Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Arne Slot tidak khawatir meski Alexander Isak belum menemukan keselarasan dengan Mohamed Salah setelah Liverpool kalah 2-1 dari Chelsea di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (4/10/2025) malam WIB.
Kekalahan pada matchday ketujuh lanjutan Liga Primer Inggris musim 2025/2026 ini membuat The Reds menderita tiga kekalahan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk Premier League dan Liga Champions UEFA 2025/2026 pada phase league.
Gol tunggal Estêvão Willian pada menit ke-95 memastikan kemenangan dramatis Chelsea, sementara Liverpool hanya mampu membalas melalui Cody Gakpo. Meski performa tim belum optimal, Slot yakin kerjasama Isak dan Salah akan membaik seiring waktu.
“Semakin sering mereka bermain bersama, mereka akan semakin terhubung. Kami harus tampil lebih baik di babak pertama”, ujar Slot dalam konferensi pers pasca-laga. “Kedua tim seharusnya bisa memenangkannya, tapi Chelsea yang berhasil”.
Performa Alexander Isak Masih Terkendala
Isak, pemain termahal asal Inggris, hanya mencatat satu tembakan bernilai 0,12 xG. Sundulannya di babak pertama setelah umpan silang Salah melebar di atas mistar gawang. Bersama Salah, Isak belum pernah mencetak gol di Premier League saat berada di lapangan bersamaan, namun Slot tetap optimistis.
Sementara itu, Salah menciptakan empat peluang untuk rekan setimnya, termasuk satu yang diarahkan ke Isak. Slot menekankan bahwa kedua pemain masih butuh waktu untuk memahami pola permainan masing-masing.
Masalah Pertahanan Liverpool Meningkat
Kekalahan ini menyoroti pertahanan Liverpool yang rapuh. Hingga pekan ketujuh, mereka telah kebobolan sembilan gol, tiga kali lebih banyak daripada Arsenal yang baru kebobolan tiga gol. Rekor buruk ini membuat The Gunners berada di puncak klasemen sementara.
Slot menilai tidak realistis menyarankan tim manapun dapat sepenuhnya menahan Chelsea, terutama dengan gaya menyerang yang agresif. “Mereka memiliki banyak pemain yang bisa diturunkan dari bangku cadangan. Tidak realistis mengharapkan mereka tidak bermain melalui tekanan”, jelas Slot.
Krisis Bek Tengah Terus Menjadi Tantangan
Liverpool memainkan sebagian besar babak kedua hanya dengan satu bek tengah yang berpengalaman. Ibrahima Konaté digantikan pada menit ke-56 dan langsung menuju terowongan, sementara Ryan Gravenberch mengisi posisi belakang.
Slot berharap Konaté tidak mengalami cedera serius karena Liverpool sudah kehilangan bek tengah baru Giovanni Leoni akibat cedera ligamen anterior. “Saya tidak tahu apakah itu cedera parah. Dia sedikit tertatih-tatih. Kami perlu menciptakan peluang dari posisi itu, dan Ryan cukup baik menangani situasi tersebut”, kata Slot.
Kesimpulan
Meskipun kekalahan ini menimbulkan tanda tanya, Slot tetap optimistis. Ia percaya kombinasi Salah-Isak akan lebih produktif dengan waktu bermain yang lebih sering. Liverpool harus memanfaatkan jeda internasional untuk memperbaiki koordinasi tim, memperkuat lini pertahanan, dan memastikan performa terbaik saat menghadapi lawan berikutnya. (MR-02)






