantang Inter Milan. (Sumber foto: X/@Como_1907)

Mataredaksi.com, BOGOR – Cesc Fàbregas mengungkapkan pesan penting yang ia sampaikan kepada para pemain Como 1907 sebelum adu penalti melawan SSC Napoli, yang akhirnya mengantar klub tersebut ke semifinal Coppa Italia 2025/2026, Rabu (11/2/2026) WIB. “Saya pernah berada di posisi mereka”, ujarnya.

Como 1907 memastikan tempat di semifinal setelah menyingkirkan Napoli lewat adu penalti kematian mendadak, usai bermain imbang 1-1 di Stadio Diego Armando Maradona. I Lariani kini akan menghadapi Inter Milan, mengulang pencapaian bersejarah yang terakhir mereka raih pada 1986, saat juga menyingkirkan juara bertahan Serie A.

Empat dekade menunggu akhirnya terbayar di Naples. Bagi klub yang lebih sering berjuang di kasta bawah sepak bola Italia, malam itu menjadi bukti bahwa proyek muda Fàbregas mulai menunjukkan arah yang jelas.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Cesc-Fabregas-1024x683.jpg

Martin Baturina membuka keunggulan lewat titik penalti sebelum turun minum, sementara Antonio Vergara menyamakan kedudukan hanya beberapa saat setelah babak kedua dimulai. Laga kemudian berjalan semakin intens, dengan kedua tim saling menekan hingga peluit panjang berbunyi.

“Ini pencapaian bersejarah dan momen yang sangat positif, tetapi kami punya pertandingan penting pada hari Sabtu. Kami harus menahan euforia sampai akhir musim”, kata Fàbregas kepada Sport Mediaset dilansir Mataredaksi.

Ia mengakui sulit meredam adrenalin setelah laga dramatis tersebut. “Kami mendengarkan musik selama 10 menit di ruang ganti, lalu langsung mulai fokus ke pertandingan akhir pekan. Kami ingin tiga poin”.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Como-celebrate-1024x683.jpg

Keputusan Krusial di Tengah Kontroversi

Fàbregas juga mengambil keputusan cepat ketika Jacobo Ramón lolos dari kartu kuning kedua setelah melanggar Rasmus Højlund di luar kotak penalti pada menit ke-50. Pelatih asal Spanyol itu tidak menunggu risiko membesar. Ia segera menarik bek muda tersebut.

“Dia hampir pasti akan diusir pada pelanggaran berikutnya. Dia baru 20 tahun dan ini musim profesional penuh pertamanya. Anak muda sering tidak merasakan tekanan, tapi kadang terlalu bebas. Saya harus menggantinya, karena bermain dengan 10 orang di situasi itu akan sangat sulit”.

Langkah tersebut menunjukkan kematangan Fàbregas sebagai pelatih. Ia tidak hanya berpikir tentang satu momen, tetapi membaca dinamika pertandingan secara keseluruhan.

Dalam adu penalti, Romelu Lukaku gagal mengeksekusi dengan baik, sementara Jean Butez menepis tendangan Stanislav Lobotka pada fase kematian mendadak. Di sisi lain, Vanja Milinković-Savić juga sempat menggagalkan upaya Máximo Perrone, menjaga asa Napoli tetap hidup sebelum akhirnya pupus.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Martin-Baturina-celebrate.jpg

Filosofi Bermain dan Realitas sebagai Klub Kecil

Fàbregas menilai timnya tampil solid di babak pertama, tetapi kehilangan sedikit kontrol setelah jeda. “Kami perlu meningkatkan beberapa hal. Ini bukan pertama kalinya kami kehilangan intensitas di babak kedua”.

Ia menegaskan Como datang ke Naples bukan untuk sekadar bertahan dan menunggu kesalahan lawan. “Sejak awal kami ingin bermain di kaki depan. Kami menyesuaikan pendekatan defensif karena kualitas pemain Napoli bisa menghukum ruang sekecil apa pun”.

Menurutnya, untuk bersaing di Serie A, tim membutuhkan striker dengan level seperti Højlund. “Dia sangat bagus dan memberi tekanan konstan”.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Romelu-Lukaku-no.jpg.webp

 

Meski Napoli dihantam cedera, Fàbregas mengingatkan bahwa Como juga menghadapi masalah serupa sepanjang Januari dan Februari. Dengan skuad berusia rata-rata 22 tahun, ia tetap menuntut keberanian.

“Kami bahkan beralih ke lima bek selama beberapa menit. Jangan lupa, kami adalah Como. Kami klub kecil di kompetisi ini. Dalam momen tertentu, kami harus realistis dan tahu kapan mengunci permainan”.

Pesan Mentalitas Sebelum Adu Penalti

Menjelang adu penalti, Fàbregas memilih pendekatan psikologis yang berbeda. “Saya mengatakan kepada mereka untuk menikmati pengalaman ini. Banyak dari mereka belum pernah merasakannya. Keyakinan itu penting, tapi menikmati momen juga penting”.

Ia membagikan perspektif dari kariernya sebagai pemain top Eropa. “Saya pernah berada di sisi tim besar yang diharapkan menang. Tekanan itu bisa memunculkan rasa takut. Dalam situasi seperti ini, justru tim yang dianggap kecil bisa bermain lebih bebas”.

NAPLES, ITALIA – 10 FEBRUARI: Antonio Vergara dari SSC Napoli merayakan dengan rekan setimnya Pasquale Mazzocchi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Coppa Italia antara SSC Napoli dan Como 1907 di Stadio Diego Armando Maradona pada 10 Februari 2026 di Naples, Italia. (Foto oleh Francesco Pecoraro/Getty Images)

Ia juga menyebut keberuntungan kecil berpihak pada Como saat mendapat giliran pertama dalam undian penalti.

Fàbregas memuji kontribusi para pemain muda serta kepemimpinan senior seperti Alberto Moreno dan Álvaro Morata. “Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja. Ini kemenangan ketiga beruntun kami, tapi perjalanan masih panjang”.

Semifinal Coppa Italia akan berlangsung dua leg, kandang dan tandang. Selain duel Como kontra Inter dalam Derby Lombardy yang sarat gengsi, semifinal lain mempertemukan Atalanta dengan Bologna atau Lazio.

Bagi Como 1907, ini bukan sekadar semifinal. Ini adalah pernyataan bahwa klub kecil pun bisa bermimpi besar—asal berani bermain dan percaya pada proses. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *