Tragis! Manchester United Pecat Amorim Usai Imbang Leeds

TINGGAL KENANGAN - Rúben Amorim saat memberi instruksi di pinggir lapangan Old Trafford sebelum resmi dipecat oleh Manchester United. Masa jabatannya yang singkat bersama Setan Merah kini hanya tinggal kenangan, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United yang memicu ketegangan internal klub. (Sumber foto: X/@Fabrizio Romano)

Amorim Dipecat

Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester United memutus kerja sama dengan Rúben Amorim sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Minggu (4/1/2026) malam WIB. Manajemen klub menilai hubungan pelatih asal Portugal dengan direksi memburuk dan mengganggu stabilitas tim.

Langkah ini menandai berakhirnya kebersamaan selama 14 bulan. Metro melaporkan, pemecatan muncul setelah Amorim memberikan komentar provokatif pasca laga melawan Leeds, termasuk menyatakan niat bertahan hanya 18 bulan di Old Trafford. The Athletic menegaskan, keputusan itu muncul karena disharmoni internal. United belum menunjuk pengganti pelatih kepala.

Laga Imbang vs Leeds

Manchester United sempat berharap naik ke empat besar Liga Primer, tapi harus puas imbang 1-1 di Stadion Elland Road. Tim asuhan Amorim sempat bersorak ketika Matheus Cunha mencetak gol melalui kemelut, tapi bendera offside membatalkan selebrasi.

Leeds lebih dulu mencetak gol pada menit ke-62 melalui Brenden Aaronson, yang memanfaatkan bola liar hasil sentuhan Pascal Struijk. United merespons cepat dengan memasukkan Joshua Zirkzee. Umpan matang darinya disambut Cunha, yang menuntaskan peluang menjadi gol penyama.

Beberapa peluang lain tercipta, termasuk tendangan Cunha yang menghantam tiang pada menit ke-81. Skor tetap imbang hingga peluit akhir. Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Leeds menjadi tujuh laga, dengan dua kemenangan dan lima imbang.

Efektivitas United

United masih kesulitan di lini depan. Tim mencatat expected goals (xG) 1,46, lebih tinggi dari Leeds 0,92, tetapi hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan. Gol penyama babak kedua menegaskan ketajaman mereka kurang maksimal, sementara komentar Amorim memicu ketegangan internal. Manajemen kini harus segera menentukan arah baru untuk pelatih dan tim.(MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *