Mataredaksi.com, BOGOR – Mantan pelatih Tim Nasional Sepak Bola Pria Amerika Serikat (USMNT), Jürgen Klinsmann, membuka peluang kembali ke Tottenham Hotspur jika klub London utara tersebut memutuskan berpisah dengan pelatih Igor Tudor.
Pernyataan Klinsmann muncul ketika Tottenham berada dalam situasi yang sangat sulit. Klub berjuluk The Lilywhites itu belum meraih satu pun kemenangan di Liga Premier sepanjang tahun 2026 dan kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
Krisis performa Spurs semakin terasa setelah mereka menelan kekalahan telak 2-5 dari Atlético Madrid. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Tottenham menjadi enam kekalahan beruntun di semua kompetisi. Rentetan kekalahan itu menjadi salah satu periode terburuk yang dialami klub dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini memicu kegelisahan di kalangan suporter. Banyak penggemar mulai mempertanyakan keputusan manajemen yang menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih menggantikan Thomas Frank.
Tekanan Besar untuk Igor Tudor
Igor Tudor sebenarnya baru beberapa pekan menangani Tottenham setelah klub memutuskan berpisah dengan Thomas Frank. Namun, pergantian pelatih itu belum mampu membawa perubahan berarti bagi performa tim.
Sejak mengambil alih kursi pelatih, Tudor langsung menghadapi jadwal yang berat. Tottenham bahkan menelan empat kekalahan beruntun sejak pergantian pelatih tersebut.
Tekanan terhadap Tudor diperkirakan akan semakin meningkat menjelang pertandingan tandang melawan Liverpool. Laga di Anfield itu menjadi ujian besar karena Tottenham belum pernah meraih kemenangan di stadion tersebut dalam 15 tahun terakhir.
Jika kembali gagal meraih poin, bukan tidak mungkin manajemen Spurs akan mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih untuk kedua kalinya dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat berbagai nama mulai muncul sebagai kandidat potensial pengganti Tudor.
Nama-Nama Lama Muncul Kembali
Di tengah tekanan terhadap manajemen klub, sejumlah tokoh lama Tottenham mulai disebut-sebut sebagai kandidat pelatih.
Kandidat Lama Mulai Bermunculan
Beberapa nama lama Tottenham mulai muncul di tengah tekanan yang menimpa klub London utara tersebut. Mantan gelandang Spurs, Tim Sherwood, menyatakan kesiapannya untuk kembali melatih Tottenham. Sherwood pernah menangani klub tersebut pada periode 2013–2014.
Namun, ia tidak lagi melatih tim sejak 2015. Kondisi itu membuat banyak pengamat meragukan peluangnya untuk kembali menangani klub di level tertinggi.
Perbincangan juga menghadirkan nama Harry Redknapp, mantan pelatih Tottenham yang kini berusia 79 tahun. Redknapp sudah meninggalkan dunia kepelatihan selama beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, sebagian suporter masih mengingat perannya saat membawa Spurs bersaing di papan atas Liga Inggris. Nama legenda Tottenham Glenn Hoddle juga ikut masuk dalam diskusi para penggemar. Hoddle memahami karakter dan tradisi klub London utara tersebut.
Namun, ia sudah tidak lagi melatih sejak mengalami masalah kesehatan serius pada 2018. Kemunculan sejumlah nama lama itu memperlihatkan besarnya tekanan yang kini dihadapi Tottenham.
Klinsmann Buka Peluang
Di tengah berbagai spekulasi, Jürgen Klinsmann memberikan respons ketika media menanyakan kemungkinan dirinya melatih Tottenham. Legenda sepak bola Jerman itu pernah membela Spurs sebagai pemain dan masih memiliki hubungan emosional dengan klub London utara tersebut.
Ketika wartawan menanyakan ketertarikannya terhadap posisi itu, Klinsmann tidak menutup peluang. “Siapa yang tidak menginginkan pekerjaan itu? Ini Tottenham”, kata Klinsmann kepada ESPN FC dilansir Mataredaksi.
Klinsmann menilai Tottenham membutuhkan sosok pelatih yang mampu membangun kembali hubungan emosional antara klub, pemain, dan para pendukung.
“Siapa pun yang Anda pilih, Anda membutuhkan seseorang yang bisa terhubung dengan semua orang secara emosional. Pelatih itu harus memahami klub, merasakan identitasnya, dan memahami para suporternya”, ujarnya.
Ia juga menilai Spurs perlu membangun kembali mentalitas bertarung untuk keluar dari situasi sulit yang mereka hadapi saat ini. “Untuk keluar dari situasi seperti ini, tim harus memiliki semangat juang yang kuat dan mentalitas yang tangguh”, tambahnya.
Rekam Jejak Kepelatihan Klinsmann
Setelah pensiun sebagai pemain, Klinsmann memulai karier kepelatihannya bersama tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2006. Ia membawa Die Mannschaft tampil impresif di depan publik sendiri dan melaju hingga babak semifinal.
Pada 2008, Klinsmann menerima tawaran melatih Bayern München. Namun, ia tidak bertahan lama karena performa tim belum menunjukkan konsistensi.
Meski demikian, sejumlah pengamat melihat kontribusinya dalam perubahan budaya klub. Louis van Gaal kemudian melanjutkan proses tersebut sebelum Pep Guardiola menyempurnakannya.
Klinsmann kemudian melatih tim nasional Amerika Serikat (USMNT). Ia membawa tim tersebut melaju ke babak gugur Piala Dunia 2014 di Brasil dan meningkatkan daya saing USMNT di level internasional.
Setelah itu, Klinsmann sempat menangani Hertha Berlin sebelum menerima tawaran melatih tim nasional Korea Selatan. Kariernya bersama Korea Selatan berakhir setelah tim tersebut kalah dari Yordania pada semifinal Piala Asia 2024.
Kini, di tengah krisis Tottenham Hotspur, nama Klinsmann kembali masuk dalam perbincangan sebagai sosok yang memiliki kedekatan emosional dengan klub London utara tersebut. (MR-01)






