Mataredaksi.com, BOGOR – Real Sociedad de Fútbol memastikan tiket ke final Copa del Rey 2025/2026 setelah menundukkan Athletic Bilbao 1-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Reale Arena, Donostia, San Sebastián, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu menyempurnakan agregat 2-0 setelah La Real lebih dulu menang di San Mamés.
Gol penentu lahir pada menit-menit akhir melalui eksekusi penalti kapten Mikel Oyarzabal. Wasit menunjuk titik putih setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran Iñigo Galarreta terhadap Yangel Herrera di dalam kotak penalti. Oyarzabal mengeksekusi dengan tenang dan mengarahkan bola melewati Álex Padilla.
Partai final akan berlangsung Minggu (19/4/2026) dini hari pukul 02.00 WIB, di Estadio La Cartuja, Sevilla. Di laga puncak tersebut, Txuri-urdin (Putih-Biru) akan menghadapi Atlético Madrid yang sebelumnya menyingkirkan Fútbol Club Barcelona.
(Sumber foto: @HQpcrt/X)
Athletic Tekan Sejak Menit Awal
Athletic Bilbao datang dengan misi mengejar ketertinggalan agregat. Tim asuhan Ernesto Valverde langsung menekan sejak menit pertama. Iñaki Williams mengirim umpan silang berbahaya kepada Álex Berenguer, tetapi sundulannya gagal menemui sasaran.
Selepas peluang itu, Real Sociedad mengambil kendali permainan. Carlos Soler hampir membuka keunggulan lewat tendangan bebas melengkung yang memaksa Padilla melakukan penyelamatan gemilang. Intensitas duel meningkat dan sejumlah pelanggaran mewarnai babak pertama dalam atmosfer panas Derby Basque.
La Real bermain sabar dalam membangun serangan. Mereka memanfaatkan lebar lapangan dan mengalirkan bola cepat dari lini tengah ke sisi sayap. Pergerakan Ander Barrenetxea dan Gonçalo Guedes beberapa kali merepotkan lini belakang tim tamu.
(Sumber foto: @HQpcrt/X)
Tekanan Konsisten Berbuah Penalti
Memasuki babak kedua, tempo sedikit menurun tetapi kontrol tetap berada di tangan tuan rumah. Jon Martín dan Yangel Herrera memperoleh peluang melalui sundulan, namun bola melayang di atas mistar.
Pellegrino Matarazzo meminta timnya tetap progresif. Strategi itu membuat Los Leones (Sang Singa) – julukan Athletic Bilbao – kesulitan menemukan ruang. Lini belakang La Real menjaga jarak antar lini dengan disiplin dan menutup pergerakan Williams bersaudara.
Momentum penentuan hadir ketika Herrera dijatuhkan Galarreta di kotak penalti. Video Assistant Referee atau VAR meninjau insiden tersebut dan wasit kemudian menunjuk titik putih. Oyarzabal menempatkan bola ke sudut bawah gawang dan mengecoh Padilla. Gol itu memupus harapan Athletic Bilbao untuk bangkit.
Atmosfer di Reale Arena Donostia, San Sebastián semakin membara memasuki sepuluh menit terakhir. Suporter tuan rumah berdiri sepanjang laga, mengibarkan syal biru-putih dan menyanyikan lagu kebanggaan klub.
(Sumber foto: @HQpcrt/X)
Tekanan psikologis terasa jelas ketika Oyarzabal meletakkan bola di titik putih. Namun kapten Erreala menunjukkan kualitas kepemimpinan. Ia tidak terburu-buru dan menunggu Padilla bergerak sebelum melepaskan tendangan terukur.
Sepanjang pertandingan, Real Sociedad tampil lebih terorganisasi. Pasukan ‘Putih-Biru’ menjaga keseimbangan antara pressing tinggi dan transisi cepat. Skuad asuhan Ernesto Valverde memang berusaha meningkatkan intensitas pada fase akhir, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih di kotak penalti.
Bagi Erreala, ini menjadi kesempatan penting untuk kembali mengukir sejarah di Copa del Rey. Konsistensi mereka di fase gugur memperlihatkan kematangan taktik dan mental bertanding. Final melawan Atlético Madrid akan menjadi ujian berbeda, tetapi kemenangan atas rival sekota memberi modal kepercayaan diri yang besar.
(Sumber foto: @jaure7/X)
Sevilla Menjadi Panggung Penentuan
Keberhasilan ini menegaskan kematangan Real Sociedad dalam mengelola laga dua leg. Tim asuhan Pellegrino Matarazzo menjaga keseimbangan antara disiplin bertahan dan keberanian menyerang. Dukungan publik Reale Arena juga memberi dorongan energi pada fase krusial pertandingan.
Adu Taktik dengan Atlético
Real Sociedad akan menghadapi Atlético Madrid dalam final yang sarat strategi. Diego Simeone membangun timnya dengan karakter kuat dalam duel fisik dan transisi cepat. Karena itu, La Real harus bermain disiplin sejak menit pertama.
Namun, La Real datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Mereka menyingkirkan rival sekota dalam Derby Basque dan menunjukkan konsistensi sepanjang dua leg semifinal. Mentalitas itu menjadi bekal penting menuju partai puncak.
Momentum Ukir Sejarah
(Sumber foto: @jaure7/X)
Partai di Sevilla bukan sekadar perebutan trofi. Laga ini menjadi momentum bagi Real Sociedad untuk menegaskan identitas permainan mereka di level nasional. Kombinasi pemain muda dan senior memberi keseimbangan skuad yang solid.
Jika mampu menjaga fokus, meningkatkan efektivitas di depan gawang, dan mempertahankan intensitas permainan, Real Sociedad memiliki peluang besar untuk mengangkat trofi Copa del Rey (Piala Raja) dan menutup musim dengan catatan bersejarah. (MR-02)






