Mataredaksi.com, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi selama 10 hari, 10–19 Agustus 2025. Tujuannya adalah menekan kebakaran dengan meningkatkan curah hujan dan kelembapan tanah.
Tujuan OMC
Deputi BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa kebakaran lahan gambut sulit dipadamkan hanya dengan operasi darat. Oleh karena itu, OMC yang menyemai awan dan memicu hujan sangat efektif.
Pelaksanaan
Sejak 10 Agustus, BMKG telah melakukan dua sorti penyemaian awan dengan 1.600 kg bahan. Operasi berlangsung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, dan Muaro Jambi.
Kondisi Gambut dan Titik Panas
Pada 10 Agustus, TMAT menunjukkan 30% area gambut aman (0 sampai –40 cm), namun 70% lainnya rawan sampai kritis (di bawah –40 cm). Satelit 9 Agustus mencatat 14 titik panas, khususnya di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat.
Prediksi Cuaca
BMKG memprediksi awan hujan masih terbentuk sampai 14 Agustus. Ini mendukung efektivitas OMC.
Kerja Sama Penanggulangan Karhutla
BMKG bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, Lingkungan Hidup, BNPB, dan TNI AU. Upaya ini berhasil mengurangi titik api di beberapa provinsi.
Langkah Dini Penting
Tri Handoko menekankan pentingnya langkah dini agar OMC efektif memadamkan api dan mengurangi asap.
Dukungan Operasi
OMC sebelumnya sukses pada Juli 2025. Operasi melibatkan PT Wirakarya Sakti, Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, Pemerintah Jambi, dan TNI AU. BMKG mengendalikan operasi dari Posko Bencana Jambi dengan armada CASA 212-200 dan 11 kru Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. (MR-02)






