Mataredaksi.com, BOGOR – Lautaro Martínez kembali dengan cara yang sempurna. Kapten Inter Milan itu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 atas AS Roma, sekaligus menandai comeback impresif setelah absen selama 46 hari akibat cedera.
Penyerang yang dijuluki Il Toro itu langsung memberi dampak besar. Ia hanya membutuhkan 60 detik untuk membuka keunggulan Inter di Stadio Giuseppe Meazza, sebelum menambah gol kedua di babak kedua melalui assist Marcus Thuram.
Dua gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan penting, tetapi juga mempertegas peran Lautaro sebagai pemimpin di lini depan Nerazzurri. Ia tampil tajam, efektif, dan menjadi pembeda dalam laga krusial di pekan ke-31 Serie A Italia 2025/2026, Senin (6/4/2026) dini hari WIB.
Catatan Gol dan Rekor Mengilap
Kemenangan ini membawa Inter mengoleksi 72 poin dari 31 pertandingan. Mereka semakin kokoh di puncak klasemen dan menjaga jarak dari para pesaing terdekat.
Secara individu, Lautaro terus mencatatkan pencapaian luar biasa. Ia kini memimpin daftar top skor liga dengan 16 gol. Selain itu, ia juga menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Inter dengan total 173 gol, melewati legenda klub Roberto Boninsegna.
Produktivitasnya juga konsisten. Musim ini menjadi kali kelima bagi Lautaro mencetak setidaknya 15 gol liga bersama Inter. Catatan tersebut menegaskan perannya sebagai mesin gol utama klub dalam beberapa musim terakhir.
Di level Serie A, ia kini sejajar dengan Paulo Dybala sebagai pencetak gol Argentina terbanyak ketiga sepanjang sejarah dengan 131 gol. Ia hanya berada di bawah Gabriel Batistuta dan Hernán Crespo.
Pesan Kapten untuk Tim
Usai pertandingan, Lautaro Martínez menegaskan pentingnya mentalitas dan kerja sama tim dalam menjaga performa Inter Milan sepanjang musim.
“Ini pertandingan besar dan sangat penting bagi perjalanan kami di liga. Kami ingin mengirim pesan kepada diri sendiri bahwa kami harus selalu bermain dengan sikap dan kepribadian yang tepat”, ujar Lautaro.
Apresiasi untuk Thuram dan Rekan Setim
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Marcus Thuram yang tampil impresif dalam laga tersebut.
“Dia kembali dan langsung membuat perbedaan. Itu yang selalu ia lakukan. Semua pemain bisa mengalami penurunan performa, termasuk saya. Tapi hari ini dia menunjukkan kualitasnya”, lanjutnya.
Lautaro menegaskan kekuatan Inter terletak pada kolektivitas tim. Ia menilai seluruh pemain memberikan kontribusi maksimal di atas lapangan, baik saat menang maupun dalam tekanan.
“Semua orang meninggalkan segalanya di lapangan. Bahkan ketika mereka bermain bersama tim nasional, mereka tetap menunjukkan komitmen yang sama. Itu membuat saya bangga”, katanya.
Mentalitas Juara Jadi Kunci
Lautaro juga menanggapi kritik yang sempat muncul ketika performa tim menurun. Ia memastikan Inter tetap fokus dan terus bekerja keras.
“Kami menerima kritik, itu bagian dari sepak bola. Tapi kami terus bekerja keras setiap hari untuk berkembang dan memberikan yang terbaik”, tegasnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi jika Inter ingin bertahan di puncak klasemen dan mengamankan gelar musim ini.
“Kami sudah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk membawa Inter tetap di level ini. Kami tidak boleh berhenti sekarang”, tutup Lautaro.
Kemenangan atas AS Roma menjadi bukti bahwa Inter tetap berada di jalur yang tepat dalam perburuan gelar Serie A musim ini. (MR-03)






