Mataredaksi.com, BOGOR – Chelsea berhasil menempati posisi teratas sebagai klub dengan skuad termahal di dunia. Data terbaru dari CIES Football Observatory menempatkan The Blues dengan total biaya €1,314 miliar, unggul tipis dari Manchester City yang menghabiskan €1,128 miliar.
Dominasi Klub Liga Primer
Liga Primer Inggris mendominasi daftar 30 besar dengan 17 klub masuk hitungan. Selain Chelsea dan City, Manchester United, Liverpool, dan Arsenal juga masuk lima besar. Man United membukukan €1,071 miliar, Liverpool €1,065 miliar, sementara Arsenal tembus €1,001 miliar.
Tottenham menyusul dengan €974 juta di peringkat keenam, jauh di atas Paris Saint-Germain yang menempati posisi ketujuh dengan €873 juta. Real Madrid berada di urutan kedelapan (€854 juta), sementara Newcastle United menutup posisi sembilan besar dengan €816 juta.
Persaingan Klub Eropa Lain
Di luar Inggris, sejumlah raksasa masih menjaga posisi elit. Atlético Madrid berada di urutan ke-10 dengan €572 juta, unggul tipis dari Nottingham Forest yang mencatat €508 juta. Juventus (€503 juta) dan Bayern München (€496 juta) juga masih masuk 15 besar.
Barcelona harus puas di posisi ke-15 dengan €463 juta, jauh di bawah Real Madrid. Napoli (€456 juta) dan RB Leipzig (€434 juta) melengkapi daftar klub dengan biaya skuad terbesar di Eropa.
Al-Hilal Jadi Pengecualian
Satu-satunya tim non-Eropa yang menembus daftar adalah Al-Hilal SFC dari Arab Saudi. Klub tersebut menghabiskan €451 juta setelah mendatangkan nama-nama besar seperti Darwin Núñez dan Theo Hernández. Kehadiran mereka melengkapi skuad yang sebelumnya sudah diisi Rúben Neves, Malcom, dan Sergej Milinković-Savić.
Masuknya Al-Hilal SFC membuktikan kekuatan finansial klub-klub Saudi mulai memberi dampak nyata dalam peta sepak bola global. Meski begitu, dominasi tetap dipegang klub Eropa, khususnya dari Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia.
Komposisi ini menunjukkan betapa Liga Primer bukan hanya kompetisi paling kompetitif, tapi juga paling boros dalam investasi skuad. Bagi klub-klub lain di Eropa, menjaga keseimbangan antara belanja dan prestasi akan menjadi tantangan besar ke depan. Pada akhirnya, daftar ini menegaskan bahwa uang tetap menjadi faktor utama dalam membentuk peta kekuatan sepak bola modern. (MR-03)






