Spalletti Akui Juventus Jadi ‘Penumpang’ Lawan Napoli

LUCIANO Spalletti Pelatih Kepala Juventus FC bereaksi selama pertandingan pekan ke-14 Serie A Italia 2025/2026 melawan S.S.C Napoli, di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Senin (8/12/2025) dini hari WIB. Kekalahan 2-1 ini menjadi yang pertama sejak Spalletti mengambil alih Bianconeri dari Igor Tudor. (Sumber foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Luciano Spalletti mengakui Juventus FC menjadi “penumpang” dalam kekalahan 2-1 dari Società Sportiva Calcio (S.S.C) Napoli pada matchday ke-14 Serie A 2025/2026, di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (8/12/2025) dini hari WIB.

Kekalahan ini menjadi yang pertama sejak Spalletti mengambil alih Juventus dari Igor Tudor, setelah sebelumnya mencatat empat kemenangan dan tiga hasil imbang di Serie A, Liga Champions UEFA, dan Coppa Italia. Rasmus Højlund tampil sebagai penentu kemenangan dan terpilih sebagai Player of the Match versi Football Italia.

Tekanan Napoli Sejak Awal

“Memang benar, Napoli mendorong lebih keras dari awal. Kami terlalu malu-malu menggerakkan bola dan kehilangannya terlalu murah, sehingga mereka membuat kami mengejar mereka”, kata Spalletti.

“Selain itu, mereka dalam kondisi bagus. Jika Anda tidak menjaga bola, mereka membuat Anda berlari di seluruh lapangan dengan kekuatan dan kualitas mereka”. Spalletti menekankan, Juventus terlalu lambat dalam penguasaan bola, sehingga Napoli dapat mengontrol tempo dan menyerang dari sisi lemah lawan, menimbulkan kesulitan bagi lini tengah Bianconeri.

Kejutan Taktik Juventus

Pelatih Bianconeri mengejutkan banyak pihak dengan menurunkan Kenan Yildiz sebagai False 9, sementara Jonathan David dan Loïs Openda duduk di bangku cadangan karena cedera Dušan Vlahović. Kenan Yıldız mencetak gol penyama, satu-satunya peluang nyata Juventus, namun Rasmus Højlund memastikan kemenangan Napoli.

Spalletti menambahkan, “Saya merasa Kenan Yıldız dan Francisco Conceição bisa menjalankan peran itu karena mereka bisa mengoper bola dengan baik. Namun, Locatelli duduk terlalu dalam dan tidak mempertahankan posisi yang saya inginkan. Akibatnya, dua pemain depan punya sedikit mobilitas, dan kami terus macet di lini tengah”.

Perbaikan Babak Kedua

Ia memperkenalkan David menggantikan Juan Cabal di babak pertama, dan performa tim membaik. “Kami bermain lebih baik di babak kedua dengan strategi man-to-man. Namun, kecepatan dan kualitas serangan balik Napoli tetap menciptakan masalah”.
“Setelah menyamakan kedudukan, kami sempat mengendalikan permainan, tetapi terlalu jelas dan dapat diprediksi. Kami tidak melakukan hal ekstra sebagai tim, sehingga perlu segera perbaikan”, tambah Spalletti.

Kelemahan Defensif & Analisis

Spalletti menyoroti kelemahan defensif Juventus, terutama menghadapi umpan silang ke tiang belakang. “Napoli terus menciptakan ruang, dan kami terlalu mudah memberi celah. Kami butuh komunikasi lebih baik dan pengambilan keputusan tepat setiap saat”, katanya.
“Tim telah melakukan beberapa hal baik, tetapi kami harus segera memperbaiki kelemahan agar tidak terulang di laga berikutnya”, tambah teknisi berumur 66 tahun ini.
Spalletti menekankan, serangan balik cepat Napoli sering mengekspos lini tengah dan sayap Juventus, sehingga tim perlu koordinasi lebih ketat.

Ujian Emosional di Stadio Maradona

Laga ini emosional bagi Spalletti karena kembalinya ke Stadio Maradona sebagai lawan sejak memenangkan Scudetto 2023. “Ketika penggemar menyanyikan lagu-lagu yang saya kenal, itu spektakuler. Suasana seperti ini hanya bisa diberikan Stadion Maradona”, ujarnya.
Ia menambahkan, Juventus harus menganalisis kekalahan ini dengan cepat dan meningkatkan koordinasi tim untuk laga Serie A berikutnya. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *