UWCL: Pere Romeu Soroti Minimnya Tekanan Real Madrid Femenino

Konferensi Pers – Pelatih FC Barcelona Femení, Pere Romeu, menyampaikan keterangan kepada media usai pertandingan melawan Real Madrid Femenino dalam leg pertama perempat final UEFA Women's Champions League 2025/2026, Kamis (26/3/2026) dini hari WIB di Stadion Alfredo Di Stéfano. Romeu menyoroti performa tim serta evaluasi permainan secara keseluruhan. (Sumber foto: screenshot/tangkapan layar)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Futbol Club Barcelona Femení, Pere Romeu, mengaku tidak menyangka Real Madrid Femenino tampil kurang agresif saat timnya menang 6-2 pada leg pertama perempat final UEFA Women’s Champions League 2025/2026, Kamis (26/3/2026) dini hari WIB di Stadion Alfredo Di Stéfano.

Romeu menilai Madrid tidak memberikan tekanan tinggi seperti yang ia prediksi sebelumnya, khususnya di sisi kanan pertahanan Barça Femení. Kondisi itu justru memudahkan timnya mengembangkan permainan.

“Saya mengharapkan tekanan yang lebih agresif dan tinggi. Mereka sebenarnya punya kapasitas untuk menekan kami, terutama di sisi kanan. Namun, mereka memilih turun blok dan kami bisa menyerang dengan baik”, ujar Romeu dikutip Mataredaksi dari notimerica.com.

Strategi Lini Tengah dan Peran Vicky López Jadi Kunci

Romeu menjelaskan bahwa kunci permainan Barça Femení terletak pada kontrol lini tengah. Ia ingin timnya mampu meredam pergerakan gelandang Madrid yang kerap masuk ke area berbahaya.

Untuk itu, Romeu menempatkan Vicky López di sisi sayap guna menjaga sirkulasi bola tetap hidup dan membuka ruang serangan.

“Kami ingin mengontrol lini tengah dan menahan dorongan mereka. Vicky kami tempatkan di sisi luar agar distribusi bola lebih terjaga. Rencana ini berjalan baik, meski tidak selalu berhasil di setiap pertandingan”, jelasnya.

Dua Gol Cepat Ubah Arah Pertandingan

Menurut Romeu, dua gol cepat di awal laga menjadi titik balik penting. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus memaksa Madrid keluar dari rencana awal mereka.

Ia juga memuji reaksi timnya setelah kebobolan oleh Linda Caicedo. Blaugranes, julukan Barça Femení tetap tenang dan mampu mengendalikan ritme pertandingan hingga akhir.

Romeu menilai performa timnya kali ini lebih dominan dibandingkan El Clásico Femenino sebelumnya, terutama dalam aspek penguasaan bola dan organisasi pertahanan.

Tetap Waspada Jelang Leg Kedua

Meski meraih kemenangan besar, Romeu menegaskan bahwa peluang belum sepenuhnya aman. Ia meminta para pemain tetap fokus dan tidak meremehkan Madrid pada leg kedua.

Fokus Barcelona Belum Usai

“Pertandingan belum selesai. Masih ada satu laga lagi dan mereka pasti akan memberikan segalanya. Kami ingin kembali tampil baik dan memberi kebahagiaan untuk para penggemar”, tegas Pere Romeu.

Apresiasi untuk Ketajaman Ewa Pajor

Di akhir pernyataannya, Romeu memberikan pujian khusus kepada Ewa Pajor. Ia menilai sang penyerang tampil konsisten dan menunjukkan profesionalisme tinggi di lini depan. Kontribusi Pajor dinilai sangat penting dalam menjaga efektivitas serangan FC Barcelona Femení sepanjang pertandingan.

Peran Pemain Muda dan Ancaman Caicedo

Romeu juga menegaskan bahwa pemain muda Barcelona bukan hanya investasi masa depan. Mereka sudah menjadi bagian penting dalam permainan tim saat ini.

Di sisi lain, ia tetap mengakui kualitas Linda Caicedo sebagai ancaman utama dari Real Madrid Femenino dalam laga tersebut. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *