Mataredaksi.com, BOGOR – Società Sportiva Lazio meraih tiga poin penting dengan kemenangan 3-0 atas Genoa Cricket dan Football Club pada pekan kelima lanjutan Serie A Italia 2025/2026, Selasa (30/9/2025) dini hari WIB, berkat penampilan cemerlang Matteo Cancellieri, Mattia Zaccagni, dan Taty Castellanos.
Meski tuan rumah mendominasi sebagian besar laga, S.S Lazio tetap tangguh dan disiplin dalam formasi 4-2-3-1, pilihan pelatih akibat krisis cedera yang membekap tim.
Cancellieri Buka Keunggulan dengan Gol Cepat
Le Aquile (Si Elang) julukan SS Lazio memulai pertandingan dengan tekanan tinggi. Usaha mereka membuahkan hasil ketika Taty Castellanos memberikan umpan matang kepada Cancellieri. Pemain muda Italia itu menceploskan bola melewati kiper Genoa, Nicola Leali, ke pojok atas gawang. Gol ini memberi Biancocelesti masih julukan Lazio keunggulan awal.
Genoa mencoba bangkit, mendapat dukungan dari suporter di Stadion Luigi Ferraris. Tim asuhan Patrick Vieira menciptakan beberapa peluang setengah matang, tapi pertahanan Lazio menahan semua serangan mereka.
Castellanos Gandakan Keunggulan
Ketika Genoa mulai menemukan ritme permainan, Castellanos menggandakan keunggulan Lazio lewat kerja sama apik dengan Adam Marušić . Sayangnya, Marušić mengalami cedera sehingga pelatih mengganti dia dengan Elseid Hysaj.
Genoa terus menekan menjelang turun minum. Mikael Egill Ellertsson dan Lorenzo Colombo mencoba mencetak gol, tapi kiper Lazio, Ivan Provedel, berhasil menahan tembakan mereka.
Zaccagni Tutup Laga dengan Gol Ketiga
Memasuki babak kedua, Genoa masih menekan pertahanan Lazio dan sempat mendapat peluang penalti. Namun, VAR (Video Assistant Referee) membatalkan keputusan itu.
Dengan 25 menit tersisa, Luca Pellegrini mengirim tendangan bebas ke dalam kotak. Perebutan bola di mulut gawang berhasil dimanfaatkan Zaccagni untuk mencetak gol ketiga. Lazio menutup pertandingan 3-0 dan memastikan tiga poin tetap di tangan mereka, sementara Genoa gagal menembus pertahanan lawan.
Cancellieri hampir menambah gol di menit akhir, tapi penyelesaian akhirnya kurang sempurna. Kemenangan ini menegaskan klinisnya Biancocelesti masih julukan Lazio dan menunjukkan potensi besar pemain muda mereka. (MR-02)






