AFCON 2025: Brahim Díaz Memimpin Perburuan Sepatu Emas, Persaingan Tetap Ketat

MOMEN DRAMATIS – Para pemain Timnas Maroko merayakan kemenangan dramatis atas Nigeria melalui adu penalti di semifinal TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025. Sorak sorai penonton memenuhi Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, saat Atlas Lions memastikan langkah ke final. Kiper Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan penalti dan diangkat ke udara oleh rekan-rekannya, menjadi simbol kegigihan dan semangat tim. (Sumber foto: X/@CAF_Online)

Mataredaksi.com, BOGOR – Brahim Díaz semakin memperkuat posisinya di balapan Sepatu Emas TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025, di Maroko. Selain itu, pemain sayap Real Madrid CF ini mencetak lima gol dalam enam pertandingan. Hal ini menegaskan pengaruh besarnya di turnamen.

Maroko menang atas Nigeria di semifinal dengan skor 4-2 melalui adu penalti. Dengan kemenangan ini, Díaz tetap memimpin daftar pencetak gol. Kesempatan menambah gol akan datang saat final melawan Senegal, Senin (19/1/2026) dini hari WIB.

Gambar

Díaz menunjukkan comeback impresif. Oleh karena itu, ia tetap menjadi ancaman menyerang paling konsisten sejauh ini. Persaingan di belakangnya tetap ketat. Victor Osimhen (Nigeria) dan Mohamed Salah (Mesir) masing-masing mengoleksi empat gol. Mereka siap menutup jarak di perburuan Sepatu Emas.

Sementara itu, lima pemain lain masing-masing telah mencetak tiga gol. Mereka adalah Ademola Lookman (Nigeria), Amad Diallo (Côte d’Ivoire), Riyad Mahrez (Aljazair), Ayoub El Kaabi (Maroko), dan Lassine Sinayoko (Mali).

Beberapa pemain mencetak dua gol. Di sisi lain, mereka antara lain: Bazoumana Touré (Côte d’Ivoire), Chérif Ndiaye (Senegal), Christian Kofane (Kamerun), Elias Achouri (Tunisia), Gaël Kakuta (DR Kongo), Geny Catamo (Mozambik), Ibrahim Maza (Aljazair), Iyle Foster (Afrika Selatan), Nicolas Jackson (Senegal), Oswin Appollis (Afrika Selatan), Pape Gueye (Senegal), Raphael Onyedika (Nigeria), Akor Adams (Nigeria), dan Sadio Mané (Senegal).

Gambar

Selain itu, 63 pemain lain masing-masing mencetak satu gol. Hal ini menunjukkan keseimbangan kompetitif dan beragamnya ancaman menyerang di AFCON 2025.

Dengan final yang segera digelar, beberapa pemain pengejar Sepatu Emas masih memiliki peluang menutup celah. Namun, Díaz terus menyerang lawan dan mempertahankan konsistensi, membuatnya tetap menjadi pemain paling diwaspadai di turnamen ini. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *