Newcastle United Kembali Merasakan Pahit di Menit Akhir, Saga Isak Menambah Dimensi

Kebangkitan The Magpies Terhenti Meski Bermain 10 Orang

DANIEL Burn memberi aplaus kepada suporter Newcastle United meski kekalahan 3-2 dari Liverpool meninggalkan ekspresi kecewa di wajahnya, Selasa (26/8/2025) dini hari WIB. (Sumber Foto: X/@NUFC)

Mataredaksi.com, BOGOR – Newcastle United kembali merasakan kekecewaan di menit-menit akhir. Dari gol Stan Collymore pada 1996 hingga sontekan telat Darwin Núñez beberapa musim lalu, momen pahit selalu menghampiri The Magpies.

Selasa (26/8/2025) dini hari WIB, sepakan menit ke-100 Rio Ngumoha menutup semua harapan Newcastle. Setelah bangkit dari ketinggalan 2-0 dengan 10 orang, dan kehilangan Fabian Schär, Sandro Tonali, serta Joelinton karena cedera, Newcastle pulang tanpa poin.

Dukungan Suporter Tetap Membara

Para suporter tetap berdiri memberi tepuk tangan panjang. Pelatih Eddie Howe mengatakan, “Orang-orang itu membuat saya bangga. Semangat dan kebersamaan mereka tidak pernah dipertanyakan. Mereka benar-benar terjalin ke Newcastle”.

Saga Alexander Isak Menggelayuti Pertandingan

Hanya beberapa bulan lalu, Alexander Isak mencetak gol penting melawan Liverpool di final Piala Carabao. Namun kini, penggemar Liverpool berkali-kali menyoroti absennya Isak, yang sedang menjalani latihan terpisah di klub. Saga transfer Isak menambah ketegangan permainan dan atmosfer stadion.

Perlawanan Newcastle yang Intens

Newcastle tampil agresif sejak menit awal, membuat tujuh pelanggaran Liverpool dalam 20 menit pertama. Liverpool memimpin berkat gol Ryan Gravenberch, sebelum Anthony Gordon diusir karena menendang Virgil van Dijk. Hugo Ekitike menggandakan keunggulan Liverpool sebelum Bruno Guimarães dan William Osula membalas untuk Newcastle.

Gol Penentu Ngumoha Membungkam Stadion

Ketika Newcastle hampir mendapatkan poin, Dominik Szoboszlai membuat Ngumoha mencetak gol dari 12 yard. Stadion terdiam, menandai kemenangan Liverpool 3-2.

Tantangan Newcastle di Bursa Transfer

Newcastle masih menunggu terobosan di bursa transfer untuk memperkuat lini depan. Tawaran untuk Jorgen Strand Larsen dan Yoane Wissa ditolak, dan absennya Isak membuat pelatih Howe harus memaksimalkan apa yang ada. Howe menekankan pentingnya kualitas pemain yang ada, meski gol di babak pertama akan mengubah permainan.

Resolusi Saga Isak Mendekat

Howe tidak terlibat dalam pembicaraan transfer, tetapi jendela ditutup pada 1 September, memberi harapan bahwa saga Isak akan segera menemukan titik akhir. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *