Atlético Madrid Vs Real Madrid 2-1, Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik Derby

Selebrasi Gol – Penyerang Atlético Madrid, Jonathan David, melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya saat menghadapi Real Madrid dalam El Derbi Madrileño pada pekan ketujuh La Liga EA Sports 2026/2027, di Riyadh Air Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Los Rojiblancos menang 2-1 atas Los Blancos sekaligus merangsek ke urutan kedua klasemen sementara. (Sumber foto: @Objetivoatleti/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Club Atlético de Madrid mengalahkan Real Madrid Club de Fútbol 2-1 dalam El Derbi Madrileño pada pekan ketujuh La Liga EA Sports 2026/2027 di Riyadh Air Metropolitano Stadium, Spanyol, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Kartu merah Dean Huijsen pada awal babak kedua menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Real Madrid sempat mampu menjaga pertandingan tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Namun, situasi berubah ketika Huijsen menjatuhkan Giuliano Simeone di dalam kotak penalti.

Wasit Miguel Ángel Ortiz Arias awalnya memberikan kartu kuning dan penalti, tetapi setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee atau VAR, keputusan berubah menjadi kartu merah langsung untuk bek Real Madrid tersebut.

Alejandro “Álex” Grimaldo kemudian menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dan membawa Atlético unggul melalui penalti pada menit ke-53. Enam menit berselang, Jonathan David menggandakan keunggulan tuan rumah setelah menerima umpan Giuliano Simeone.

Real Madrid baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui sundulan Antonio Rüdiger yang memanfaatkan tendangan bebas Bernardo Silva. Namun, Atlético mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dan mengamankan tiga poin dalam derby Madrid pertama kedua tim musim ini.

Kartu Merah Huijsen Mengubah Jalannya Derby

Derby Madrid berlangsung ketat pada babak pertama. Kedua tim lebih banyak terlibat dalam duel dan perebutan bola dibanding menciptakan peluang bersih di depan gawang.

Salah satu momen penting terjadi ketika Jude Bellingham terlibat duel dengan Cristian Romero. Bellingham sempat mendapat kartu kuning, tetapi setelah wasit melihat tayangan VAR, keputusan tersebut berubah dan wasit memberikan kartu kepada Romero.

Setelah jeda, intensitas pertandingan meningkat. Atlético Madrid mendapatkan peluang melalui bola panjang Dávid Hancko yang mengarah kepada Giuliano Simeone.

Huijsen kemudian menarik Simeone ketika penyerang Atlético asal Argentina tersebut berusaha menguasai bola di area penalti. Wasit Ortiz Arias menunjuk titik putih dan sempat memberikan kartu kuning kepada Huijsen.

Namun, VAR kembali meminta wasit meninjau insiden tersebut. Setelah melihat tayangan ulang, Ortiz Arias mengubah kartu kuning menjadi kartu merah langsung karena Huijsen melakukan pelanggaran terhadap pemain terakhir. Real Madrid pun harus bermain dengan 10 pemain.

Grimaldo dan Jonathan David Bawa Atlético Unggul

Atlético langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Álex Grimaldo maju sebagai eksekutor penalti dan melepaskan tendangan yang gagal dihentikan Thibaut Courtois. Atlético pun membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-53.

Tidak membutuhkan waktu lama, Atlético kembali menemukan celah di lini belakang Real Madrid. Giuliano Simeone mengirimkan umpan dari sisi kanan yang kemudian Jonathan David selesaikan untuk mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-59.

Gol tersebut semakin memperkuat kendali Atlético atas pertandingan. Jonathan David juga melanjutkan produktivitasnya setelah kembali mencetak gol dalam pertandingan penting bagi tim asuhan Diego Simeone.

Real Madrid Bangkit pada Menit-Menit Akhir

Keunggulan jumlah pemain membuat Atlético berada dalam posisi yang lebih nyaman. Namun, tuan rumah sempat membuang sejumlah peluang untuk memperlebar jarak. Salah satunya datang melalui Julián Álvarez yang masuk menggantikan Jonathan David.

Penyerang tim nasional Argentina itu memiliki kesempatan untuk mencetak gol, tetapi Thibaut Courtois lebih dulu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Real Madrid tetap dalam pertandingan.

Real Madrid kemudian mendapatkan peluang lain melalui Yan Diomande. Penyerang asal Pantai Gading tersebut berhasil berhadapan langsung dengan Jan Oblak, tetapi kiper Atlético mampu memenangkan duel tersebut.

Upaya Real Madrid akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89. Antonio Rüdiger menyambut tendangan bebas Bernardo Silva dengan sundulan yang mengubah skor menjadi 2-1.

Gol bek asal Jerman tersebut membuat akhir pertandingan berlangsung menegangkan. Real Madrid mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi Atlético mampu bertahan sampai peluit panjang.

Simeone Akhiri Dominasi Mourinho

Kemenangan tersebut juga memiliki arti khusus bagi Diego Simeone dalam persaingannya dengan José Mourinho.

Sebelum pertandingan ini, Simeone selalu kalah dalam tiga pertemuan menghadapi Mourinho ketika pelatih asal Portugal tersebut menjalani periode pertamanya sebagai pelatih Real Madrid. Kekalahan tersebut terjadi dalam tiga pertandingan derby La Liga.

Kemenangan di Metropolitano akhirnya mengakhiri catatan buruk Simeone tersebut. Pelatih Atlético itu pun merayakan kemenangan dengan penuh emosi setelah timnya berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.

Bagi Mourinho, kekalahan tersebut menjadi kekalahan kedua Real Madrid di La Liga musim ini. Real Madrid kini berada di belakang Atlético dalam klasemen, sementara Barcelona tetap memimpin setelah menang 3-1 atas Sevilla sehari sebelumnya.

Statistik Memperlihatkan Perubahan Setelah Jeda

Babak pertama menjadi gambaran pertandingan yang berlangsung hati-hati. Atlético bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sebelum turun minum.

Namun, situasi berubah drastis setelah jeda, terutama setelah Real Madrid kehilangan Huijsen. Atlético mampu meningkatkan tekanan dan menghasilkan peluang yang jauh lebih banyak.

Data Opta mencatat Atlético menghasilkan 2,38 expected goals (xG), termasuk 1,24 xG dari situasi permainan terbuka. Sebaliknya, Real Madrid hanya menghasilkan 0,32 xG, salah satu total terendah mereka dalam pertandingan La Liga dalam beberapa tahun terakhir.

Real Madrid juga kesulitan mengembangkan permainan setelah bermain dengan 10 orang. Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior tidak banyak mendapatkan ruang untuk memberikan ancaman konsisten kepada pertahanan Atlético.

Pada akhirnya, Atlético mampu menjaga kemenangan 2-1 sekaligus mengamankan posisi di papan atas La Liga EA Sports 2026/2027. Sementara itu, Real Madrid harus mengevaluasi kembali penampilan mereka setelah kartu merah Dean Huijsen mengubah jalannya pertandingan. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *