Inter Milan Cetak Lima Gol, Chivu Ingatkan Nerazzurri Belum Sempurna

Intensitas Permainan – Pelatih kepala FC Inter Milan, Cristian Chivu, saat menyampaikan keterangannya dalam konferensi pers usai kemenangan 5-3 atas Udinese Calcio pada pekan keempat Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Selasa (15/9/2026) WIB. Chivu menyoroti keberanian I Nerazzurri mengambil risiko dan menjaga intensitas permainan setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol. (Sumber foto: @Inter_Xtra/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Football Club Inter Milan kembali menunjukkan karakter pantang menyerah setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Udinese Calcio dengan skor 5-3 (2-2) pada pekan keempat Serie A Italia 2026/2027, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Selasa (15/9/2026) WIB.

Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua beruntun I Nerazzurri di Serie A Italia. Sebelumnya, Inter Milan juga tertinggal 0-2 dari Società Sportiva Calcio Napoli sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Saat menghadapi Udinese, Inter kembali harus mengejar setelah kebobolan dua gol pada fase awal pertandingan. Namun, pasukan Cristian Chivu mampu merespons dengan mencetak lima gol dan mengamankan tiga poin melalui pertandingan yang berjalan dengan intensitas tinggi.

Chivu menilai situasi seperti itu menjadi bagian dari sepak bola modern. Menurutnya, Inter memang memiliki kekuatan menyerang yang besar, tetapi permainan dengan tempo tinggi juga membawa konsekuensi berupa ruang dan risiko yang harus mereka kelola.

Chivu Puji Reaksi Inter Milan

Chivu mengakui 25 menit pertama menjadi periode sulit bagi Inter. Ia melihat timnya tidak tampil dengan energi yang diharapkan, sementara Udinese mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk memberikan tekanan.

“Ini adalah kualitas kami dan apa yang kami tahu bagaimana melakukannya. Kami bisa mencetak banyak gol dan mempertahankan level tinggi”, kata Chivu kepada Sky Sport Italia dilansir Mataredaksi.

“Jadi, terlepas dari 25 menit pertama ketika kami mencoba melakukan hal-hal tertentu tanpa energi yang tepat, Udinese melakukannya dengan baik untuk memanfaatkan sikap kami”, lanjut Chivu.

Pelatih asal Rumania itu tetap mengapresiasi respons para pemain setelah Inter berada dalam tekanan. Ia menilai timnya mampu menjaga fokus dan terus mencari jalan untuk kembali ke pertandingan.

“Kami melakukannya dengan baik untuk bereaksi. Kami tetap dalam permainan dan tidak ingin kalah. Saya senang dengan itu”, ujarnya.

Chivu juga mengakui masih ada bagian permainan yang harus dievaluasi. Menurutnya, pertandingan Liga Champions UEFA melawan Real Madrid Club de Fútbol pada pertengahan pekan sebelumnya turut menguras energi pemain.

“Saya juga perlu menganalisis apa yang tidak berhasil dan apa yang mungkin tidak dapat saya sampaikan kepada tim. Saya agak mengharapkannya karena Liga Champions benar-benar menguras energi Anda”, ungkapnya.

Inter Punya Ketajaman dan Risiko

Produktivitas Inter menjadi salah satu catatan positif dalam kemenangan atas Udinese. Hasil tersebut membuat I Nerazzurri untuk keempat kalinya sepanjang 2026 mencetak sedikitnya lima gol dalam satu pertandingan Serie A Italia.

Namun, Inter juga masih menghadapi persoalan di lini belakang. Tim asuhan Chivu telah kemasukan delapan gol dalam empat pertandingan liga musim ini. Catatan itu menjadi perhatian karena Inter terus memainkan sepak bola dengan intensitas tinggi.

Chivu Akui Risiko Permainan Inter

“Jika saya tidak mengatakan saya khawatir, maka saya bukan pelatih. Ini adalah sepak bola modern. Ada banyak intensitas, lawan kami membawa kami dan saya suka cara bermain ini, bahkan jika itu berarti mengambil risiko”, kata Chivu.

Mantan pelatih Parma Calcio 1913 itu justru melihat proses terciptanya gol kedua Inter Milan sebagai contoh positif dari agresivitas timnya. Inter merebut kembali bola dengan cepat sebelum membangun serangan yang berujung pada perubahan skor menjadi 2-2.

Rebut Bola Jadi Kunci

“Saya menyukai gol untuk 2-2 yang dipicu dengan memenangkan kembali bola dengan cepat. Kami tidak sempurna. Kami tahu bahwa kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan area di mana kami perlu meningkatkan”, ujarnya.

