Garcia Puji Lukaku dan Permainan Kolektif Belgia Usai Taklukkan Kroasia 2-0

Saling Sapa – Penyerang Belgia, Romelu Lukaku (kiri), menyapa gelandang Kroasia, Luka Modrić (tengah), dan Mateo Kovačić (kanan) seusai laga persahabatan internasional, di Stadion HNK Rijeka, Selasa (2/6/2026) malam WIB. Setan Merah menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0, dan Rudi José Garcia, mengaku puas dengan performa timnya setelah mengalahkan Kockasti. (Sumber foto: @lessportsplus/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih tim nasional Belgia, Rudi José Garcia, mengaku puas dengan performa timnya setelah mengalahkan Kroasia 2-0 dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia 2026, Selasa (2/6/2026) malam WIB.

Selain memuji gol comeback Romelu Lukaku, Garcia menilai kekuatan utama Belgia dalam laga yang dimainkan di Stadion HNK Rijeka, Kroasia, tersebut terletak pada permainan kolektif yang ditunjukkan seluruh pemain.

Kemenangan atas Kroasia menjadi modal penting bagi Belgia dalam mempersiapkan diri menuju putaran final Piala Dunia 2026. Menghadapi salah satu tim kuat Eropa, Setan Merah mampu tampil disiplin dan menjaga gawang mereka tetap aman hingga pertandingan berakhir.

Rudi Garcia menilai anak asuhnya menunjukkan organisasi permainan yang baik sepanjang laga. Menurutnya, Belgia mampu mengatasi tekanan lawan dan tetap menjaga keseimbangan permainan di berbagai lini.

Permainan Kolektif Jadi Sorotan

Usai pertandingan, pelatih asal Prancis mengungkapkan kepuasannya terhadap cara timnya menjalankan strategi yang telah disiapkan. “Kami bermain bagus melawan Kroasia. Istirahat air memungkinkan kami membuat beberapa perubahan taktis yang meningkatkan performa tim”, kata Garcia.

Pelatih berusia 62 tahun itu juga menyoroti soliditas lini pertahanan Belgia. Meski Kroasia sempat mengancam melalui sejumlah peluang berbahaya, termasuk sundulan Ante Budimir yang membentur mistar gawang, Belgia tetap mampu menjaga clean sheet.

“Kami menghadapi beberapa kesulitan, tetapi berhasil menjaga gawang tidak kebobolan. Para pemain bertahan sebagai satu kesatuan tim dan tidak memberikan banyak peluang bersih kepada lawan”, ujarnya dilansir Mataredaksi dari voiceofemirates.com.

Menurut Garcia, kemenangan atas Kroasia memiliki nilai penting karena diraih atas salah satu negara yang secara konsisten tampil kompetitif di turnamen besar dalam satu dekade terakhir. “Ini pertandingan yang penting sebelum Piala Dunia. Kami senang bisa mengalahkan tim kuat seperti Kroasia”, katanya.

Namun di antara berbagai aspek positif yang ditunjukkan Belgia, Garcia mengaku paling terkesan dengan kerja sama tim yang tetap terjaga meski beberapa pergantian pemain dilakukan sepanjang pertandingan.

“Hal yang paling membuat saya senang adalah performa kolektif tim. Pergantian pemain tidak mengubah kualitas permainan kami”, tambahnya.

Lukaku Kembali dan Langsung Mencetak Gol

Selain kemenangan, laga tersebut juga menandai kembalinya Romelu Lukaku ke tim nasional Belgia setelah hampir satu tahun absen.

Striker Napoli itu masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dan langsung mencatatkan namanya di papan skor pada masa injury time untuk memastikan kemenangan Belgia menjadi 2-0.

Garcia tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap naluri gol sang penyerang. “Lukaku terlahir untuk mencetak gol. Saya pikir ada satu peluang yang bisa dia selesaikan lebih baik, tetapi itu hal yang wajar ketika berbicara tentang pemain kelas dunia”, kata Garcia.

Menurutnya, kontribusi Lukaku tidak hanya terlihat dari gol yang dicetak. Sejak masuk ke lapangan, penyerang berusia 33 tahun itu langsung memberikan tekanan kepada lini belakang Kroasia. “Dia masuk dengan baik dan langsung menekan lawan. Semua orang senang untuknya dan sangat menghormatinya”, ujar Garcia.

Belgia Beri Waktu Lukaku Pulihkan Kebugaran

Meski berhasil mencetak gol, Garcia mengakui kondisi fisik Lukaku belum sepenuhnya ideal. Musim 2025-2026 menjadi periode yang sulit bagi sang striker. Cedera hamstring membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk pemulihan dibanding bermain bersama Napoli.

Sepanjang musim, Lukaku hanya tampil tujuh kali sebagai pemain pengganti dengan total menit bermain yang sangat terbatas. Namun situasi tersebut tidak mengurangi kepercayaan Garcia kepada pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belgia itu.

“Romelu sudah pulih, tetapi kondisinya belum prima. Namun dia tetap striker terbaik kami dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia”, tegas Garcia.

Lukaku saat ini telah mengoleksi 90 gol dari 125 penampilan internasional bersama Belgia. Catatan tersebut menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di sepak bola internasional modern.

Garcia yakin masih ada cukup waktu untuk mengembalikan kebugaran Lukaku sebelum Piala Dunia dimulai. “Kami memiliki waktu sekitar lima minggu untuk membawanya kembali ke kondisi terbaik. Sedikit demi sedikit dia akan semakin membantu tim”, katanya.

Bagi Belgia, kemenangan atas Kroasia tidak hanya menghadirkan hasil positif. Laga itu juga memberikan kabar baik bahwa Lukaku mulai menemukan kembali sentuhan terbaiknya menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *