Mataredaksi.com, BOGOR –Perseteruan hingga menimbulkan ketegangan antara Cristian Chivu dan Antonio Conte berlanjut setelah SSC Napoli menaklukkan FC Internazionale dengan skor 3-1 di Stadio Diego Armando Maradona yang berakhir, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. Persaingan di lapangan ternyata masih panas hingga sesi konferensi pers.
Ketegangan Meledak di Pinggir Lapangan
Sejak menit awal, pertandingan berjalan keras. Para pemain Napoli dan Inter saling beradu fisik, bahkan sempat terjadi keributan di area teknis.
Insiden itu melibatkan Denzel Dumfries, Lautaro Martínez, dan staf pelatih Napoli. Situasi baru mereda setelah wasit memberikan peringatan keras kepada kedua kubu.
Sementara itu, usai pertandingan, Presiden Inter Giuseppe Marotta langsung menemui media. Ia mempersoalkan penalti awal yang dieksekusi Kevin De Bruyne dan menilai keputusan itu mengubah arah laga.
Namun, Antonio Conte menilai pernyataan itu tidak tepat karena, menurutnya, tindakan Marotta justru mengurangi kewibawaan pelatih di lapangan.
Conte Sentil, Chivu Menjawab Tegas
Sindiran Conte mendapat reaksi cepat dari Cristian Chivu. Dalam konferensi pers, pelatih asal Rumania itu menegaskan dirinya tidak tertarik pada perdebatan personal.
“Klub bebas mengambil langkah apa pun. Tugas saya hanya melatih dan menjaga konsistensi”, ujarnya dilansir Mataredaksi.
Chivu juga menyindir gaya kepemimpinan Conte yang kerap vokal. “Saya tidak perlu membuktikan seberapa hebat diri saya. Fokus saya hanya pada tim dan nilai-nilai kerja keras”, katanya.
Selain itu, ia menegaskan ingin mengubah pola pikir sepak bola Italia. “Saya tahu ini tidak mudah, tapi seseorang harus memulai. Terlalu banyak yang mengeluh setelah kalah, padahal seharusnya belajar memperbaiki diri”, ucapnya.
Soal Penalti, Chivu Pilih Fokus ke Depan
Ketika wartawan menanyakan pandangannya soal penalti kontroversial yang membuka gol pertama Napoli, Chivu menolak berkomentar panjang.
Ia menegaskan bahwa protes tidak akan membawa hasil apa pun. “Lebih baik kami fokus menatap laga berikutnya daripada sibuk menyalahkan keputusan wasit”, tegasnya.
Menurut dia, semangat tim jauh lebih penting daripada memperdebatkan hal yang sudah berlalu. “Energi pemain harus diarahkan untuk berkembang, bukan untuk marah. Karena itu, kami segera kembali berlatih”, katanya.
Napoli Tersenyum, Inter Merenung
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Napoli yang sebelumnya mengalami empat kekalahan dalam tujuh laga terakhir. Sebaliknya, hasil ini membuat Inter harus meninjau kembali konsistensi permainan mereka di Serie A. Meski begitu, kedua pelatih sama-sama berharap tensi tinggi malam itu tidak berlanjut ke pertemuan berikutnya. (MR-02)






