Penjualan Rumah Subsidi di Cileungsi Bogor Melejit, 1.000 Unit Ludes dalam Sehari

Akad massal - Suasana akad kredit massal pada proyek Pesona Kahuripan 12, di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran proyek yang mencatat penjualan tinggi rumah subsidi. (Sumber foto: Dok. Pesona Kahuripan)

Mataredaksi.com, BOGOR – Permintaan rumah subsidi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat. Minat tinggi itu terlihat dari penjualan proyek Pesona Kahuripan 12 di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pengembang Pesona Kahuripan Group (PKG) menjual 1.000 unit hanya dalam satu hari saat peluncuran pada Minggu (12/4/2026). Angka ini menegaskan pasar hunian terjangkau masih kuat, terutama di sekitar ibu kota.

Penjualan Melonjak dalam Sehari

Pengembang tidak hanya menggelar seremoni. Mereka juga menjalankan akad kredit massal untuk ratusan debitur. Selain itu, tim melakukan survei serentak terhadap sekitar 1.000 calon pembeli yang sudah memesan unit.

Direktur Utama PKG, Angga Budi Kusuma, menyebut hasil ini melampaui target awal. Dari 1.500 unit yang disiapkan, kini hanya sekitar 100 unit yang masih tersedia.

Ia menilai tingginya minat pasar menunjukkan kebutuhan rumah subsidi masih besar. Permintaan terus naik seiring pertumbuhan penduduk dan terbatasnya hunian terjangkau.

“Minat masyarakat sangat tinggi. Kami langsung menggelar akad massal dan survei di hari yang sama. Ini menunjukkan kebutuhan hunian subsidi layak masih besar”, ujarnya dilansir Mataredaksi, Senin (13/4/2026).

Strategi Kawasan Dorong Penjualan

Lonjakan ini memperlihatkan rumah subsidi tetap menjadi pilihan utama. Banyak masyarakat mencari hunian dengan harga terjangkau dan fasilitas dasar yang memadai.

PKG mendorong penjualan melalui strategi pengembangan kawasan sejak awal. Mereka membangun infrastruktur dasar, membuka akses jalan, dan menyiapkan fasilitas sosial.

Selain itu, ekspansi sejak awal 2026 ikut mendongkrak kinerja penjualan. Dengan tambahan ini, total penjualan PKG pada semester pertama mendekati 4.000 unit.

Lokasi juga menjadi faktor penting. Kawasan Cileungsi memiliki akses ke Jakarta dan wilayah industri. Kondisi ini mendorong permintaan hunian terus tumbuh.

Dukungan Program dan Perbankan

Program pembangunan 3 juta rumah dari pemerintah ikut menggerakkan pasar. PKG melihat peluang untuk memperluas kontribusi di berbagai daerah.

Direktur Bank BTN, Hirwandi Gafar, menilai penjualan besar membantu membaca kebutuhan pasar. Data tersebut memudahkan pelaku industri memetakan permintaan secara lebih akurat.

Kualitas Jadi Perhatian Utama

Hirwandi menegaskan pengembang harus menjaga kualitas bangunan. Mereka perlu memastikan konstruksi kuat, struktur aman, dan lingkungan tetap layak.

“Selain jumlah penjualan, kualitas juga harus dijaga. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni”, kata Hirwandi.

Prospek Pasar Tetap Kuat

Pengembang melihat tren positif ini akan berlanjut. Permintaan rumah subsidi tetap tinggi karena kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap tahun. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *