Forum Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas
Mataredaksi.com, BOGOR – Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menggelar Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026 di Jakarta. Forum ini membahas penguatan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas di tengah tekanan industri energi global.
Pertamina mengumpulkan berbagai entitas dalam forum tersebut. Di antaranya Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, PHE OSES, dan Pertamina East Natuna. Selain itu, SKK Migas dan perbankan juga ikut terlibat dalam diskusi penguatan ekosistem migas nasional.
SCM Jadi Penghubung Utama Rantai Pasok
Dalam forum itu, penyelenggara menegaskan peran Supply Chain Management (SCM) sebagai penghubung antara perusahaan dan mitra kerja. Namun, industri masih menghadapi sejumlah tantangan.
Beberapa tantangan itu meliputi efisiensi proses, keterbukaan pengadaan, dan kesiapan mitra dalam memenuhi standar operasional yang ketat.
Mitra Kerja Punya Peran Strategis
Direktur Pertamina EP Regional Jawa, Rachmat Hidajat, menegaskan mitra kerja memegang peran penting dalam operasi migas. Ia menyebut kerja sama tidak hanya sebatas hubungan bisnis.
“Mitra kerja bagi kami bukan sekadar penyedia barang dan jasa, tetapi bagian penting dalam memastikan kelancaran operasi, keandalan fasilitas produksi, percepatan proyek, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan”, ujarnya seperti dikutip Mataredaksi, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, mitra ikut menentukan kelancaran operasi, keandalan fasilitas, hingga keselamatan kerja di lapangan. Karena itu, perusahaan terus mendorong standar kerja yang disiplin dan terukur.
Fokus Evaluasi dan Rencana Kerja 2026
Pada hari pertama, peserta forum membahas rencana kerja tahun 2026. Mereka juga mengevaluasi sistem pengadaan yang berjalan selama ini.
Di tengah tekanan ekonomi global, pelaku industri berupaya menjaga efisiensi. Namun, mereka tetap mempertahankan standar keselamatan dan kualitas proyek.
Selain itu, forum mendorong peran sektor perbankan dalam mendukung pembiayaan mitra kerja. Akses modal dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan proyek migas.
SKK Migas Dorong Digitalisasi Pengadaan
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkenalkan platform Indonesian Oil and Gas (IOG) e-Commerce dalam forum tersebut. Platform ini mendorong digitalisasi proses pengadaan di sektor migas.
Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi. Namun, pelaku usaha masih perlu menyesuaikan sistem dan kemampuan teknis mereka.
Talkshow Bahas Nilai Tambah SDA
Forum juga menghadirkan sesi diskusi dan talkshow. Sandiaga Uno turut memberikan pandangan tentang pengelolaan sumber daya alam.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) berbasis nilai tambah. Menurutnya, Indonesia harus memastikan manfaat ekonomi sumber daya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pelatihan dan Evaluasi Mitra di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, forum fokus pada peningkatan kapasitas mitra kerja. Pertamina memberikan pelatihan sistem rantai pasok dan keselamatan kerja.
Selain itu, penyelenggara melakukan Supplier Performance Review (SPR). Mereka juga memverifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari para mitra.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan
Vice President Supply Chain Management Pertamina EP Regional Jawa, Bayu Kusuma Tri Aryanto, menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menyebut industri migas tidak dapat berjalan sendiri.
Menurutnya, kerja sama dengan perbankan membantu memperkuat aktivitas usaha mitra. Dengan dukungan pembiayaan, rantai pasok dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan. (MR-01)






