Serie A | Torino 2-3 AC Milan: Pulisic Cetak Brace Bawa Comeback Il Diavolo Rosso

CHRISTIAN Pulisic, penyerang sayap AC Milan, mencetak gol kedua timnya pada pekan ke-14 Serie A 2025/2026 melawan Torino FC di Stadion Olimpico Grande di Turin, Selasa (9/12/2025) dini hari WIB. Il Diavolo Rosso menang comeback 3-2 atas Il Toro, sekaligus memanaskan persaingan di puncak klasemen sementara. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Christian Pulisic tampil heroik, meski demam mencetak dua gol untuk membawa AC Milan bangkit dari defisit 0-2 dan menang 3-2 saat menghadapi Torino FC dalam pertandingan pekan ke-14 Serie A Italia 2025/2026, Selasa (9/12/2025) dini hari WIB.

Kemenangan di Stadion Olimpiade Grande di Turin ini menjaga il Diavolo Rosso (Iblis Merah) tetap bersaing di puncak klasemen, sementara cedera Rafael Leão menjadi perhatian manajemen menjelang laga berikutnya.

TURIN, ITALIA – 8 DESEMBER: Nikola Vlasic dari Torino mencetak gol pertama timnya dari titik penalti selama pertandingan Serie A antara Torino FC dan AC Milan di Stadio Olimpico di Torino pada 8 Desember 2025 di Turin, Italia. (Foto oleh Valerio Pennicino/Getty Images)GELANDANG serang Torino, Nikola Vlašić mencetak gol pembuka timnya dari titik penalti pertandingan Serie A melawan AC di Stadion Olimpiade Grande, Selasa (9/12/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Babak Pertama: Torino Unggul Dua Gol

Il Toro – julukan Torino FC – membuka pertandingan dengan agresif, menekan lini belakang AC Milan sejak menit pertama. Pada menit ke-7, Fikayo Tomori secara tidak sengaja menyentuh bola dengan lengan di kotak penalti saat menghadang Ché Adams, menghasilkan penalti untuk tuan rumah.

Nikola Vlašić mengeksekusi penalti dengan keras ke sudut bawah gawang, membawa Torino unggul 1-0. Mike Maignan sempat menyentuh bola, tetapi tidak cukup untuk mencegah gol.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Duvan-Zapata-Torino-Milan.jpg(Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Beberapa menit kemudian, Adrien Tameze mencuri bola dari Christopher Nkunku dan memicu serangan balik cepat. Duván Zapata menuntaskan serangan dengan tembakan kaki kanan melewati Strahinja Pavlović, memperbesar keunggulan Il Granata masih julukan Torino menjadi 2-0.

Itu adalah gol pertama Duván Zapata dalam lebih dari setahun setelah cedera panjang. Pasukan ‘Iblis Merah’ kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah, sementara tribun stadion bergemuruh sorak-sorai mendukung Torino.

AC Milan baru mulai membalas pada menit ke-29. Adrien Rabiot melepaskan tendangan jarak jauh dari 29 meter yang melesat ke sudut atas gawang Franco Israel, mengejutkan kiper Torino dan memperkecil defisit menjadi 2-1. Gol ini menjadi tembakan terjauh AC Milan sejak Keisuke Honda melawan Genoa C.F.C pada Februari 2016. Momentum mulai bergeser meski tekanan Torino tetap terasa.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Adrien-Rabiot-celebrate-Torino-Milan.jpg(Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Cedera Rafael Leão

Rafael Leão sempat melepaskan tembakan lebar, namun tiba-tiba meringis dan tertatih-tatih keluar lapangan karena cedera paha kanan dan adduktor. Samuele Ricci masuk menggantikan Leão dan langsung menyesuaikan diri dengan ritme permainan. Cedera ini menjadi perhatian pelatih Massimiliano Allegri menjelang laga-laga berikutnya.

Babak Kedua: Pulisic Menyelesaikan Comeback

Christian Pulisic, yang awalnya absen karena demam tinggi, masuk ke lapangan dan langsung memberi dampak nyata. Sentuhan pertamanya menuntun bola ke sudut gawang dari umpan silang Alexis Saelemaekers, menyamakan kedudukan dan membangkitkan semangat Rossoneri masih julukan AC Milan. Tekanan AC Milan langsung meningkat, memaksa pertahanan Torino bekerja ekstra.

Beberapa menit kemudian, Torino kehilangan Adrien Tameze karena cedera, memberi Pulisic ruang terbuka. Ia memanfaatkan peluang itu dengan melepaskan setengah voli dari dalam kotak penalti setelah memantul dari Ricci, membawa AC Milan unggul 3-2. Ia hampir mencetak hat-trick, tetapi gol ketiga dianulir karena Nkunku berada dalam posisi offside.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/12/Christian-Pulisic-celebrate-Torino-Milan-1200x777.jpg(Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Di sisa pertandingan, peluang terus muncul. Ché Adams hampir menyamakan skor untuk Torino, sementara Nkunku mengajukan klaim penalti yang ditolak wasit. Penyelamatan gemilang Franco Israel dan Mike Maignan menahan gempuran tuan rumah, menjaga skor tetap 3-2 hingga peluit akhir. Suasana stadion tetap tegang, dengan sorak penonton Torino beradu dengan dukungan fans AC Milan di tribun tamu.

Statistik & Momentum

AC Milan melepaskan 14 tembakan, 6 di antaranya mengarah ke gawang. Torino mencatat 11 tembakan dengan 5 tepat sasaran. Kemenangan ini membuat Rossoneri tetap bersaing dengan Napoli di puncak klasemen. Christian Pulisic kini telah mencetak 7 gol dari 9 penampilan musim ini, menegaskan dirinya sebagai penentu kemenangan tim.

Kesimpulan

AC Milan bangkit dari defisit 0-2 untuk menang dramatis 3-2 atas Torino. Pulisic tampil heroik meski sempat demam, sementara cedera Rafael Leão menjadi perhatian tim. Kemenangan ini memberi Rossoneri momentum moral penting jelang laga-laga berikutnya. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *