AFCON 2025 | Broos Kritik Sithole Usai Kemenangan Dramatis Afrika Selatan

KONFERENSI PERS – Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos berbicara kepada media dalam konferensi pers usai kemenangan 3-2 atas Zimbabwe pada laga pamungkas Grup B Piala Afrika 2025, di Stade de Marrakech Ouahat Sidi Brahim, Maroko, Senin (29/12/2025) malam WIB. Hugo Broos menyoroti evaluasi permainan tim, termasuk keputusan pergantian pemain di lini tengah. (Sumber foto: X/@CAF_Online)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos secara terbuka mengkritik performa gelandang Sphelelo “Yaya” Sithole meski timnya meraih kemenangan 3-2 atas Zimbabwe pada laga pamungkas Grup B Piala Afrika 2025. Pertandingan tersebut berlangsung di Stade de Marrakech Ouahat Sidi Brahim, Maroko, Senin (29/12/2025) malam WIB.

Hugo Broos menilai Sithole terlalu mudah kehilangan bola sehingga mengganggu keseimbangan permainan Super Eagle (Elang Super) – julukan Timnas Afrika Selatan.

https://pbs.twimg.com/media/G9WswTrWYAIqH0P?format=jpg&name=medium

Pergantian Pemain Jadi Titik Balik

Afrika Selatan menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1. Sithole sebenarnya mendapat dua peluang emas lewat sundulan. Percobaan pertama melenceng pada menit ke-17, sedangkan peluang kedua tepat mengarah ke kiper Zimbabwe, Washington Arubi, pada menit ke-40.

Broos kemudian mengganti Sithole dengan Bathusi Aubaas saat jeda. Keputusan tersebut langsung memberi dampak positif pada permainan Bafana Bafana di babak kedua.

“Bathusi bermain sangat baik ketika masuk. Kami memiliki kecepatan lebih baik dalam sirkulasi bola. Dia kuat dalam pemulihan dan distribusi”, ujar Broos dalam konferensi pers seusai laga dilansir Mataredaksi dari ESPN, Selasa (30/12/2025).

Broos Soroti Kontrol Bola Sithole

https://cdn.rri.co.id/berita/Pusat_Pemberitaan/o/1767062401648-afsel/qjyrd1eqm09nxzq.webp

Berbeda dengan pujiannya kepada Aubaas, Broos mengkritik performa Sithole secara gamblang. Menurutnya, gelandang tersebut kerap membuat keputusan yang merugikan tim. “Yaya kehilangan bola terlalu mudah dan mengambil keputusan yang salah. Itu tidak baik untuk tim”, kata Broos.

Teknisi berumur 73 tahun itu menambahkan, kehadiran Bathusi Aubaas memberi rasa aman tambahan, baik saat Afrika Selatan kehilangan bola maupun ketika menguasainya.

Afrika Selatan Bersiap ke Babak 16 Besar

Afrika Selatan akan menghadapi runner-up Grup F pada babak 16 besar Piala Afrika 2025. Calon lawan Bafana Bafana antara lain Kamerun, Pantai Gading, atau Mozambik, setelah Gabon dipastikan tersingkir.

Meski Aubaas tampil meyakinkan, Broos belum ingin mengunci komposisi lini tengah untuk fase gugur. “Saya belum bisa mengatakan apakah dia akan bermain atau tidak. Kami harus melihat dulu siapa lawan kami”, ujarnya.

Namun, pelatih kelahiran Humbeek, Grimbergen, Belgia tersebut mengakui, performa Aubaas membuka opsi penting bagi timnya.

Dinamika Lini Tengah Bafana Bafana

Pada laga pembuka melawan Angola yang berakhir 2-1, Hugo Broos menurunkan Sithole dan Teboho Mokoena sebagai poros ganda, dengan Sipho Mbule berperan sebagai gelandang serang di belakang Lyle Foster.

Empat hari kemudian saat menghadapi Mesir, Broos mengubah pendekatan dengan memainkan tiga gelandang, termasuk Thalente Mbatha. Mokoena dan Sithole tetap menjadi starter, sementara Mbule memulai laga dari bangku cadangan.

Melawan Zimbabwe, Broos kembali memasukkan Mbule ke starting XI dan mencadangkan Mbatha. Aubaas, yang sebelumnya hanya tampil 10 menit saat melawan Angola dan tidak dimainkan kontra Mesir, kini membuka peluang tampil lebih sering pada fase gugur. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *