Hertha BSC Susah Payah Singkirkan Preußen Münster Lewat Adu Penalti

DFB-Pokal 2025/2026

MOMEN penentuan: Sebastian Grönning (kanan) mengonversi penalti kemenangan Hertha Berlin, sementara kiper Johannes Schenk (Preußen Münster) gagal membendung arah bola pada pertandingan babal pertama Piala DFB Jerman, di Stadion Preußen, Minggu (18/8/205) malam WIB. (Sumber Foto: Friso Gentsch/dpa | Friso Gentsch)

Mataredaksi.com, JAKARTA – Hertha BSC memastikan tiket ke babak kedua DFB-Pokal 2025/2026 setelah mengalahkan Preußen Münster melalui adu penalti. Bermain di Stadion Preußen, Minggu (18/8/2025) malam waktu setempat, tim asal Berlin menang 5-3 setelah 120 menit tanpa gol.

Diselamatkan Tjark Ernst

Hertha tampil buruk di babak pertama. Münster mendominasi dengan sederet peluang emas, namun kiper Hertha, Tjark Ernst, tampil gemilang. Penjaga gawang berusia 22 tahun itu menggagalkan peluang Marvin Schulz, Etienne Amenyido, hingga Joshua Mees.

Pada babak kedua, permainan Hertha sedikit membaik setelah pergantian pemain. Meski begitu, serangan mereka tetap tumpul. Justru Münster yang nyaris unggul lewat Charalambos Makridis dan Yassine Bouchama, tetapi penyelesaian akhir mereka masih melebar.

Lanjut ke Perpanjangan Waktu

Di menit akhir, Münster mendapat peluang emas melalui kapten Jorrit Hendrix. Namun, tembakannya tepat mengarah ke pelukan Ernst. Laga pun berlanjut ke perpanjangan waktu.

Hertha mencoba menguasai permainan, tapi gagal menciptakan peluang bersih. Fabian Reese sempat melepaskan tembakan di menit ke-120, namun juga tidak membuahkan hasil.

Adu Penalti Jadi Penentu

Adu penalti akhirnya menentukan. Makridis dari kubu Münster gagal setelah bola membentur mistar. Sebaliknya, seluruh eksekutor Hertha sukses mencetak gol. Hasil itu mengantar klub ibu kota melangkah ke babak kedua.

Fakta Menarik

Hertha hanya menguasai 30% bola sepanjang laga. Preußen Münster mendapat 10 tendangan sudut, Hertha tidak satu pun.

Ini menjadi adu penalti ke-13 bagi Hertha di ajang DFB-Pokal. Hertha mencatat rekor 23 kemenangan di ajang piala setelah melalui perpanjangan waktu, terbanyak dalam sejarah.

Kemenangan ini juga menjaga asa Hertha untuk bisa tampil di final DFB-Pokal yang akan digelar di Stadion Olimpiade Berlin, markas mereka sendiri.

Man of the Match

Tjark Ernst layak dinobatkan sebagai pemain terbaik. Tanpa refleks dan ketenangannya, Hertha hampir pasti tersingkir lebih cepat. Penampilan ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dibanding debutnya melawan Schalke di liga. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *