Beppe Marotta: Chivu Harus Bertahan Lama di Inter, Fondasi Juara Sudah Terbentuk

Ekspresi bangga –Giuseppe Marotta, CEO dan Presiden Inter Milan (keempat dari kiri) menunjukkan ekspresi bangga usai timnya memastikan gelar Scudetto ke-21 Serie A Italia musim 2025/2026, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Nerazzurri meraih juara setelah mengalahkan Parma Calico 1913 pada pekan ke-35, di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: @Inter_en/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Presiden Inter Milan, Giuseppe “Beppe” Marotta menegaskan Cristian Chivu layak bertahan lama di Inter Milan setelah sukses mempersembahkan Scudetto musim 2025/2026.

Gelar ini terasa spesial bagi Beppe Marotta. Ia telah meraih banyak trofi sebelumnya, tetapi ini menjadi yang pertama sejak menjabat sebagai Presiden Inter. “Ini berbeda dan terasa seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan bisa menang sebagai Presiden Inter”, ujar Marotta kepada DAZN Italia.

Perjalanan Sulit Menuju Gelar

Beppe Marotta juga mengapresiasi kontribusi para pendahulunya, termasuk Massimo Moratti, yang memberi inspirasi dalam perjalanan klub. Ia menegaskan Scudetto ini merupakan hasil kerja kolektif tim, terutama peran Chivu sebagai pelatih.

Inter sempat mengalami musim sulit sebelumnya. Mereka gagal meraih trofi, kalah di final Liga Champions UEFA, serta kehilangan gelar liga dengan selisih tipis.

Situasi semakin menantang ketika Simone Inzaghi meninggalkan klub. Manajemen kemudian menunjuk Chivu sebagai pelatih, keputusan yang sempat mengejutkan publik.

Keputusan Berani yang Terbayar

Beppe Marotta menyebut keputusan menunjuk Chivu sebagai langkah berani, tetapi penuh perhitungan. Chivu memiliki rekam jejak kuat sebagai pemain, termasuk saat membawa Inter meraih treble. Ia juga pernah menjadi kapten AFC Ajax di usia muda dan sukses melatih tim akademi Inter.

“Kami percaya pada kualitasnya. Memang ia belum berpengalaman di level senior, tetapi kami mendukungnya sepenuhnya”, kata Marotta. Menurutnya, Chivu memiliki kapasitas untuk berkembang dan menjadi bagian penting klub dalam jangka panjang.

Tetap Percaya di Masa Sulit

Inter sempat mengalami periode negatif, termasuk tersingkir dari kompetisi Eropa oleh Bodø/Glimt. Namun, Marotta memilih tetap percaya kepada pelatihnya. “Saya tidak pernah memecat pelatih di tengah musim. Pelatih adalah bagian penting yang harus didukung”, tegasnya.

Ia menilai stabilitas menjadi kunci keberhasilan Inter dalam menjaga performa hingga akhirnya meraih gelar.

Fokus Bangun Masa Depan

Setelah memastikan gelar, Inter Milan mulai menatap musim berikutnya. Giuseppe Marotta mengungkapkan manajemen sudah berdiskusi dengan Cristian Chivu terkait rencana tim. “Kami memiliki ide yang jelas. Kami ingin menjaga keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman”, ujarnya.

Inter berencana mempertahankan inti pemain lokal dan mencari talenta terbaik di pasar. Nama Alessandro Bastoni sempat dikaitkan dengan FC Barcelona dan Liverpool, tetapi Marotta menegaskan pentingnya menjaga fondasi tim. “Kami membutuhkan pemain yang membawa budaya dan mental juara”, katanya.

Ambisi Lanjutkan Tren Positif

Keberhasilan musim ini menjadi fondasi penting bagi Inter untuk melangkah lebih jauh. Manajemen ingin memastikan momentum ini tidak berhenti pada satu gelar.

Marotta menilai stabilitas skuad sebagai kunci utama. Ia menegaskan tim tidak membutuhkan perubahan besar, melainkan penyempurnaan di beberapa sektor. “Kami memiliki fondasi kuat. Kami ingin menjaga keseimbangan tim dan meningkatkan kualitas di area tertentu”, ujarnya.

Di sisi lain, Chivu mendapat kepercayaan penuh untuk membentuk identitas permainan tim. Gaya bermain fleksibel dan adaptif menjadi kekuatan utama musim ini.

Inter juga bertekad tampil lebih kompetitif di Eropa. Pengalaman musim lalu menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan konsistensi di level internasional.

Dukungan suporter di Giuseppe Meazza turut memberi dampak besar. Atmosfer kandang menjadi energi tambahan saat menghadapi laga krusial.

Dengan kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, dan kepercayaan pada pelatih, Inter berada di posisi ideal untuk mempertahankan dominasi domestik sekaligus bersaing di Eropa. Target berikutnya, Inter ingin mempertahankan gelar dan mencetak sejarah baru. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *