Antar Maroko ke Semifinal AFCON 2025: Brahim Díaz Cetak Sejarah

SELEBRASI - Brahim Díaz melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama Timnas Maroko ke gawang Kamerun dengan menaiki tribun penonton pada pertandingan perempat final Piala Afrika TotalEnergies (AFCON) 2025, di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Sabtu (10/1/2026) dini hari WIB. Gol ini membuka kemenangan 2-0 Atlas Lions atas Lions Indomptables menunjukkan energi luar biasa pemain dan semangat pendukung tuan rumah. (Sumber foto: X/@CAF_Online)

Mataredaksi.com, BOGOR – Brahim Díaz penyerang sayap milik Real Madrid Club de Fútbol bukan hanya mencetak gol bagi tim nasional Maroko. Ia juga menjadi penggerak utama yang menghidupkan permainan Atlas Lions (Singa Atlas) sepanjang Piala Afrika TotalEnergies (AFCON) 2025.

https://img.asmedia.epimg.net/resizer/v2/QWQTMUIDRNOBLO3I7VAUV4VU6U.jpg?auth=8423335036c6b36794562204fb3ce2f19e5a1b634e507da8654126193e26ac9a&width=1200&height=675&smart=true

Penampilannya, mulai dari penyelesaian bola hingga pergerakan tanpa bola, membuat lawan kesulitan membaca serangan Maroko. Díaz juga membuka ruang bagi rekan-rekannya, termasuk Ayoub El Kaabi dan Ismael Saibari, untuk menekan pertahanan lawan.

Setiap gol yang dicetak Díaz memberi momentum penting. Gol-golnya meningkatkan moral tim dan membangkitkan semangat pendukung di tribun. Selebrasinya yang penuh energi, saat berlari menghampiri fans setelah gol ke gawang Kamerun, menunjukkan kedekatan pemain dengan penggemar. Momen itu juga menghidupkan atmosfer stadion.

https://pbs.twimg.com/media/G-PtY9xXAAEAzkl?format=jpg&name=4096x4096

Díaz menorehkan sejumlah rekor yang menegaskan statusnya sebagai ikon turnamen. Ia menjadi pemain Maroko pertama yang mencetak gol dalam lima pertandingan AFCON berturut-turut, dari babak grup hingga perempat final.

Ia juga pemain pertama sejak Osei Kofi (1968) yang mencetak gol di lima pertandingan awal dalam satu edisi AFCON. Selain itu, Díaz menjadi pemain Maroko kedua yang mencetak gol dalam tiga pertandingan AFCON berturut-turut. Prestasi itu sebelumnya dipegang legenda Ahmed Faras selama 49 tahun (1972 dan 1976).

https://pbs.twimg.com/media/G-PvJVVWcAAM1Ul?format=jpg&name=4096x4096

Konsistensi dan ketajamannya mencerminkan kebangkitan Singa Atlas. Tim tuan rumah besutan Walid Regragui ini memanfaatkan momentum pemain bintang untuk mendekati gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 1976.

Dari sisi taktik, Díaz memengaruhi jalannya permainan. Pergerakan tanpa bola, pengambilan keputusan cepat, dan kemampuan menahan bola membuka ruang bagi rekan-rekannya. Ia bukan sekadar mesin gol, tetapi juga motor energi tim. Díaz mengatur ritme serangan dan meningkatkan kepercayaan diri rekan-rekannya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *