Nigeria Kirim Pesan Tegas
Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Nigeria tampil meyakinkan untuk menyingkirkan Aljazair dengan skor 2-0 pada perempat final Piala Afrika TotalEnergies (AFCON) 2025 di Stadion Ouahat Sidi Brahim, Marrakech, Sabtu (10/1/2026) malam WIB.
Kemenangan ini mengantar ‘Super Eagles’ (Elang Super) – julukan Timnas Nigeria – melaju ke semifinal untuk ke-17 kalinya sepanjang sejarah turnamen, sekaligus mengirim pesan tegas kepada para pesaing.
Gol kemenangan Nigeria lahir pada babak kedua melalui Victor Osimhen (47′) dan Akor Adams (57′). Namun, skor akhir tidak sepenuhnya mencerminkan dominasi Nigeria yang mengontrol permainan sejak menit awal hingga peluit panjang berbunyi.
Di bawah langit Marrakech yang berawan dan sorotan lampu stadion, Nigeria mengubah laga berlabel big match menjadi panggung demonstrasi kekuatan. Anak asuh Éric Chelle tampil dengan kejelasan rencana, disiplin tinggi, dan keyakinan yang jarang goyah.
Perayaan Tenang, Fokus Belum Bergeser
Usai laga, perayaan Nigeria berlangsung tenang. Chelle berbagi pelukan dengan staf pelatih, sementara Osimhen—yang menutup laga sebagai kapten—menyapa rekan setimnya satu per satu. Fokus Super Eagles jelas belum bergeser dari target utama.
“Saya sangat senang dengan kemenangan dan performa tim. Sekarang kami ada di semifinal. Kami akan kembali fokus dan bersiap untuk mencoba lolos ke final”, ujar Osimhen dalam wawancara seusai pertandingan.
Nigeria Langsung Menekan Sejak Awal
Nigeria langsung mengambil inisiatif permainan sejak kick-off. Pressing agresif membuat Aljazair kesulitan membangun serangan dengan rapi. Ancaman paling konsisten datang dari sisi kiri melalui Ademola Lookman, yang berulang kali menemukan ruang di belakang lini pertahanan Fennec Foxes (Rubah Gurun) – julukan Timnas Aljazair -.
Peluang awal tercipta ketika Nigeria memotong umpan Aljazair dari situasi bola mati di area sendiri. Lookman membawa bola ke kotak penalti, memotong ke kaki kanan, lalu melepaskan tembakan ke tiang dekat. Namun, kiper Luca Zidane masih mampu mengamankan.
Tak lama berselang, Lookman kembali terlibat. Ia mengirim umpan terobosan ke jalur lari Victor Osimhen, tetapi Rayan Aït-Nouri melakukan tekel krusial untuk menggagalkan peluang emas tersebut.
VAR Batalkan Gol, Nigeria Tetap Dominan
Nigeria terus menekan melalui situasi bola mati. Dari sebuah tendangan bebas, Lookman mengarahkan bola ke tiang jauh. Calvin Bassey menyambar dan mengirim bola ke muka gawang, sebelum Ramy Bensebaini melakukan sapuan darurat.
Video Assistant Referee atau VAR sempat turun tangan untuk meninjau kemungkinan gol. Namun, setelah pemeriksaan singkat, wasit memutuskan bola belum sepenuhnya melewati garis gawang.
Peluang terbaik babak pertama hadir pada menit ke-37. Alex Iwobi memutus serangan Aljazair dan memberi umpan matang kepada Akor Adams. Dengan Zidane keluar dari sarangnya, Adams mencoba chip berani, tetapi bola melambung tipis di atas mistar. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Babak Kedua Milik Super Eagles
Selepas jeda, Nigeria langsung mengonversi dominasi menjadi keunggulan. Bruno Onyemaechi mengirim umpan diagonal akurat ke tiang jauh. Victor Osimhen membaca arah bola dengan sempurna dan menundukkan sundulan keras ke tanah yang tak mampu dibendung Zidane.
Gol tersebut terasa tak terelakkan. Osimhen merayakannya dengan penuh emosi, sementara pemain Aljazair tampak frustrasi. Nigeria akhirnya mendapatkan ganjaran yang pantas atas kontrol permainan mereka.
Dua Gol Cepat Hancurkan Perlawanan Aljazair
Keunggulan Nigeria bertambah tak lama kemudian. Saat Laskar ‘Rubah Gurun’ mencoba menaikkan garis pertahanan untuk mencari gol penyeimbang, mereka justru terjebak dalam transisi cepat.
Kesalahan sentuhan dari Bensebaini dimanfaatkan Iwobi, yang langsung mengalirkan bola ke Osimhen. Tanpa ego, Osimhen memilih mengoper ke Akor Adams.
Penyerang Sevilla itu melewati Zidane dan menceploskan bola ke gawang kosong. Gol kedua memicu kegembiraan suporter Nigeria dan menegaskan kendali penuh Super Eagles atas pertandingan.
Aljazair Kehabisan Jawaban
Pelatih Vladimir Petković mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Baghdad Bounedjah, Anis Hadj-Moussa, dan Adil Boulbina. Namun, perubahan tersebut tak memberi dampak signifikan.
Sebaliknya, Nigeria nyaris menambah gol ketiga. Adams kembali mendapat peluang emas umpan Osimhen, tetapi sundulannya hanya membentur mistar. Hingga akhir laga, Nigeria mengontrol tempo tanpa ancaman berarti.
Pesan Kuat Menuju Semifinal AFCON 2025
Kemenangan ini menjadi pernyataan resmi Nigeria di Piala Afrika tahun 2025. ‘Super Eagles’ tampil konsisten, solid, dan matang, baik saat menyerang maupun bertahan.
Lini belakang yang dikomandoi Calvin Bassey menjaga jarak antar lini dengan disiplin tinggi. Aljazair kesulitan menciptakan peluang bersih dan nyaris tak memaksa kiper Nigeria melakukan penyelamatan krusial.
Nigeria dijadwalkan tampil pada semifinal, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB, dengan calon lawan yang masih menunggu hasil laga perempat final lainnya. Dengan performa seperti ini, Super Eagles pantas disebut sebagai kandidat kuat juara Piala Afrika 2025. (MR-01)







