Mataredaksi.com, JAKARTA – Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menggelar Wisuda Taruna Program Sarjana Terapan Tahun Akademik 2024/2025 di Auditorium BMKG, Jl. Angkasa 1 No.2, Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Rabu (29/10/2025).
SUASANA pasca wisuda di Auditorium BMKG, Jakarta, Rabu (29/10/2025). (Sumber foto: Dok. Humas BMKG-RI)
Sebanyak 387 taruna dan taruni dari empat program studi resmi diwisuda. Momen ini menandai puncak perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian mereka kepada bangsa.
STMKG Serahkan Lulusan ke BMKG
STMKG menyerahkan para lulusan kepada BMKG sebagai sumber daya manusia profesional. Mereka siap memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG di seluruh Indonesia.
Acara ini menegaskan sinergi antara pendidikan tinggi vokasi dan lembaga operasional. Tujuannya membangun ketahanan nasional terhadap cuaca dan iklim ekstrem.

Pesan Kepala BMKG
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika STMKG, para dosen, orang tua, dan wisudawan. Ia menekankan bahwa wisuda bukan akhir, tetapi awal tanggung jawab.
“Saat Anda menjadi forecaster, observer, atau analis, memberikan advokasi untuk keselamatan masyarakat adalah awal pengabdian sejati”, ujar Dwikorita.
Ia menambahkan filosofi pendidikan UNESCO: to know (mengetahui), to do (melakukan), to be (menjadi), dan to live together (hidup bersama).

“Amalkan empat hal ini agar Indonesia terlindungi dengan teknologi cuaca, klimatologi, geofisika, AI, dan informatika, serta mendukung kesejahteraan umum”, kata Dwikorita.
Tantangan Global Lulusan
Prof. Dwikorita Karnawati menyoroti tantangan global yang menanti para lulusan. Selain itu, suhu bumi meningkat 1,55°C pada 2024, enam tahun lebih cepat dari target Paris Agreement. Akibatnya, kenaikan ini dapat memicu krisis air, pangan, dan bencana iklim ekstrem.
Ia menegaskan, “Dengan ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, Anda memegang peran penting menjaga keselamatan umat manusia”.
Selain itu, Dwikorita menampilkan karya alumni STMKG, seperti pengembangan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dan kerja sama sistem peringatan dini tsunami dengan Timor Leste.

Data Wisudawan
Sementara itu, Ketua STMKG, Dr. Deni Septiadi, melaporkan rincian lulusan per program studi:
-
Meteorologi: 158 lulusan
-
Klimatologi: 32 lulusan
-
Geofisika: 59 lulusan
-
Instrumentasi MKG: 138 lulusan
Dari jumlah tersebut, 73 mengikuti tugas belajar BMKG Tahun Akademik 2023/2024. Sedangkan 314 lainnya dari periode 2024/2025 terdiri dari taruna umum, tugas belajar BMKG, dan tugas belajar TNI AU. Semua siap menyandang gelar Sarjana Terapan (S.Tr.) dan ditempatkan di berbagai satuan kerja BMKG.
Penyelenggaraan dan Kehadiran

STMKG menyelenggarakan wisuda berdasarkan Peraturan Kepala BMKG Nomor 7 Tahun 2020 dan Nomor 10 Tahun 2015, serta keputusan Ketua STMKG.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Utama BMKG, para Deputi, perwakilan TNI AU, Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenhub, dan pimpinan perguruan tinggi mitra.
Setelah itu, panitia menyematkan tanda kelulusan, menyerahkan ijazah, dan menayangkan video dedikasi alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang.
“Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang awal pengabdian. Oleh karena itu, jadilah generasi yang bekerja dengan integritas, ilmu, dan hati nurani”, pungkas Dwikorita. (MR-05)






