Mataredaksi.com, BOGOR – Tim Nasional Pantai Gading menunjukkan status juara bertahan bukan sekadar label. Selain itu, Les Éléphants melaju ke perempat final Piala Afrika TotalEnergies 2025 setelah menundukkan Burkina Faso 3-0 pada babak 16 besar, Selasa malam atau Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, di Stadion Ouahat Sidi Brahim, Marrakesh.
Kemenangan ini mengantar Pantai Gading ke delapan besar. Selain itu, tim tampil dominan dan efisien. Mereka menunjukkan cara menavigasi fase gugur turnamen besar.
MERAYAKAN GOL – Para pemain Pantai Gading merayakan gol pembuka Ahmad Diallo pada babak 16 besar Piala Afrika (AFCON) 2025 melawan Burkina Faso, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, di Stadion Ouahat Sidi Brahim, Marrakesh. (Sumber foto: X/@CAF_Online)
Diallo Jadi Sorotan
Amad Diallo menjadi pusat perhatian sejak awal. Selanjutnya, ia membuka skor dan menciptakan peluang untuk gol kedua. Selain itu, performanya memberi pengaruh besar bagi skuad Emerse Faé. Diallo tampil cemerlang. Ia membantu tim meraih keunggulan dengan kontrol permainan yang solid.
Sejak awal laga, Pantai Gading mengontrol tempo. Sementara itu, tekanan tinggi dan sirkulasi bola cepat memaksa Burkina Faso bertahan dalam-dalam. Diallo dan Yan Diomandé terus merepotkan lini belakang lawan. Mereka bergerak cepat, tanpa bola, dan berani mengambil risiko di sepertiga akhir lapangan.
EKSPRESI – Penyerang sayap Pantai Gading Ahamad Diallo usai mencetak gol ke gawang Burkina Faso pada babak 16 besar Piala Afrika (AFCON) 2025, di Stadion Ouahat Sidi Brahim, Marrakesh, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CAF_Online)
Gol Terjadi Berkat Tekanan Tinggi
Menit ke-20, tekanan beruntun Pantai Gading membuat pertahanan Burkina Faso salah koordinasi. Diallo menyambar bola di area enam yard. Selain itu, ia mengangkat bola melewati kiper yang keluar dari sarangnya. Akhirnya, Pantai Gading memimpin 1-0.
Dua belas menit kemudian, Diallo kembali menjadi aktor kunci. Ia mengirim umpan silang rendah dan akurat. Umpan itu sampai ke Yan Diomandé. Selanjutnya, Diomandé menendang bola mendatar. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Pantai Gading.
Burkina Faso sempat mengancam jelang turun minum. Dango Ouattara menusuk sisi kanan. Ia menembak rendah. Namun, bola membentur tiang dan rebound diamankan kiper Pantai Gading.

Babak Kedua, Burkina Faso Tidak Berkutik
Memasuki babak kedua, Burkina Faso tampil lebih agresif. Mereka menaikkan garis permainan. Selain itu, mereka melancarkan tekanan demi mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, lini belakang Pantai Gading tetap disiplin dan tenang. Para pemain menutup celah dan mematahkan setiap upaya lawan.
Menit ke-82, serangan balik cepat Pantai Gading berujung gol ketiga. Odilon Kossounou mengirim umpan akurat ke Bazoumana Touré. Selanjutnya, Bazoumana Touré menuntaskan peluang dengan penyelesaian percaya diri di tiang dekat. Dengan demikian, Pantai Gading menang 3-0.
Pantai Gading mengontrol sisa pertandingan tanpa kesulitan. Akhirnya, peluit panjang memastikan kemenangan sekaligus mengantar Les Éléphants (Para Gajah) ke perempat final. Franck Kessié dan kawan-kawan akan menghadapi Mesir, Minggu (11/1/026) dini hari WIB, di Stade Adrar, Agadir.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Amad Diallo – Man of the Match
“Kami berjuang sebagai tim. Semua fokus memberi kontribusi. Selain itu, chemistry di lapangan lancar. Saya memberi umpan saat ada kesempatan. Itu naluriah”.
Brama Traoré – Pelatih Burkina Faso
“Beberapa pemain kunci absen. Tim kesulitan sejak awal. Selain itu, sistem gagal. Saya bertanggung jawab penuh. Hasil ini mengecewakan”.
Emerse Faé – Pelatih Pantai Gading
“Pemain langsung menekan lawan saat kehilangan bola. Mereka merebut kembali kepemilikan. Selanjutnya, penampilan individu penting. Namun, kekuatan tim lebih menonjol”.
Selain itu, dengan performa matang dan kepercayaan diri meningkat, Pantai Gading bersiap menghadapi duel sarat sejarah melawan Mesir di perempat final. Pertandingan itu akan menentukan seberapa jauh sang juara bertahan melangkah di Maroko 2025. (MR-02)







