Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Stefano Pioli menegaskan ia tidak akan mengundurkan diri dari ACF Fiorentina, meski klub menempati posisi 19 di Serie A Italia 2025/2025 dan baru mengumpulkan empat poin dari sepuluh pertandingan awal musim.
Kekalahan 1-0 di kandang melawan Unione Sportiva Lecce pada Minggu (2/11/2025) malam WIB, menambah tekanan pada Pioli, tetapi panggilan panjang dengan direktur Fiorentina beberapa jam setelah laga menegaskan sikapnya.
Pembicaraan Panjang antara Pioli dan Fiorentina
Sumber dekat klub menyebutkan bahwa Pioli bersikap terbuka untuk meninjau ketentuan kontrak tiga tahunnya. Namun, ia menegaskan penolakan untuk mundur secara sukarela, meski Fiorentina meminta pengunduran diri.
STEFANO Pioli manajer ACF Fiorentina saat memberikan instruksi pada pertandingan pekan ke-10 Serie A Italia melawan US Lecce di Stadion Artemio Franchi, di Florence, Minggu (2/11/2025) malam WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Opsi Pelatih Sementara dan Kandidat Pengganti
ACF Fiorentina kini harus mempertimbangkan langkah selanjutnya. Daniele Galloppa, pelatih tim U20 (Primavera), dipandang sebagai kandidat sementara untuk menangani tim hingga keputusan resmi. Klub juga sempat menghubungi Paolo Vanoli, tetapi negosiasi sejauh ini belum membuahkan hasil.
Selain itu, nama Raffaele Palladino disebut sebagai kemungkinan, sementara Daniele De Rossi juga ditawarkan. Namun, hingga saat ini, klub belum menemukan kesepakatan untuk pergantian pelatih. Fiorentina dijadwalkan kembali berlaga pada Kamis mendatang menghadapi 1.FSV Mainz 05 di Liga Konferensi UEFA.
Fiorentina Gagal Pecah Kebuntuan Lawan Lecce
Awal musim yang buruk bagi Fiorentina kian parah setelah kalah 0-1 dari US Lecce di pekan ke-10 Serie A 2025/2026 di Stadion Artemio Franchi, Minggu (2/11/2025). Medon Berisha mencetak gol tunggal, menambah tekanan besar kepada Pioli.
PELATIH kepala Stefano Pioli manajer ACF Fiorentina terlihat selama pertandingan pekan ke-9 Serie A Italia2025/2026 saat melawan Bologna FC 1909, di Stadio Artemio Franchi, pada Senin (27/10/2025) dini hari WIB. La Viola ditahan imbang 2-2 berkat gol penyelamat penalti Moise Kean. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan La Viola menjadi sepuluh laga beruntun. Dari sepuluh pertandingan, tim hanya meraih empat hasil imbang dan enam kekalahan. Kondisi ini juga memicu pengunduran diri direktur olahraga Daniele Pradè sehari sebelum pertandingan.
Sorotan Laga dan Peluang yang Terbuang
Pioli masih harus kehilangan Robin Gosens, Tariq Lamptey, dan Christian Kouamé karena cedera. Mattia Viti juga absen akibat akumulasi kartu. Duet Edin Džeko dan Moise Kean menjadi tumpuan lini depan, tetapi keduanya gagal memecah kebuntuan.
Lecce tampil agresif sejak awal. Pada menit ke-14, Medon Berisha memanfaatkan umpan silang Tete Morente dan menyelesaikannya dengan tendangan voli ke tiang jauh. Fiorentina berusaha membalas melalui Kean dan Džeko, namun kiper Wladimiro Falcone dan pertahanan Lecce berhasil menggagalkan peluang mereka.
Di babak kedua, Pioli mengganti seluruh trio gelandang untuk meningkatkan agresivitas. Namun Lecce bertahan disiplin, sehingga beberapa peluang Fiorentina tetap terblok. Drama terjadi di menit ke-79 ketika Fiorentina mengira mendapat penalti. VAR membatalkan keputusan karena kontak dianggap minim, dan Ranieri kehilangan keseimbangan sendiri.
Fiorentina nyaris menyamakan skor di masa tambahan waktu. Kean gagal memaksimalkan peluang emas, dan Simon Sohm membuang bola liar di depan gawang. Skor 0-1 bertahan hingga akhir.
Suporter La Viola menunjukkan kekecewaan dan mengekspresikan kemarahan terhadap pemain serta pelatih. Kekalahan ini menambah tekanan bagi Stefano Pioli, yang posisinya sebagai pelatih kepala kini semakin terancam. (MR-03)






