Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Maroko memastikan langkah ke final TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025 setelah menyingkirkan Nigeria 4-2 melalui adu penalti dalam laga semifinal yang menegangkan di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.
Laga berjalan tanpa gol selama 90 menit waktu normal hingga perpanjangan waktu. Akhirnya, hasil ditentukan lewat adu penalti. Kiper Maroko, Yassine Bounou, menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial yang membawa Atlas Lions ke final Piala Afrika pertama mereka dalam 21 tahun terakhir.
MOMEN DRAMATIS – Para Pemain Timnas Maroko merayakan kemenangan dramatis atas Nigeria melalui adu penalti dalam semifinal TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025, di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CAF_Online)
Tempo Tinggi Sejak Peluit Awal
Kedua tim memulai laga dengan intensitas tinggi. Maroko menguasai lini tengah untuk mengambil inisiatif serangan, sementara Nigeria menekankan pertahanan disiplin dan mengandalkan transisi cepat melalui Victor Osimhen dan Ademola Lookman.
Peluang pertama tercipta dari Brahim Díaz yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, namun bola melayang tipis di sisi gawang Stanley Nwabali. Nigeria membalas lewat tembakan rendah Lookman dari tepi kotak penalti, tapi Bounou sigap menepisnya.
Osimhen beberapa kali mencoba menembus pertahanan Maroko, namun duet Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd tampil solid. Sorakan suporter tuan rumah menambah tekanan, menciptakan atmosfer mencekam bagi Nigeria.
MELUAPKAN KEGEMBIRAAN – Kiper Timnas Maroko, Yassine Bounou meluapkan kegembiraan dengan merangkul rekan setimnya usai menjadi pahlawan penyelamatan krusial adu penalti pertandingan semifinal TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025 melawan Nigeria, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CAF_Online)
Maroko Tingkatkan Tekanan
Memasuki babak kedua, tempo permainan Maroko meningkat. Serangan mengalir lebih banyak lewat sisi sayap, dipadu kombinasi cepat Hakimi dan Abde Ezzalzouli. Ezzalzouli sempat melepaskan tendangan melengkung dari dalam kotak penalti, tetapi Nwabali melakukan penyelamatan gemilang.
Nigeria tetap disiplin di lini belakang. Calvin Bassey mematahkan sejumlah umpan silang dan menjaga Osimhen tetap terisolasi.
Meski penguasaan bola dikuasai Maroko, Super Eagles tetap mengancam lewat serangan balik. Beberapa percobaan Osimhen gagal menghasilkan peluang bersih.
Perpanjangan Waktu: Kewaspadaan Tinggi
Kedua tim menunjukkan tanda kelelahan saat perpanjangan waktu dimulai. Maroko mencoba mengendalikan permainan, sedangkan Nigeria tetap fokus menjaga formasi pertahanan.
Tidak ada peluang emas tercipta selama 30 menit tambahan. Tim memilih menunggu momen tepat, sehingga adu penalti menjadi penentu jalan ke final.
Adu Penalti: Malam Milik Bounou
Adu penalti berlangsung dramatis di hadapan puluhan ribu pendukung. Neil El Aynaou membuka keunggulan Maroko, sementara Paul Onuachu menyamakan skor untuk Nigeria.
BERAKSI – Gelandang serang timnas Maroko Brahim Díaz (kiri) berebut bola dengan pemain Nigeria dalam semifinal TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) 2025. Semifinal kontra Nigeria di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@CAF_Online)
Momentum sempat beralih ke Nigeria ketika Nwabali menggagalkan penalti Hamza Igamane. Namun, Bounou langsung membalas dengan membaca arah tendangan Samuel Chukwueze. Eliesse Ben Seghir dan Fisayo Dele-Bashiru sukses mengeksekusi penalti. Kapten Achraf Hakimi membawa Maroko unggul 3-2, sebelum Bounou kembali menggagalkan tendangan Bruno Onyemaechi.
Youssef En-Nesyri maju sebagai penendang terakhir dan menuntaskan kemenangan Maroko 4-2. Suasana stadion meledak, pemain berlari ke arah Bounou, dan sejarah tercipta di Rabat.
Reaksi Pasca-Pertandingan
Yassine Bounou dinobatkan sebagai TotalEnergies Man of the Match.
“Atmosfernya luar biasa. Dukungan penggemar memberi kami energi tambahan. Kami tahu pertandingan ini sulit, tetapi tim berjuang sampai akhir”, ujarnya.
Pelatih Timnas Nigeria, Éric Chelle, mengakui kekecewaan timnya.
“Kami bekerja keras sepanjang turnamen. Kekalahan lewat penalti memang menyakitkan, tapi para pemain menunjukkan karakter dan mental kuat”, katanya.
Sementara itu, pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui memuji perjuangan timnya. “Mencapai final AFCON di kandang sendiri adalah hadiah besar bagi kami dan penggemar. Sekarang kami harus segera memulihkan kondisi dan fokus ke final”, ujarnya.
Menuju Final AFCON 2025
Maroko akan menghadapi Senegal di final AFCON 2025, Minggu, 18 Januari 2026, di Stadion Prince Moulay Abdellah. Nigeria akan bertemu Mesir dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Mohammed V, Casablanca.
Dengan dukungan publik tuan rumah dan kepercayaan diri meningkat, Maroko kini hanya satu langkah dari sejarah baru di Piala Afrika. (MR-02)







