Meningkatkan Produksi Migas
Mataredaksi.com, INDRAMAYU – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah arus transisi energi global. Komisi XII mencatat tren penurunan kinerja subsektor hulu migas, terlihat dari tidak tercapainya target lifting APBN pada 2023 dan 2024.
Meski begitu, capaian positif tercatat pada semester I 2025. Produksi migas mencapai 602 ribu BOPD dari target 605 ribu BOPD. Putri menilai ini sebagai sinyal optimisme untuk mencapai target 1 juta barel per hari pada 2030.
“Capaian ini menunjukkan bahwa peluang Indonesia mewujudkan produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar kaki kubik per hari bukan sekadar mimpi”, ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Agenda Transisi Energi Tetap Prioritas
Putri mengingatkan, keberhasilan produksi migas tidak boleh mengabaikan agenda transisi energi. “Subsektor migas masih menyumbang emisi karbon. Kita perlu kebijakan yang seimbang, berkelanjutan, dan ramah lingkungan”, jelasnya.
Ia menegaskan, kebutuhan energi migas untuk domestik harus terjamin, namun transisi menuju energi bersih juga harus berjalan. “Strategi kebijakan harus cermat, terintegrasi, dan visioner”, tambah Putri.
Penguatan Regulasi dan Investasi
Komisi XII saat ini tengah menyusun revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Putri menilai revisi ini penting untuk memperkuat daya saing sektor migas, memperbaiki iklim investasi, serta menjaga ketahanan energi nasional.
“Revisi UU Migas diharapkan menghadirkan aturan lebih adaptif, mendorong investasi baru, dan memperkuat pengelolaan migas agar tetap menjadi pilar ekonomi nasional”, ujarnya.
Menjaga Keseimbangan Energi dan Ekonomi
Putri menegaskan bahwa Komisi XII DPR RI berkomitmen mengawal kebijakan energi, memperkuat regulasi, dan mendorong investasi. Dengan demikian, sektor migas tetap mampu menopang ekonomi nasional sekaligus beradaptasi dengan era transisi energi.
“Sektor migas harus tetap jadi kekuatan bangsa, mendukung ekonomi, dan siap menghadapi tantangan energi global”, pungkasnya. (MR-03)






