Serie A: Como Ditahan Napoli 0-0, Harapan Liga Champions UEFA Kian Menipis

Ekspresi kekecewaan – Penyerang sayap Como 1907, Assane Diao, tampak kecewa setelah gagal memanfaatkan peluang pada laga pekan ke-35 Serie A Italia 2025/2026 melawan SSC Napoli, di Stadion Giuseppe Sinigaglia Djarum, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. Skuad asuhan Cesc Fàbregas gagal memaksimalkan peluang untuk menembus empat besar setelah ditahan imbang 0-0 oleh Il Partenopei. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Harapan Como 1907 untuk menjaga peluang lolos ke Liga Champions UEFA musim depan kembali terguncang setelah bermain imbang 0-0 melawan Società Sportiva Calcio Napoli   ada pekan ke-35 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (2/5/2026) malam WIB.

Laga yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia Djurum ini memperlihatkan dominasi tuan rumah dalam menciptakan peluang, tetapi ketidakefektifan di lini depan membuat mereka gagal mengamankan tiga poin penting.

Hasil ini membuat Como berpotensi tertinggal hingga lima poin dari zona empat besar dengan hanya tiga pertandingan tersisa. Situasi tersebut membuat peluang mereka untuk tampil di kompetisi elite Eropa semakin menipis.

Awal Laga: Como Lebih Dominan

Como langsung tampil agresif sejak menit awal. Anastasios Douvikas sempat mendapat peluang emas pada menit kedelapan setelah melewati kiper Napoli, Vanja Milinković-Savić. Namun, ia terlambat mengambil keputusan sehingga Amir Rrahmani berhasil melakukan blok krusial di garis gawang.

Tekanan Como terus berlanjut melalui Ivan Smolčić yang menyundul bola tipis melebar. Assane Diao juga sempat mengancam, tetapi Milinković-Savić kembali tampil sigap memotong peluang berbahaya.

Meski lebih dominan, Como gagal mengubah peluang menjadi gol. I Lariani menutup babak pertama dengan expected goals (xG) 0,95, menunjukkan efektivitas yang sebenarnya cukup tinggi tetapi tidak berbuah hasil.

Napoli Bertahan dan Menunggu Momen

Napoli bermain lebih sabar dan disiplin dalam bertahan. Skuad asuhan Antonio Conte tidak banyak menguasai bola, tetapi mampu menjaga struktur permainan dengan baik.

Di babak kedua, Scott McTominay menjadi pemain pertama Napoli yang mengancam lewat tembakan pada menit ke-80, meski masih melebar dari sasaran.

Empat menit berselang, Matteo Politano hampir menjadi penentu kemenangan setelah tembakan melengkungnya dari luar kotak penalti membentur tiang gawang. Napoli menunjukkan efisiensi dalam bertahan dan hampir mencuri kemenangan di akhir laga.

Peran Kiper Jadi Penentu

Vanja Milinković-Savić menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam pertandingan ini. Ia melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Assane Diao dan menepis tembakan Martin Baturina yang berubah arah.

Penampilannya membuat Il Partenopei  tetap bertahan di bawah tekanan intens dari Como 1907 sepanjang laga.

Rekor Clean Sheet Como yang Menipu

Meski gagal menang, Como tetap mencatatkan rekor defensif yang impresif. Skuad asuhan Cesc Fàbregas kini mengoleksi 17 clean sheet sepanjang musim, salah satu yang terbaik di lima liga top Eropa.

Empat di antaranya terjadi dalam enam pertandingan terakhir Serie A, menunjukkan konsistensi pertahanan yang cukup solid. Namun, masalah klasik tetap muncul: lini serang tidak mampu mengonversi peluang menjadi gol.

Dampak ke Klasemen Serie A

Hasil ini berdampak besar pada persaingan papan atas. Napoli tetap aman di posisi empat besar, sementara peluang Como untuk menembus zona Liga Champions UEFA kini semakin tipis.

Di sisi lain, hasil imbang ini membuka peluang bagi tim-tim lain untuk kembali bersaing dalam perebutan posisi Eropa. Situasi ini membuat Como tidak lagi sepenuhnya memegang kendali atas nasib mereka sendiri di sisa musim.

Tekanan Meningkat di Akhir Musim

Dengan hanya tiga laga tersisa, tekanan terhadap Como semakin besar. Tim asuhan Cesc Fàbregas kini harus menang di semua laga tersisa sambil berharap hasil tim lain menguntungkan mereka.

Kondisi ini membuat setiap pertandingan ke depan menjadi sangat krusial, bahkan bisa menentukan nasib mereka di kompetisi Eropa musim depan.

Kesimpulan: Dominasi Tanpa Eksekusi

Como tampil lebih dominan dalam penguasaan dan jumlah peluang, tetapi gagal menuntaskan pertandingan dengan gol. Napoli menunjukkan disiplin bertahan dan efektivitas dalam momen penting, cukup untuk mencuri satu poin dari laga tandang.

Hasil ini menegaskan masalah utama Como musim ini: kontrol permainan sudah baik, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi kelemahan yang belum teratasi. Dengan sisa musim yang semakin sedikit, setiap peluang yang terbuang bisa menjadi penentu akhir perjalanan mereka di Serie A. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *