AC Milan Dipermalukan Udinese 0-3, Rossoneri Terpuruk di Tengah Persaingan Gelar

Gol sundulan – Gelandang Udinese Calcio, Jurgen Ekkelenkamp, mencetak gol kedua untuk timnya saat menghadapi AC Milan pada pekan ke-32 Serie A 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. Rossoneri harus menelan kekalahan telak 0-3 dari tim tamu I Friulani. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan harus menelan kekalahan mengejutkan 0-3 dari Udinese Calcio dalam laga pekan ke-32 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. Laga yang awalnya berlangsung seimbang berubah menjadi mimpi buruk bagi Rossoneri setelah tiga gol Udinese membungkam publik tuan rumah.

Gol Bunuh Diri Buka Jalan Udinese

Pertandingan berjalan relatif ketat selama 30 menit pertama. AC Milan mencoba mengontrol permainan, namun justru Udinese Calcio yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Gol pembuka lahir dari situasi berbahaya di dalam kotak penalti. Pergerakan Nicolò Zaniolo membuka ruang bagi Arthur Atta yang melepaskan tembakan. Bola kemudian mengenai pemain bertahan Milan, Davide Bartesaghi, dan berujung gol bunuh diri yang mengejutkan tuan rumah.

Udinese Gandakan Keunggulan

Hanya berselang 10 menit, Udinese Calcio kembali menghukum lini belakang Milan. Umpan silang akurat dari Zaniolo disambut sempurna oleh Jurgen Ekkelenkamp yang memenangkan duel udara.

Sundulan terarahnya mengarah ke sudut bawah gawang tanpa mampu dijangkau Mike Maignan. I Friulani – julukan Udinese Calcio – menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Milan Gagal Bangkit

AC Milan mencoba tampil lebih agresif di awal babak kedua. Anak asuhan Massimiliano Allegri meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Udinese Calcio.

Namun, momentum berubah pada menit ke-71. Kesalahan Adrien Rabiot di lini tengah dimanfaatkan dengan cepat oleh Udinese. Arthur Atta kembali menjadi aktor utama setelah menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Setelah gol tersebut, tempo permainan menurun drastis. Mike Maignan dan kawan-kawan tampak kehilangan arah, sementara tim tamu lebih memilih bermain aman dan menjaga keunggulan.

Statistik dan Dampak Klasemen

Meski kalah telak, AC Milan sebenarnya mencatat expected goals lebih tinggi (1,66 berbanding 1,24). Namun, efektivitas Udinese menjadi pembeda utama di laga ini.

Kekalahan ini menjadi yang keempat dalam tujuh pertandingan terakhir AC Milan, membuat Rossoneri semakin tertekan dalam persaingan zona Liga Champions UEFA. Sebaliknya, Udinese asuhan Kosta Runjaić naik ke papan tengah klasemen dan melompati Unione Sportiva Sassuolo Calcio.

Rekor Pertemuan Milan vs Udinese

AC Milan dan Udinese Calcio tercatat tidak pernah bermain imbang 0-0 dalam 30 pertemuan terakhir sejak 2011.

Tren Produktivitas Milan

AC Milan mencetak total 11 gol dalam empat pertemuan terakhir melawan Udinese Calcio, dengan catatan selalu meraih kemenangan pada periode tersebut.

Performa Individu Zaniolo

Nicolò Zaniolo menjadi salah satu dari sedikit pemain Italia musim ini yang mencatat 5+ gol dan 5+ assist di Serie A, menunjukkan kontribusi penting dalam lini serang Udinese Calcio.

Catatan Defensif Udinese

Udinese Calcio telah kebobolan 42 gol dalam 31 pertandingan liga musim ini, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan paling rapuh di paruh atas klasemen. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *