AC Milan Tumbang 2-3 dari Atalanta, Krisis Rossoneri Makin Dalam di San Siro

Penalti — Penyerang AC Milan, Christopher Nkunku, mencetak gol kedua timnya melalui tendangan penalti pada laga pekan ke-36 Serie A Italia 2025/2026 melawan Atalanta BC di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan Rossoneri dari kekalahan 2-3 atas La Dea. (Sumber foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Associazione Calcio Milan (AC Milan) kembali menelan kekalahan di kandang setelah takluk 2-3 dari Atalanta Bergamasca Calcio pada pekan ke-36 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (11/5/2026) dini hari WIB.

Hasil ini membuat Rossoneri semakin tertekan dalam perebutan tiket Liga Champions UEFA setelah hanya meraih tujuh poin dari sejumlah laga terakhir.

Kondisi Skuad dan Latar Laga

AC Milan datang dengan kondisi tidak ideal. Christian Pulisic mengalami cedera otot pada pagi hari jelang laga dan tidak bisa dimainkan. Luka Modrić juga absen, sementara Fikayo Tomori menjalani skorsing. Situasi ini membuat Santiago Giménez menjalani debut sejak 28 Oktober.

Klub yang juga berjuluk Il Diavolo Rosso (Iblis Merah)  juga mengenakan jersey khusus Hari Ibu dengan nama ibu pemain di bagian belakang sebagai bentuk penghormatan sebelum laga dimulai.

La Dea (Sang Dewi) – julukan Atalanta BC – datang dengan catatan kurang stabil setelah hanya meraih dua poin dari empat laga terakhir, namun tetap tampil agresif sejak menit awal.

Awal Panas dan Duel Ketat

Adrien Rabiot hampir membawa Milan unggul lebih dulu lewat tembakan keras yang membentur sisi luar tiang pada menit keempat. Atalanta merespons cepat melalui Éderson dos Santos yang mencetak gol dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan ruang di lini belakang Milan.

Nikola Krstović terlibat dalam beberapa duel keras dan sempat meminta penalti, namun permainan tetap berlanjut. Giacomo Raspadori juga mengancam lewat tembakan jarak jauh yang ditepis Mike Maignan dengan sigap.

Atalanta Lebih Efektif di Depan Gawang

Davide Zappacosta menggandakan keunggulan setelah menerima umpan Krstović, melewati Matteo Gabbia, lalu menembak ke sudut bawah gawang tanpa bisa dihentikan.

AC Milan kesulitan keluar dari tekanan dan bahkan belum mampu menciptakan peluang bersih hingga babak pertama berakhir.

Marco Carnesecchi juga tampil penting dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang Santiago Giménez yang akhirnya dianulir karena offside.

Frustrasi Leão dan Peluang Terbuang

Rafael Leão menerima kartu kuning setelah melanggar Giorgio Scalvini dan otomatis harus absen pada laga melawan Genoa. Ia kembali gagal memaksimalkan peluang emas dari jarak dekat dan terlihat sangat frustrasi. Alexis Saelemaekers juga gagal memanfaatkan peluang setelah kalah duel dengan Isak Hien di kotak penalti.

Atmosfer Panas di San Siro

Ultras Milan memprotes manajemen klub, termasuk CEO Giorgio Furlani dan pemilik Gerry Cardinale. Sebagian suporter meninggalkan stadion lebih awal ketika Atalanta sudah unggul 2-0. Curva Sud atau Tribun Selatan perlahan kosong menjelang akhir pertandingan.

Cedera dan Pergantian Pemain

Ruben Loftus-Cheek meninggalkan lapangan karena cedera bahu, lalu Christopher Nkunku masuk pada babak pertama. Atalanta kehilangan Giorgio Scalvini karena cedera pergelangan kaki. Odilon Kossounou yang masuk sebagai pengganti kemudian juga mengalami cedera otot tidak lama setelah itu.

Gol Ketiga Atalanta

Atalanta mencetak gol ketiga setelah Samuele Ricci melakukan kesalahan umpan di lini tengah. Éderson dos Santos langsung mengirim Raspadori yang menyelesaikan peluang ke sudut atas gawang untuk membuat skor menjadi 3-1.

Wasit tidak mengesahkan gol Niclas Füllkrug karena ia sudah berada dalam posisi offside. ‘Iblis Merah’ juga memprotes situasi handball Isak Hien, tetapi wasit menilai tangannya dalam posisi natural.

Kebangkitan Milan

AC Milan memperkecil skor melalui sundulan Strahinja Pavlović dari tendangan bebas Samuele Ricci. Christopher Nkunku kemudian memimpin serangan Milan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, termasuk satu tembakan yang ditepis Marco Carnesecchi.

Drama Injury Time

Nkunku terjatuh di kotak penalti pada masa injury time dan langsung mengambil eksekusi penalti yang mengubah skor menjadi 3-2.

Milan terus menekan hingga akhir laga. Matteo Gabbia hampir menyamakan skor lewat sundulan di menit akhir, tetapi bola melebar tipis. Wasit juga menolak protes handball di detik terakhir pertandingan.

Kesimpulan

AC Milan menelan kekalahan ketiga beruntun di kandang. Hasil ini memperdalam krisis Rossoneri dan membuat peluang mereka ke Liga Champions UEFA semakin menipis di sisa musim. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *