Guardiola Abaikan Hitung-hitungan Gelar, Manchester City Fokus Taklukkan Newcastle

Fokus - Pep Guardiola menegaskan Manchester City tidak memikirkan persaingan gelar Liga Premier musim 2025/026, dan memilih fokus penuh menghadapi Newcastle United pada matchday ke-27, di Stadion Etihad, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, menegaskan dirinya tidak memikirkan persaingan gelar Liga Premier 2025/2026. Meski hanya terpaut lima poin dari pemuncak klasemen Arsenal, Guardiola memilih mengarahkan fokus penuh timnya pada laga melawan Newcastle United di Etihad Stadium, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Arsenal gagal memperlebar jarak menjadi tujuh poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuka kembali peluang Manchester City untuk menekan persaingan di papan atas.

Dengan 12 pertandingan tersisa, setiap tim membutuhkan konsistensi. Manchester City juga masih menyimpan satu laga yang dapat mereka manfaatkan untuk memangkas selisih poin sebelum menghadapi Arsenal pada April mendatang.

Guardiola Tekankan Fokus ke Newcastle

Teknisi asal Spanyol ini menolak membahas hitung-hitungan gelar di ruang ganti. Ia meminta para pemain mengalihkan seluruh perhatian ke pertandingan terdekat. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 12 pertandingan berikutnya”, ujar Guardiola kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026) dini hari WIB.

“Saya tidak membicarakan hal itu sedetik pun dengan para pemain. Kami hanya membicarakan Newcastle”.

Pep Guardiola menilai pembicaraan soal klasemen hanya memicu tekanan yang tidak perlu. Ia ingin skuadnya menjaga konsentrasi dan mengontrol performa di atas lapangan.

Menurutnya, jadwal padat, potensi cedera, dan tekanan mental bisa mengubah arah persaingan dalam waktu singkat. Karena itu, ia memilih pendekatan sederhana: menargetkan kemenangan di setiap laga.

Persaingan Ketat dan Prediksi Opta

Superkomputer Opta tetap menempatkan Arsenal sebagai favorit juara musim ini. Simulasi menunjukkan Arsenal memegang peluang 80 persen untuk mengangkat trofi, sementara Manchester City memiliki peluang 16,9 persen.

Meski angka tersebut cukup jauh, Manchester City memiliki reputasi kuat saat memasuki fase akhir musim. Dalam beberapa musim terakhir, mereka mampu menjaga ritme kemenangan hingga pekan terakhir dan membalikkan tekanan menjadi keuntungan.

Namun, Pep Guardiola kembali menegaskan bahwa pengalaman masa lalu tidak menjamin hasil saat ini. “70 persen pemain kami adalah pemain baru. Pengalaman yang sesungguhnya adalah memenangkan pertandingan berikutnya”, tegasnya.

Ia menilai mentalitas dan konsistensi menjadi faktor utama dalam perburuan gelar.

Rekor Kandang Perkuat Kepercayaan Diri

Manchester City menunjukkan dominasi saat menjamu Newcastle United di Liga Premier. Mereka mencatat 21 laga kandang tanpa kekalahan atas The Magpies dan meraih 16 kemenangan beruntun dalam periode tersebut.

Manchester City juga mengamankan enam kemenangan kandang terakhir atas Newcastle United tanpa kebobolan. Catatan itu memperkuat kepercayaan diri tim menjelang laga akhir pekan.

Di sisi lain, Newcastle besutan Eddie Howe datang dengan modal positif setelah meraih kemenangan besar di kompetisi Eropa. Mereka tentu ingin mematahkan tren buruk di Etihad Stadium.

Pep Guardiola tetap menegaskan satu target utama: meraih tiga poin di kandang sendiri. Ia tidak ingin timnya larut dalam perhitungan klasemen sebelum kompetisi benar-benar memasuki fase penentuan.

Bagi pelatih berumur 55 tahun ini, gelar Liga Premier hanya bisa diraih melalui fokus, disiplin, dan kemenangan demi kemenangan. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *