Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan meraih kemenangan krusial saat menundukkan Como 1907 dengan skor 3-1 pada laga tunda pekan ke-16 Serie A 2025/2026 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Meski kalah dalam penguasaan bola, Rossoneri tampil jauh lebih efektif. Adrien Rabiot menjadi tokoh utama lewat dua gol yang menjaga harapan Milan dalam perburuan Scudetto tetap hidup.
Laga Penentu di Papan Atas Serie A
Laga ini memiliki bobot penting dalam peta persaingan papan atas Serie A. Napoli sebelumnya ditahan Parma Calcio 19113, sementara Inter Milan meraih kemenangan. Situasi tersebut membuat AC Milan wajib membawa pulang tiga poin agar tetap berada dalam jalur perburuan gelar juara.
Ujian Kedalaman Skuad Rossoneri
Pertandingan di markas tim berjuluk I Lariani juga menjadi ujian kedalaman skuad AC Milan. Rossoneri datang tanpa Strahinja Pavlović dan Santiago Giménez. Niclas Füllkrug baru cukup bugar untuk duduk di bangku cadangan usai pulih dari cedera patah kaki. Sementara itu, Christian Pulisic belum berada dalam kondisi terbaik setelah Milan mencatat dua hasil imbang beruntun kontra Genoa CFC dan ACF Fiorentina.
Di kubu tuan rumah, Como besutan Cesc Fàbregas kehilangan sejumlah pemain kunci. Assane Diao, Jayden Addai, Edoardo Goldaniga, serta mantan penyerang AC Milan Álvaro Morata masih menepi akibat cedera.
Como Dominan Sejak Awal Laga
Como 1907 tampil percaya diri sejak menit awal. Tuan rumah hanya membutuhkan 10 menit untuk membuka keunggulan. Sepak pojok pendek berujung umpan silang Martin Baturina sukses dimanfaatkan Marc-Oliver Kempf, yang memenangi duel udara melawan Youssouf Fofana dan menanduk bola ke tiang jauh.
Setelah gol tersebut, I Biancoblù masih julukan Como 1907 terus menekan. Lucas Da Cunha hampir menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak dekat, sementara Nicolás Paz Martínez beberapa kali memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan penting.
Peran Vital Maignan dan Perubahan Taktik Milan
Tekanan bertubi-tubi memaksa Massimiliano Allegri mengubah pendekatan dengan menggeser formasi ke 4-3-3. Meski begitu, AC Milan masih kesulitan keluar dari tekanan. Maignan kembali tampil heroik dengan menepis sundulan Da Cunha dari jarak dekat serta menggagalkan tembakan rendah Tasos Douvikas.
Penampilan sang kiper menjadi faktor krusial yang menjaga Il Diavolo Rosso (Si Iblis Merah) masih julukan AC Milan tetap bertahan di fase tersulit pertandingan.
Penalti Nkunku Jadi Titik Balik
Di tengah dominasi ‘Si Putih-Biru’, AC Milan justru memperoleh momentum. Alexis Saelemaekers mencuri bola dari Ignace van der Brempt sebelum mengirim umpan terobosan kepada Adrien Rabiot. Kempf terlambat mengantisipasi dan menjatuhkan Rabiot di kotak penalti.
Christopher Nkunku maju sebagai algojo dan sukses mengecoh Jean Butez. Gol penalti tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 dan mengubah arah laga. Allegri lalu menyesuaikan sistem menjadi 5-3-2 untuk meredam tekanan tim yang berbasis di tepi Danau Como.
Rabiot Menentukan di Babak Kedua
Babak kedua berlangsung lebih seimbang. Namun, penggawa ‘Si Iblis Merah’ kembali menunjukkan efektivitasnya. Serangan balik rapi berbuah gol pada menit ke-55. Rafael Leão mengontrol bola panjang, melakukan gerakan tipuan, lalu mengirim umpan cerdik kepada Rabiot. Gelandang asal Prancis itu menyambutnya dengan setengah voli dari jarak dekat.
Lucas Da Cunha dan kawan-kawan tidak menyerah. Nicolás Paz dua kali nyaris menyamakan skor, termasuk tendangan voli akrobatik yang membentur tiang. Tekanan tuan rumah terus berlanjut hingga menit akhir.
Gol Penutup dan Asa Scudetto
Saat Como semakin terbuka, Mike Maignan dkk. kembali menghukum. Rabiot mengontrol umpan Niclas Füllkrug sebelum melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-88. Gol tersebut memastikan kemenangan Rossoneri sekaligus melengkapi brace Rabiot.
Dua gol tersebut menegaskan peran Rabiot sebagai pembeda di momen krusial. Selain mencetak gol, ia juga aktif memutus aliran serangan lawan dan menjaga keseimbangan lini tengah Milan.
Milan Terus Menekan di Jalur Juara
Kemenangan ini menjaga AC Milan tetap bersaing di papan atas Serie A. Sebaliknya, Como 1907 harus menerima kenyataan pahit setelah dominasi permainan mereka gagal berbuah poin.
Susunan pencetak gol:
Como 1-3 AC Milan
Kempf (10’)
Nkunku (45’ pen), Rabiot (55’, 88’)
(MR-03)