Chivu Tak Ingin Terjebak Masa Lalu

Inter Milan memang pernah kalah dari Udinese Calcio di kandang pada musim lalu. Namun, allenatore bernama lengkap Cristian Eugen Chivu tersebut tidak ingin hasil tersebut menjadi patokan untuk menilai perkembangan timnya saat ini.

Kekalahan Lama Bukan Ukuran

“Yah, kita semua sudah berusia dalam setahun… Kami kalah dalam pertandingan itu dan tidak dapat membalikkannya, jadi itu berubah”, ucap Chivu sambil tersenyum.

Allenatore berusia 45 tahun itu juga tidak ingin dua trofi yang Inter raih sebelumnya membuat tim terlena. Ia meminta para pemain melihat musim baru sebagai tantangan berbeda dan terus berkembang tanpa meninggalkan identitas permainan.

“Terlalu mudah untuk mengatakan bahwa sejak itu kami telah menambahkan dua trofi, bahkan jika itu benar. Tetapi itu tidak lagi diperhitungkan karena ini adalah masa lalu dan ini adalah musim baru. Kami memiliki enam poin lagi setelah empat putaran, jadi kami berusaha untuk meningkatkan tanpa kehilangan identitas kami”, paparnya.

Kedalaman Skuad Jadi Kekuatan

Inter meraih kemenangan atas Udinese ketika beberapa pemain utama tidak berada dalam kondisi ideal. Chivu memberi waktu istirahat kepada Lautaro Martínez, sedangkan Hakan Çalhanoğlu dan Djed Spence absen karena cedera.

Chivu Maksimalkan Rotasi

John Stones juga meninggalkan lapangan setelah sekitar satu jam dalam penampilan perdananya untuk klub. Kondisi tersebut membuat Chivu harus memaksimalkan pilihan yang tersedia. Ia ingin menambah opsi rotasi agar setiap pemain tetap memiliki peran penting sepanjang musim.

“Kami bertujuan untuk menambah elemen baru dan meningkatkan opsi rotasi skuad untuk menjaga semua orang tetap penting. Saya melihat Mkhitaryan dari awal, Ange-Yoan Bonny mencetak gol dan saya senang. Dejan Stanković berhasil mendapatkan waktu bermain juga”, kata Chivu.

Banyaknya pilihan pemain juga memberi Chivu persoalan positif ketika menentukan susunan sebelas pemain utama.

Banyak Pilihan Jadi Tantangan Positif

“Saya sedikit khawatir bahwa saya tidak bisa memainkan Petar Sučić dan Yann Aurel Bisseck hari ini. Tetapi itu karena klub mengumpulkan skuad yang bagus sehingga memberi saya kekhawatiran harus memilih XI. Kami memiliki lebih banyak pilihan dan kekuatan secara mendalam”, sambungnya.

Menanti Pertarungan Melawan AS Roma

Kemenangan atas Udinese langsung membawa Inter menuju tantangan besar berikutnya. I Nerazzurri akan menghadapi AS Roma yang ditangani Gian Piero Gasperini di Stadio Olimpico pada Sabtu.

Pertandingan tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi rekor 100 persen setelah empat putaran. Chivu melihat duel itu sebagai ujian penting bagi Inter sebelum para pemain menjalani tugas internasional.

Chivu Bicara soal Tim Sempurna

“Sebagai pemain dan pelatih, saya belum pernah melihat tim sepak bola yang sempurna. Kita harus mencoba melakukan yang terbaik dan mempertahankan identitas kita, karena nilai-nilai dan prinsip-prinsip kita, baik taktis maupun manusia”, tutur Chivu.

Menurut Chivu, keseimbangan menjadi kunci agar Inter tetap agresif tanpa kehilangan struktur permainan. Sejumlah pemain juga belum menjalani pramusim secara penuh sehingga mereka masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik.

“Menemukan keseimbangan yang tepat adalah kuncinya, melakukan hal-hal tertentu tanpa kehilangan identitas kelompok ini”, ujarnya.

“ Beberapa pemain tidak memiliki pramusim penuh dan perlu mendapatkan bentuk. Kami mencoba untuk mendapatkan mereka semua bermain untuk membantu proses itu. Kami tahu risiko yang terlibat dalam hal itu”, ucapnya.

Jeda Internasional Menanti

Chivu menyadari duel melawan AS Roma menjadi laga penting sebelum jeda panjang untuk agenda internasional. Setelah pertandingan itu, sebagian besar pemain akan meninggalkan klub untuk memenuhi panggilan tim nasional sehingga aktivitas latihan Inter ikut berubah.

“Jelas, ini adalah pertandingan penting sebelum jeda panjang untuk tugas internasional, ketika saya pikir saya akan ditinggalkan dengan sekitar tiga pemain dalam latihan”, tandasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *