US Cremonese 0-2 AC Milan: Gol Telat Pavlović dan Leão Selamatkan ‘Iblis Merah’

Selebrasi Khas – Rafael Leão melakukan selebrasi khasnya ditemani Christopher Nkunku setelah mencetak gol penutup AC Milan ke gawang US Cremonese pada laga pekan ke-27 Serie A Italia 2025/2026, di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Gol di menit tambahan ini memastikan kemenangan 2-0 dan menjaga peluang Il Diavolo Rosso meraih Scudetto tetap hidup. (Sumber foto: @acmilan/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan sempat terancam tertinggal jauh dari pemimpin klasemen Serie A, Inter Milan. Dua gol di menit-menit akhir memastikan kemenangan 2-0 atas Unione Sportiva Cremonese pada pertandingan pekan ke-27, di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Minggu (1/3/2026) malam WIB.

Strahinja Pavlović membuka keunggulan dengan sundulan tajam. Rafael Leão menambah gol di masa tambahan, membawa il Diavolo (Iblis/Setan) kembali menempel Inter Milan dengan selisih 10 poin.

Cremonese Tampil Sengit di Babak Pertama

US Cremonese, yang sempat menekuk AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro pada pertemuan pertama musim ini, belum memenangkan laga liga sejak 7 Desember. Meski begitu, skuad asuhan Davide Nicola memberikan perlawanan sengit. Pertahanan Matteo Bianchetti dan kolega rapat dan serangan balik cepat membuat AC Milan kesulitan.

Federico Bonazzoli melepaskan tembakan yang melenceng dari tiang kiri gawang Mike Maignan pada menit ke-26. Jamie Vardy gagal memaksimalkan peluang dari tendangan sudut yang mengarah ke kotak penalti ‘Iblis’.

AC Milan mulai menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-34, Youssouf Fofana mengirim umpan terobosan akurat untuk Leão, namun penyerang Portugal itu gagal menuntaskan peluang. Fofana sendiri juga digagalkan Emil Audero Mulyadi pada waktu tambahan babak pertama.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Penonton di stadion berkapasitas 16.003 penonton di Provinsi Cremona tersebut tampak menahan napas menyaksikan tensi tinggi di lapangan.

Tekanan Milan dan Keajaiban di Akhir Laga

Babak kedua memperlihatkan AC Milan lebih mendominasi. Leão kembali gagal memaksimalkan peluang emas. Serangan sayap Cremonese mulai melemah karena tekanan tinggi Rossoneri. Niclas Füllkrug sempat menyundul umpan silang Luka Modrić pada menit ke-86, tapi bola melenceng dari sasaran.

Keajaiban terjadi tiga menit kemudian. Umpan silang melengkung lain dari Luka Modrić disundul Koni De Winter dan berhasil diselesaikan Strahinja Pavlović menjadi gol pembuka. Cremonese semakin putus asa di waktu tambahan.

Christopher Nkunku mengirim umpan kepada Rafael Leão. Penyerang yang dijuluki Titisan Cristiano Ronaldo menuntaskan gol keduanya dengan mudah. Stadion meledak. Pemain dan Milanisti, suporter AC Milan merayakan kemenangan dengan euforia.

Statistik dan Sejarah Tandang

Kemenangan ini mengakhiri penantian 23 tahun AC Milan untuk mencetak gol di Stadio Giovanni Zini. Jean-Pierre Papin dan Marco Simone mencetak gol terakhir Milan di stadion ini pada kemenangan 2-0, 26 September 1993.

AC Milan menembakkan 20 kali dengan 3,51 expected goals (xG). Cremonese menembakkan 15 kali dengan 0,99 xG. Hasil ini menjaga tren konsistensi Milan. Pekan lalu mereka kalah 1-0 dari Parma Calcio 1913, tapi kali ini berhasil mencetak gol lagi, sebuah hal yang terakhir kali gagal dilakukan pada April 2022.

Posisi Klasemen dan Harapan Scudetto

Kemenangan ini membuat il Diavolo Rosso (Iblis Merah) masih julukan AC Milan tetap menempel Inter Milan dengan selisih 10 poin. Skuad asuhan Massimiliano Allegri unggul empat poin atas Società Sportiva Calcio Napoli di posisi ketiga.

Mike Maignan dan kawan-kawan juga memiliki keunggulan sembilan poin atas Como 1907 di peringkat kelima. Derby della Madonnina menanti pekan depan. Kemenangan ini memberi suntikan moral penting. ‘Iblis Merah’ mampu menjaga peluang meraih Scudetto tetap hidup dan membangkitkan kepercayaan diri tim menjelang laga-laga krusial berikutnya. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *