Sekjen FGI: Ajang Jaring Atlet Muda Bertalenta

Gymnastics Indonesia Open 2025

SEKRETARIS Jenderal Federasi Gimnastik Indonesia, Sri Sundari Kencana Ayu saat memberikan keterangan, di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025). (Sumber Foto: ANTARA)

“Kami selalu melakukan kegiatan pembibitan dari usia dini. Kegiatan ini adalah wadah dan ajang untuk pembibitan, karena itu kami buat perlombaan dari usia dini hingga junior muda”

Mataredaksi.com, Bandung – Sekretaris Jenderal Federasi Gimnastik Indonesia, Sri Sundari Kencana Ayu menjelaskan, bahwa kejuaraan 4th Indonesia Open Gymnastics 2025 tahunan ini merupakan bagian dari program pembibitan atlet sejak usia dini yang secara konsisten dijalankan oleh federasi.

Dikatakan, kejuaraan olahraga senam yang digelar, di Jakarta dan Bandung, mulai pada 2 hingga 13 Juli menjadi wadah strategis dalam menjaring atlet-atlet muda bertalenta untuk meraih prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami selalu melakukan kegiatan pembibitan dari usia dini. Kegiatan ini adalah wadah dan ajang untuk pembibitan, karena itu kami buat perlombaan dari usia dini hingga junior muda”, ujar Sri Sundari Kencana Ayu dilansir Mataredaksi.com dari Antara, di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025).

Sri Sundari menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan lima disiplin cabang senam, yaitu trampolin, ritmik, artistik, aerobik, dan parkour.

Trampolin menjadi cabang pertama yang dipertandingkan, pada 2-4 Juli, diikuti ritmik pada 5-6 Juli, artistik pada 8-11 Juli, serta aerobik pada 12-13 Juli, di Gelanggang Olahraga (GOR) Senam, Jakarta, Jln. Radin Inten, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sementara, cabang parkour digelar secara khusus, di Kota Bandung. Menurut dia, untuk kejuaraan parkour tahun ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai komunitas di Indonesia. Mereka akan bertanding dalam tiga kategori yang diakui di tingkat internasional, yakni freestyle, speed, dan mix.

“Mayoritas peserta berasal dari kelompok usia junior, yaitu 10 hingga 15 tahun, serta beberapa lainnya dari kategori junior muda hingga usia 16 tahun”, ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa Gymnastics Indonesia Open 2025 memang difokuskan sebagai ajang pembinaan atlet muda. Para peserta terbaik akan diseleksi untuk mengikuti jenjang kompetisi yang lebih tinggi. “Kalau mereka berkembang dan lolos seleksi, akan kami kirim ke Kejurnas (Kejuaraan Nasional)”, katanya.

Meski cabang parkour belum dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), pihaknya tetap menjadikan Gymnastics Indonesia Open sebagai sarana seleksi untuk mengirim atlet ke World Championship.

“Makanya komunitas parkour yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia ini memberikan harapan, karena banyak sekali atlet yang berbakat”, kata Sri Sundari.

Terlaksananya Gymnastics Indonesia Open 2025 tak lepas dari dukungan sponsor utama, yaitu Alita dan Apsari Artisan, serta kolaborasi berbagai pihak untuk terus mendorong kemajuan olahraga gimnastik di tanah air.

Pelaksanaan 4th Indonesia Open Gymnastics 2025 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman,pada Rabu (9/7/2025) siang WIB.

Acara yang diselenggarakan di GOR Senam, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta, ini turut dihadiri di antaranya oleh Komite Eksekutif NOC Indonesia, Josephine Tampubolon, dan Kadispora DKI Jakarta DR. Rahman Defiandi. (MR-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *