Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, tak mampu menyembunyikan emosinya setelah timnya menyingkirkan Barcelona dari ajang Liga Champions UEFA 2025/2026.
Atlético memang harus mengakui keunggulan Barcelona 1-2 pada leg kedua perempat final di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Namun, kemenangan 2-0 pada leg pertama cukup untuk mengantar Los Rojiblancos melaju dengan agregat 3-2.
Keberhasilan ini sekaligus memperpanjang dominasi Atlético atas Barcelona di fase gugur Liga Champions. Dalam tiga pertemuan di babak perempat final—musim 2013/2014, 2015/2016, dan kini 2025/2026—tim asal Madrid selalu keluar sebagai pemenang.
Menariknya, Diego Simeone menjadi sosok di balik seluruh keberhasilan tersebut. Ia terus menjaga konsistensi timnya di level tertinggi Eropa selama lebih dari satu dekade.
“Sudah 14 tahun perjalanan ini. Jujur, saya merasa sangat terharu melihat tim ini tetap bersaing”, ujar Simeone seperti dikutip Mataredaksi dari laman resmi UEFA.
Ia menegaskan bahwa timnya berkali-kali harus membangun ulang skuad. Meski demikian, Atlético selalu mampu kembali bersaing di papan atas.
“Kami mengganti banyak pemain dan memulai lagi dari nol beberapa kali. Namun, kami tetap bisa kembali ke empat besar Eropa”, lanjutnya.
Simeone juga menilai timnya tampil solid, terutama di babak pertama. Meski sempat melakukan kesalahan individu, Atlético mampu merespons dengan cepat dan kembali mengendalikan permainan.
Menurutnya, perubahan strategi di babak kedua memberi dampak besar. Pergantian pemain menghadirkan energi baru, sementara Barcelona perlahan kehilangan ritme permainan.
Sejak menangani Atlético pada Desember 2011, Simeone sudah membawa timnya empat kali mencapai semifinal Liga Champions. Dari tiga kesempatan sebelumnya, ia dua kali mengantar tim ke final, meski belum berhasil meraih trofi.
Pada babak semifinal musim ini, Atlético Madrid akan menghadapi pemenang duel antara Arsenal dan Sporting Clube de Portugal. (MR-01)






