Mataredaksi.com, BOGOR – Luciano Spalletti memulai kiprahnya sebagai pelatih Juventus dengan catatan positif. Tim barunya menang 2-1 atas Unione Sportiva Cremonese pada pekan ke-10 Serie A Italia 2025/2026 di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB.
PEMAIN Juventus merayakan gol pembuka Filip Kostić pada pekan ke-10 Serie A Italia 2025/26 melawan Cremonese, Serie A Italia 2025/2026 di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@juventusfcen)
Gol Cepat Kostić
Filip Kostić membuka era Spalletti di Juventus hanya dalam 84 detik. Gol cepat ini langsung menegaskan dominasi tim tamu sejak menit awal. Andrea Cambiaso menambah gol pada menit ke-68, sementara tuan rumah sempat membalas lewat Jamie Vardy pada menit ke-83. Meski gol Vardy menandai usaha Cremonese, waktu yang tersisa tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Kemenangan ini membawa Juventus naik ke posisi kelima klasemen, hanya berselisih empat poin dari Napoli yang memimpin. Bagi Spalletti, yang diperkenalkan sebagai pelatih Juventus pada Kamis (30/10/2025) menggantikan Igor Tudor, hasil ini terasa manis.
MOMEN gol defender Juventus Andrea Cambiaso ke gawang US Cremonese pada pekan ke-10 Serie A Italia 2025/2026 di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@juventusfcen)
Strategi Efektif Spalletti
Mantan pelatih Timnas Italia itu menempatkan Teun Koopmeiners sebagai bek tengah. Strategi ini berjalan efektif meski beberapa pemain inti absen. “Kami bermain cukup baik di sebagian besar babak pertama, kemudian mulai kebobolan terlalu banyak, dan hal yang sama terjadi di awal babak kedua… masih banyak yang harus dikerjakan”, kata Spalletti.
Ia menambahkan, “Kami perlu berkembang cepat. Saya percaya pada pemain, tapi tekanan bermain untuk Juventus memang bisa membebani mereka”. Dengan kemenangan ini, Juventus menempel ketat Napoli dan bersiap menghadapi Sporting Clube de Portugal di Liga Champions UEFA.
AKSI defender Juventus Andrea Cambiaso usai cetak gol kedua, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: X/@juventusfcen)
Penyesalan Cremonese
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengaku menyesal atas kekalahan timnya. Grigiorossi kalah kedua kalinya musim ini setelah kebobolan gol pembuka hanya dalam 85 detik. Kesalahan pemain membuka jalan bagi gol cepat Kostić, dan Cambiaso menutup kemenangan 2-1. Vardy hanya sempat menambah gol pada menit ke-83, tetapi Cremonese tidak mampu membalikkan keadaan.
“Para pemain membuat saya menyesal di akhir pertandingan. Kami menyia-nyiakan babak pertama, tapi menghadapi Juventus dengan penyesalan adalah wajar, terutama setelah penampilan buruk melawan Inter Milan”, ujar Nicola kepada Sky Sport Italia.
PELATIH US Cremonese, David Nicola (Sumber foto: Gattyimages)
Ia menambahkan, “Mungkin kami kurang fisik di sepertiga akhir, tapi secara keseluruhan saya puas dengan performa tim. Jika bermain lebih baik sejak awal, mungkin hasilnya berbeda, tapi menghadapi lawan sehebat ini memang tidak mudah”.
Nicola menegaskan, kekalahan ini bisa menjadi pelajaran. “Tiga pertandingan sulit minggu ini dengan opsi terbatas, tapi para pemain menunjukkan sikap yang tepat. Kalah dalam pertandingan besar sambil mempertahankan identitas berbeda dengan kalah telak tanpa berjuang”. (MR-02)






