Mataredaksi.com, BOGOR – Olympique Lyonnais Féminin kembali menunjukkan superioritasnya di pentas Eropa. Dalam laga kedua fase liga Liga Champions Wanita UEFA 2025/2026, di Stadion Groupama, Décines, Rabu (15/10/2025) malam WIB, klub asal Prancis itu menang meyakinkan 3-0 atas wakil Austria, SKN St. Pölten.
Malam kemenangan itu menjadi milik Lily Yohannes, remaja Amerika Serikat berusia 18 tahun, yang mencetak gol indah dari jarak jauh dan menutup pesta gol Lyon dengan cara paling berkelas.
Dominasi Sejak Awal Laga
Pertandingan baru berjalan 28 menit ketika Lyon membuka skor lewat Jule Brand. Penyerang asal Jerman itu menyelesaikan kerja sama apik dengan Vicki Bècho dan menyontek bola ke gawang tanpa kesulitan.
Gol tersebut menegaskan kendali Lyon atas permainan sejak awal. Penguasaan bola mereka nyaris tak memberi ruang bagi St. Pölten untuk berkembang. Tim tamu hanya sesekali mampu keluar dari tekanan lewat serangan sporadis.
Dominasi Lyon makin mutlak menjelang turun minum. Kapten Ada Hegerberg, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions Wanita, menggandakan keunggulan lewat sundulan di menit ke-44. Gol itu menjadi torehan ke-67 sepanjang kariernya di kompetisi ini.
Gol Spektakuler Yohannes & Masa Depan Lyon
Momen paling berkesan datang di babak kedua. Pada menit ke-52, Yohannes menerima bola di dekat lingkaran tengah. Ia melihat kiper lawan, Carina Schlüter, keluar dari posisinya. Tanpa ragu, pemain muda yang baru bergabung musim panas lalu itu melepaskan tembakan lob kaki kanan. Bola melengkung sempurna dan bersarang di gawang.
Penonton di Groupama berdiri memberi tepuk tangan. Rekan setimnya pun berhamburan memeluk sang pencetak gol.
“Sejujurnya saya baru saja melihat penjaga keluar dan saya pikir saya mungkin juga melakukannya”, ujar Yohannes seusai pertandingan.
“Saya sudah melakukan itu sebelumnya di Ajax, jadi saya pikir kenapa tidak mencoba lagi. Saya sangat senang itu masuk”.
Di usia 18 tahun, Yohannes sudah mencuri perhatian pelatih tim nasional Amerika Serikat, Emma Hayes. Ia dipanggil ke skuad untuk pertandingan persahabatan Oktober ini. Kehadirannya memberi warna baru pada lini tengah Lyon yang dikenal kuat dalam penguasaan bola dan transisi.
Lyon benar-benar tampil mendominasi. Statistik mencatat 44 percobaan tembakan, dengan lebih dari separuh mengarah ke gawang. St. Pölten hanya mampu membalas dengan enam upaya lemah.
Pelatih Jonatan Giráldez bahkan menurunkan sebelas pemain berbeda dari laga sebelumnya saat mengalahkan Arsenal 2-1. Namun permainan tetap solid dan agresif. “Ini hasil dari kedalaman skuad yang luar biasa”, ujar salah satu staf pelatih Lyon kepada media setempat.
Tradisi Juara yang Belum Padam
Kemenangan ini memperkuat posisi Lyon di papan atas klasemen fase liga Liga Champions Wanita. Dalam format baru, 18 tim bersaing hingga Desember. Empat tim teratas otomatis melaju ke perempat final, sementara peringkat lima hingga dua belas berjuang di babak playoff knockout.
Pada laga lain di malam yang sama, VfL Wolfsburg juga mencatat kemenangan dramatis 2-1 atas Vålerenga Fotball. Klub asal Jerman itu butuh waktu hingga perpanjangan waktu untuk memastikan tiga poin. Janina Minge mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Bagi Lyon, malam di Groupama menjadi penegasan bahwa tradisi juara mereka belum pudar. Delapan gelar Eropa yang telah mereka kumpulkan menjadi fondasi kokoh bagi generasi baru untuk kembali menguasai benua.
Di tengah barisan bintang seperti Hegerberg, Brand, dan Bècho, nama Lily Yohannes kini bersinar terang — membawa harapan baru bahwa kejayaan Lyon di sepak bola wanita belum berakhir. (MR-02)






