Conte Ledak di Napoli, Sindir Inter “Ciptakan Alibi” Usai Kemenangan 3–1

Antonio Conte melampiaskan emosinya usai Napoli menundukkan Inter Milan 3–1, dengan menuding mantan klubnya mencari alasan di balik kekalahan.

TITIK balik di Maradona – Kevin De Bruyne mengeksekusi penalti dengan ketenangan khasnya untuk membuka keunggulan SSC Napoli atas Inter Milan pada pertandingan pekan ke-8 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Gol di awal laga itu menjadi momentum yang menyalakan kembali semangat publik Naples dan menegaskan peran De Bruyne sebagai jenderal lapangan di era Antonio Conte. (Sumber foto: X/@sscnapoli)

Mataredaksi.com, BOGOR – Antonio Conte kembali menunjukkan api dalam dirinya. Pelatih Società Sportiva Calcio Napoli itu tak hanya memimpin timnya menang 3–1 atas Inter Milan pada matchday ke-8 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB, tapi juga melontarkan serangan verbal kepada mantan klubnya yang disebut “mencari alibi” atas kekalahan.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/10/Antonio-Conte-Napoli-Inter-instruction.jpgPELATIH kepala Napoli Antonio Conte memberi instruksi saat timnya menghadapi Inter Milan pada lanjutan Serie A di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Napoli menang 3–1 dan menandai malam emosional bagi Conte melawan mantan klubnya. (Sumber foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Tim tuan rumah membuka keunggulan lewat penalti Kevin De Bruyne pada menit ke-33. Namun, empat menit kemudian gelandang Belgia itu harus keluar lebih awal karena cedera hamstring dan duduk di bangku cadangan sambil bertopang kruk. Scott McTominay menggandakan keunggulan Napoli setelah menerima umpan André-Frank Zambo Anguissa.

Inter Milan sempat memperkecil skor melalui penalti Hakan Çalhanoğlu di menit ke-59, tetapi André-Frank Zambo Anguissa memastikan kemenangan dengan gol ketiga di penghujung laga bagi tuan rumah (66′).

Kemenangan ini menjadi pelampiasan sempurna setelah pekan sulit bagi Partenopei yang kehilangan banyak pemain inti. Conte menyebut timnya bermain dengan semangat luar biasa meski badai cedera menghantam.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/10/Napoli-Inter-touchline-scuffle.jpg.webpKAPTEN Inter Milan Lautaro Martínez beradu argumen dengan pelatih Napoli Antonio Conte, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Laga panas itu berakhir dengan kemenangan Napoli 3–1. (Sumber foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

“Kami kehilangan Stanislav Lobotka, Amir Rrahmani, Alex Meret, Rasmus Højlund,dan kini De Bruyne. Mungkin seseorang telah mengutuk kami, tapi kami tetap berjalan”, ujar Conte kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi.
“Inter Milan datang ke sini dengan tujuan membunuh kami secara olahraga, tapi kami tidak berniat mati”, lanjut Conte.

Tensi Panas dengan Lautaro di Pinggir Lapangan

Conte tampil penuh energi di pinggir lapangan. Ia kerap berteriak memberi instruksi dan bereaksi keras terhadap keputusan wasit. Ketegangan meningkat ketika ia terlibat adu gestur dengan kapten Inter Milan, Lautaro Martínez, hingga menerima kartu kuning.

Meski begitu, pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan tidak menyimpan dendam terhadap mantan anak asuhnya. “Saya membawa Scudetto ke Inter Milan setelah 10 tahun. Saya masih menyimpan kenangan indah, tapi mungkin saya tidak mengenal Lautaro dengan baik secara pribadi”, kata Conte dengan nada setengah bercanda.

Sindiran untuk Manajemen Inter

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/10/Cristian-Chivu-Napoli-Inter.jpgPELATIH kepala Inter Milan Cristian Chivu terlihat santai di pinggir lapangan pada laga Serie A melawan SSC Napoli di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Laga ini menjadi ujian berat pertama Chivu sejak resmi menukangi Inter, menggantikan Simone Inzaghi. (Foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Setelah laga berakhir, Conte menyoroti langkah Inter Milan yang mengutus Presiden Giuseppe Marotta berbicara kepada media untuk memprotes penalti pembuka. Ia menilai tindakan itu sebagai bentuk pelarian dari tanggung jawab.

“Mereka menciptakan alibi untuk pelatih dan pemain. Saya tidak akan membiarkan itu. Klub harus tahu kapan saatnya diam dan membiarkan orang-orang di lapangan yang berbicara”, tegas Conte.

Hasil ini membawa Napoli memimpin empat besar klasemen sementara Serie A dengan 18 poin. I Nerazzurri – julukan Inter Milan – tergusur ke peringkat tiga dengan 15 poin, tiga dua di belakang AC Milan yang berada di urutan kedua klasemen. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *