Spalletti Sebut Juventus Bermain Seperti “Singa” Saat Tekuk Udinese Calcio 2-0

MANAJER Luciano Spalletti bersalaman dengan pelatih Udinese Calcio Kosta Runjaić usai Juventus menang 2-0 pada babak 16 besar Coppa Italia 2025 di Allianz Stadium, Turin, Piemonte, Rabu (3/12/2025) dini hari WIB. Spalletti menggambarkan performa timnya seperti “singa sejati” yang tetap mengeluarkan seluruh kekuatannya meski menghadapi “tikus”. (Sumber foto: X/@juventusfcen)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Juventus FC, Luciano Spalletti, memuji mentalitas timnya setelah menang 2-0 atas Udinese Calcio pada babak 16 besar Coppa Italia 2025 di Allianz Stadium, Turin, Piemonte, Rabu (3/12/2025) dini hari WIB. Ia menggambarkan performa Bianconeri sebagai “singa sejati” yang tidak menahan tenaga meski menghadapi lawan yang lebih lemah.

Juventus menguasai laga sejak awal dan membuka keunggulan lewat gol bunuh diri Matteo Palma pada menit ke-23. Gol kedua datang dari penalti Manuel Locatelli pada babak kedua setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran terhadap Juan Cabal. Tiga gol lain—masing-masing dari Kingsley Ehizibue, Jonathan David, dan Loïs Openda—dibatalkan wasit karena offside dalam proses build-up.

https://pbs.twimg.com/media/G7MkvfSWAAAPC-n?format=jpg&name=medium

Spalletti Puas, tetapi Ingatkan Tim Belum Sempurna

Usai laga, Luciano Spalletti mengaku senang dengan cara Juventus menjaga intensitas dan ritme permainan. “Kami memainkan pertandingan yang solid. Semua berjalan seimbang dan para pemain menciptakan banyak peluang”, kata Spalletti dilansir Mataredaksi dari football-italia.

“Namun kami harus lebih klinis. Seekor singa sejati memberikan seluruh kekuatannya, bahkan ketika hanya melawan tikus”, lanjut Luciano Spalletti.

Menurutnya, Juventus sudah berada di jalur yang benar, tetapi masih membutuhkan konsistensi agar gaya bermain yang ia inginkan bisa berjalan maksimal.

https://pbs.twimg.com/media/G7MVYjwWkAAclEt?format=jpg&name=4096x4096

“Saya melihat kemajuan setiap hari. Sikap pemain luar biasa sejak saya datang. Kami masih perlu meningkatkan beberapa aspek, tetapi arah tim sudah tepat”, ujarnya.

Bedanya David dan Openda Menurut Spalletti

Teknisi berumur 66 tahun itu juga menyinggung perbedaan karakter dua strikernya, Jonathan David dan Loïs Openda.

“(Jonathan) David sangat teknis dan memahami timing dengan bagus, terutama melawan blok rendah”, katanya. “(Loïs) Openda butuh ruang, tetapi dia berbahaya ketika menyerang dari dalam. Keduanya saling melengkapi dan bisa bermain bersama”.

David dua kali nyaris mencetak gol sebelum dianulir, sementara Openda mencetak gol di masa injury time yang juga dibatalkan karena offside.

Berikutnya: Duel Emosional ke Markas Napoli

https://pbs.twimg.com/media/G7McpHQWUAAZbst?format=jpg&name=900x900

Juventus akan bertandang ke Società Sportiva Calcio  Napoli pada akhir pekan. Spalletti menyebut pertandingan itu sebagai laga penuh kenangan mengingat ia membawa Partenopei juara Serie A 2022–2023.

“Itu akan menjadi campuran emosi. Saya punya banyak teman di sana. Bagaimana saya disambut tidak penting; yang penting rasa hormat saya kepada mereka”, ujar Spalletti.

Kemenangan ini mengantar Juventus ke perempat final Coppa Italia, di mana mereka menunggu pemenang Atalanta Bergamasca Calcio vs enoa Cricket and Football Club untuk laga 4 Februari 2026. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *