Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan menegaskan kekuatan mental mereka usai menang 3-1 atas Como 1907 pada laga tunda pekan ke-16 Serie A Italia 2025/2026 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. Adrien Rabiot dan Mike Maignan menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja kolektif tim di bawah tekanan.
Pertandingan ini semula masuk jadwal Desember. Namun, agenda Supercoppa Italiana memaksa liga menggeser laga ke Januari. AC Milan pun bertandang ke Como dengan beban laga berat di tengah persaingan papan atas.
EKSPRESI – Kiper AC Milan Mike Maignan selebrasi usai timnya menang menang 3-1 pada pertandingan tunda pekan ke-16 Serie A 2025/2026 melawan Como 1907, Jumat (6/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@acmilan)
Start Sulit di Stadio Sinigaglia
Como langsung memberi tekanan sejak awal laga. Sundulan Marc-Oliver Kempf membawa tuan rumah unggul dan membuat Milan berada dalam situasi sulit. Sepanjang babak pertama, tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Dalam kondisi tersebut, Mike Maignan tampil sigap. Kiper asal Prancis itu menggagalkan beberapa peluang emas, termasuk tembakan Lucas Da Cunha, yang menjaga Milan tetap berada dalam pertandingan.
Penalti Nkunku Jadi Titik Balik
Momentum mulai berubah menjelang jeda. Pelanggaran terhadap Adrien Rabiot di kotak penalti memberi Milan kesempatan emas. Christopher Nkunku maju sebagai algojo dan sukses menyamakan skor.
Gol tersebut mengubah dinamika laga. AC Milan tampil lebih tenang selepas turun minum dan mulai menemukan ritme permainan mereka.
Brace Rabiot Amankan Tiga Poin
Babak kedua menjadi panggung Adrien Rabiot. Gelandang Prancis itu mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan Rossoneri. Salah satu gol lahir dari skema latihan yang Milan latih dalam beberapa hari terakhir.
“Ini kemenangan tim. Mentalitas kami membuat perbedaan”, kata Rabiot kepada DAZN Italia usai menerima penghargaan Lega Serie A Man of the Match. “Babak pertama sangat sulit, tetapi kami berbicara saat jeda dan keluar dengan sikap berbeda”.
SELEBRASI – Adrien Rabiot melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk timnya AC Milan dalam kemenangan 3-1 atas Como 1907 pada laga tunda pekan ke-16 Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@acmilan)
Ia menegaskan bahwa kontribusi pemain muda juga berperan penting. “Kami tidak pernah menyerah, bahkan ketika tertinggal”, ujar Rabiot.
Maignan Soroti Kerja Kolektif Tim
Mike Maignan menilai kesiapan mental menjadi kunci Milan bertahan di laga berat seperti ini. Menurutnya, Milan tetap fokus meski kebobolan lebih dulu.
“Bermain di sini tidak mudah. Kami tahu itu sejak awal”, ucap Maignan. “Tim tetap menjaga permainan dan mulai bermain lebih kompak setelah itu”, lanjutnya.
Maignan juga menyebut efektivitas sebagai faktor pembeda. “Kami mencetak gol saat mendapat peluang dan bertahan dengan disiplin”, tambahnya.
Saat ditanya soal penyelamatan tersulit, Maignan menunjuk satu momen. “Penyelamatan dari Da Cunha menjadi yang paling sulit malam ini”, katanya.
AKSI – Mike Maignan kiper AC Milan pada pertandingan tunda pekan ke-16 Serie A melawan Como 1907, di Stadion Giuseppe Sinigalia, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Asa Scudetto Tetap Terjaga
Kemenangan ini membuat AC Milan kini hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Inter. Rossoneri juga menjaga jarak dari Napoli, Juventus, dan AS Roma dalam persaingan papan atas.
Bagi Maignan, laga seperti ini justru memberi kepuasan tersendiri. “Kami menderita, mengeluarkan banyak energi, dan memberikan segalanya di lapangan”, ujarnya.
Saat ditanya apakah ia ingin merasakan lebih banyak malam seperti ini bersama AC Milan, kiper asal Prancis ini menjawab singkat, “Tentu saja”. (MR-03)






