Mataredaksi.com, BOGOR – Enzo Maresca menyesali hasil pertandingan setelah Charles De Ketelaere membawa Atalanta Bergamasca Calcio menang 2-1 atas Chelsea FC pada laga keenam Phase League Liga Champions UEFA 2025/2026, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB di Stadio Atleti Azzurri d’Italia.
Pertandingan berlangsung sengit, dengan tribun dipenuhi sorak sorai dan spanduk pendukung tuan rumah. Kedua tim saling menekan sejak peluit awal, memaksa pertahanan tampil disiplin, sementara para pemain bergerak cepat menutup setiap peluang.

Chelsea Unggul Dulu
Chelsea memimpin melalui João Pedro pada menit ke-25. Video Assistant Referee atau VAR membatalkan keputusan awal yang menolak gol dan mengesahkan gol sah. Reece James mengirim umpan silang dari sisi kiri yang diselesaikan dengan tendangan akurat oleh penyerang asal Brasil tersebut.
Sebelumnya, Ademola Lookman dan Reece James memiliki peluang bagus, tapi gagal membobol gawang Atalanta karena De Ketelaere sempat lengah memanfaatkan bola rebound, ditambah beberapa offside. Maresca mengaku frustrasi, “Kami seharusnya memanfaatkan peluang lebih baik”, ujarnya.
The Blues – julukan Chelsea FC – mendominasi penguasaan bola awal, tetapi tekanan tuan rumah membuat ‘Si Biru’ kesulitan menambah gol, bahkan serangan balik La Dea – julukan Atalanta BC – beberapa kali hampir membahayakan gawang lawan.
Balikkan Keadaan
Atalanta menyamakan skor pada menit ke-55. De Ketelaere mengirim umpan silang kepada Gianluca Scamacca, yang meloncat tinggi dan menyundul bola melewati Robert Sánchez. Para suporter bersorak riuh, menciptakan tekanan tambahan pada pertahanan Chelsea.
Tujuh menit kemudian, Scamacca hampir membawa Atalanta unggul, tetapi Sánchez berhasil menepis sundulannya. Maresca melakukan pergantian pemain, namun Atalanta tetap mengendalikan ritme pertandingan dan membangun serangan balik cepat. Palladino menambahkan, “Fokus kami sepanjang 90 menit menjadi kunci kemenangan”.
Gol Penentu De Ketelaere
Di menit-menit akhir, De Ketelaere menendang bola, membentur Marc Cucurella, dan masuk ke gawang. Marco Carnesecchi menahan peluang Alejandro Garnacho dan João Pedro, memastikan Atalanta meraih tiga poin.
Gol ini membawa Atalanta ke posisi ketiga klasemen fase liga, tiga poin di atas Chelsea di urutan ke-11, dengan dua pertandingan tersisa. De Ketelaere tampil sebagai pahlawan, menunjukkan pengaruh besar dalam serangan Atalanta dan kemampuan tim mengubah tekanan menjadi gol nyata.
Analisis Data & Statistik
Chelsea kalah untuk pertama kalinya sejak September 2013 ketika memimpin di babak pertama Liga Champions UUEFA dalam 41 pertandingan. Scamacca mencetak gol atau memberikan assist di tiga laga terakhir untuk Atalanta, setelah hanya satu gol dalam sembilan pertandingan sebelumnya.
De Ketelaere menciptakan tiga peluang, terbanyak bersama Reece James. Atalanta mengumpulkan 1,74 expected goals (xG), lebih tinggi dibanding 1,25 xG milik Chelsea, memperlihatkan dominasi mereka dalam peluang berkualitas sepanjang pertandingan. Penguasaan bola dan efektivitas serangan balik Atalanta menekan lawan hingga peluit akhir. (MR-03)






